Dorong Perajin Indonesia Mendunia, Selvi Gibran Minta Pengurus Dekranas – Dekranasda Kedepankan Kauntitas

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM -Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming buka langsung acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall Makassar, Jumat,(10/7/2026).

Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, acara diawali dengan penampilan tari medley Nusantara yang dibawakan mahasiswa dari Universitas Hasanuddin Makassar.

Tak hanya itu, momentum ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bank Indonesia dan Dekranas tentang sinergi program dalam mendukung pengembangan sektor kerajinan nasional.

Kesempatan itu Selvi Gibran Rakabuming tampil anggun dengan mengenakan baju bodo atau busana adat Bugis – Makassar yang berwarna pink dan dibalut bando atau bandol aksesoris baju adat khas tersebut.

Hadir juga Ketua Harian Dekranas Tri Suswati Tito Karnavian, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta pengurus Dekranas dan Dekranasda dari seluruh Indonesia. Mereka juga kompak mengenakan baju adat Bugis – Makassar.

Pembukaan syukuran ditandai dengan pemukulan gendang Pajjajari oleh Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan Dekranas selama 46 tahun.

Dalam sambutannya, Selvi mengapresiasi Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, sebagai tuan rumah penyelenggaraan puncak HUT Dekranas. Menurut istri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ini, Makassar memiliki daya tarik yang kuat, baik dari sisi pariwisata, kuliner, maupun kekayaan budayanya.

“Makassar selalu menarik perhatian. Selain wisatanya, kulinernya juga luar biasa. Hari ini kita tampil berwarna-warni sesuai ciri khas masyarakat Makassar. Semua tampil cantik dan memukau. Kalau orang Makassar bilang, cantik na ngaseng, kalau orang Bugis bilang, mancentik manengki,” ujar Selvi disambut riuh.

Selvi mengatakan keberagaman busana adat yang dikenakan peserta dekranas menjadi gambaran kekayaan budaya Indonesia yang juga tercermin dalam ragam produk kerajinan di berbagai daerah.

Ia menyebut, lebih dari 3.000 peserta dari seluruh Indonesia hadir di Makassar untuk merayakan HUT Dekranas ke-46, sekaligus menjadi bukti bahwa Dekranas tetap menjadi rumah bagi para perajin lokal.

“Hari ini lebih dari 3.000 orang dari seluruh Indonesia hadir di Sulawesi Selatan. Selama 46 tahun, Dekranas menjadi wadah bagi para perajin, memberikan pembinaan agar usaha kecil bisa terus tumbuh, berkembang, dan memiliki pasar yang lebih besar. Tema tahun ini, Perajin Kita Bisa Mendunia, harus benar-benar diwujudkan,” katanya.

Selvi juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus Dekranas pusat maupun Dekranasda provinsi serta kabupaten/kota yang selama ini aktif melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM.

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan para perajin.

“Tidak hanya kuantitas pembinaan yang dibutuhkan, tetapi kualitas pembinaan yang benar-benar menyasar persoalan para perajin sehingga kita bisa mencarikan solusi yang tepat,” tegasnya.

Menurut Selvi, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama industri kerajinan dunia karena didukung kekayaan sumber daya alam dan budaya yang melimpah.

Ia menyebut bahan baku seperti keramik, serat alam, batu, kayu hingga logam masih sangat potensial untuk terus dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai tinggi.

Meski demikian, Selvi mengingatkan bahwa tantangan industri kerajinan saat ini semakin kompleks. Persaingan pasar semakin terbuka, perkembangan teknologi berlangsung cepat, dan selera konsumen terus berubah.

“Produk kerajinan tidak cukup hanya indah dipandang. Harus memiliki kualitas yang baik, kemasan yang menarik, kapasitas produksi yang memadai, serta tetap membawa nilai budaya dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Selvi juga meminta agar Dekranas dan Dekranasda tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir sebagai pendamping, pembina, sekaligus fasilitator bagi para perajin.

“Dekranas dan Dekranasda tidak boleh hanya menjadi penyelenggara acara. Harus menjadi pendamping, pembina, dan fasilitator yang membantu membuka akses permodalan, pelatihan desain, kemasan, digitalisasi, pemasaran global, manajemen keuangan hingga perizinan ekspor,” katanya.

Ia berharap setiap program pembinaan memiliki tindak lanjut yang terukur sehingga mampu menghasilkan lebih banyak UMKM yang naik kelas dan mampu menembus pasar internasional.

“Setiap program harus ada tindak lanjutnya. Jangan berhenti setelah pelatihan selesai. Harus dipastikan apakah ilmu yang diberikan benar-benar diterapkan dan membawa perkembangan bagi para perajin. Target akhirnya adalah semakin banyak UMKM yang naik kelas, melek digital, memiliki pasar lebih luas, bahkan mampu menjangkau pasar internasional,” imbuh Selvi.

Usai membuka HUT Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming bersama Tri Suswati Tito Karnavian serta pengurus Dekranas mengunjungi langsung pameran stan Kriya dan Wastra di lantai dasar Trans Studio Mall (TSM) Makassar.

Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian HUT Dekranas ini menghadirkan 200 stan dari berbagai daerah sebagai etalase produk unggulan Nusantara.

Selvi Gibran berbaur langsung dengan pengunjung, dan melihat secara langsung beragam produk kerajinan unggulan yang dipamerkan Dekranasda dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia.(*)

Berita Terkait

Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN
MUI Libatkan Pakar Susun Naskah Akademik Anti LGBT
Komdigi Ungkap Fenomena BUMN yang Kolektor Aplikasi
Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejagung
Presiden Prabowo Terbitkan Perpres Penyebaran LGBT Ancaman Nonmiliter
BPJS Akan Tertibkan Perusahaan yang Tidak Tanggung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Karyawan
Mahkamah Konstitusi Putuskan Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung
Ditolak Sejumlah Organisasi, MUI Tetap Perjuangan Sanksi Pidana Perilaku LGBT

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:38 WIB

Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:40 WIB

MUI Libatkan Pakar Susun Naskah Akademik Anti LGBT

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:01 WIB

Komdigi Ungkap Fenomena BUMN yang Kolektor Aplikasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:09 WIB

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejagung

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:12 WIB

Dorong Perajin Indonesia Mendunia, Selvi Gibran Minta Pengurus Dekranas – Dekranasda Kedepankan Kauntitas

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

LBH Pers Makassar pertanyakan kasus kekerasan jurnalis di Polda Sulsel

Sabtu, 25 Jul 2026 - 11:03 WIB

Ekonomi

Respons Telkomsel Soal Putusan MK Kuota Internet Hangus

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:32 WIB