BGN Akan Refocusing Penerima Manfaat Program MBG

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM— Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengaku mendapat tugas membenahi berbagai persoalan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk aspek tata kelola yang selama ini menjadi sorotan.

Agustina mengatakan dirinya baru efektif bekerja selama dua hari sejak ditunjuk sebagai pimpinan baru BGN.

Dalam waktu singkat tersebut, ia mengaku telah menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi, mulai dari masalah data hingga pengelolaan program agar lebih efisien.

“Beberapa permasalahan memang sudah kami lihat, seperti masalah data. Kemudian juga ada beberapa kluster-kluster permasalahan yang mungkin kita akan refocusing penerima manfaat yang tujuannya itu adalah efisiensi anggaran. Bagaimana program ini akan tetap tercapai tujuannya,” kata Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/6), dikutip dari CNN Indonesia.

Menurut dia, tujuan program MBG tetap harus dipertahankan, yakni memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan akses makanan bergizi. Namun, ia menilai masih terdapat persoalan tata kelola yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal.

“Karena kan tujuannya baik ya. Jangan ada anak-anak Indonesia kelaparan. Itu tujuannya baik. Tapi tata kelolanya tadi kurang baik, sehingga ada permasalahan seperti yang sekarang,” ujarnya.

Agustina menegaskan salah satu mandat yang diberikan kepada pimpinan baru BGN adalah membereskan berbagai persoalan tersebut secara bertahap.

“Kami diberi tugas untuk merapikan semuanya itu. Jadi ya mungkin saya belum bisa banyak memberikan informasi karena baru dua hari ini ya. Mohon bersabar,” katanya.

Meski belum merinci langkah yang akan ditempuh, Agustina menyebut sejumlah persoalan telah diidentifikasi dan akan dibenahi satu per satu.

“Tapi beberapa permasalahan memang sudah kami identifikasi dan akan kami benahi satu per satu,” ujarnya.

Selain itu, Agustina menjelaskan pola kepemimpinan baru di BGN akan dijalankan secara kolektif bersama Kepala BGN Nanik S Deyang dan Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono.

Ia mengatakan tidak ada pembagian tugas yang kaku di antara pimpinan seperti pada struktur sebelumnya. Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih untuk memperkuat koordinasi internal dan mengatasi persoalan yang selama ini dinilai menghambat efektivitas organisasi.

Menurut dia, salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan kolaborasi internal antarunit kerja yang belum berjalan optimal. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada pengelolaan anggaran maupun pelaksanaan program.

“Kami ingin supaya permasalahannya itu nanti, salah satunya adalah masalah bagaimana kolaborasi internal sendiri yang mungkin kurang. Jadi antarkedeputian, anggaran dan sebagainya itu kami lihat belum bisa diefisienkan secara optimal,” ujarnya.

Karena itu, kata Agustina, pembenahan akan dilakukan melalui sejumlah klaster pekerjaan yang mencakup aspek internal organisasi hingga pelayanan kepada pihak eksternal.
“Kami coba kluster. Nanti pembenahannya ada internal, baik itu sumber daya, organisasi dan sebagainya maupun terkait pelayanan kami ke eksternal,” katanya.

Pergantian pimpinan BGN dilakukan Presiden Prabowo Subianto setelah evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama sekitar 1,5 tahun terakhir.

Pemerintah sebelumnya menyebut sejumlah faktor menjadi pertimbangan pergantian pimpinan, mulai dari pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola, hingga kualitas makanan dalam program MBG.(*)

Berita Terkait

Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN
MUI Libatkan Pakar Susun Naskah Akademik Anti LGBT
Komdigi Ungkap Fenomena BUMN yang Kolektor Aplikasi
Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejagung
Dorong Perajin Indonesia Mendunia, Selvi Gibran Minta Pengurus Dekranas – Dekranasda Kedepankan Kauntitas
Presiden Prabowo Terbitkan Perpres Penyebaran LGBT Ancaman Nonmiliter
BPJS Akan Tertibkan Perusahaan yang Tidak Tanggung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Karyawan
Mahkamah Konstitusi Putuskan Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:38 WIB

Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:40 WIB

MUI Libatkan Pakar Susun Naskah Akademik Anti LGBT

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:01 WIB

Komdigi Ungkap Fenomena BUMN yang Kolektor Aplikasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:09 WIB

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejagung

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:12 WIB

Dorong Perajin Indonesia Mendunia, Selvi Gibran Minta Pengurus Dekranas – Dekranasda Kedepankan Kauntitas

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel,  Jufri Rahman.

Sulawesi Selatan

Soal Mediasi Bupati dan DPRD Gowa, Begini Respons Pemprov

Selasa, 28 Jul 2026 - 05:38 WIB