Kejati Sulsel Segera Limpahkan ke Persidangan Tersangka Dugaan Korupsi Kasus Bibit Nanas

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel,  Soetarmi.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi.

HALLOMAKASSAR.COM– Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) segera melimpahkan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit nanas ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar.

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulsel telah menyerahkan lima tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar dalam proses Tahap II proyek pengadaan bibit nanas pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHBun) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2024, Rabu (1/7/2026).
Lima tersangka yang diserahkan masing-masing berinisial HS, RM, RE, RR, dan UN. Selain para tersangka, penyidik juga menyerahkan sejumlah barang bukti yang nantinya akan menjadi bagian dari pembuktian dalam penyusunan surat dakwaan.
‎
‎Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, menjelaskan setelah proses tahap II rampung, Jaksa Penuntut Umum langsung melakukan penahanan terhadap seluruh tersangka selama 20 hari ke depan guna kepentingan proses penuntutan sesuai ketentuan KUHAP.
‎
‎”Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, penanganan perkara memasuki tahap penuntutan. Selanjutnya JPU akan mempersiapkan pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor untuk segera disidangkan,” ujarnya, Kamis, (2/7/2026).
‎
Diketahui, para lima tersangka memiliki peran masing – masing dalam proyek senilai Rp60 miliar tersebut.
‎
‎RM diketahui menjabat sebagai Direktur Utama PT Almira Agro Nusantara yang memenangkan tender pengadaan bibit nanas. RE merupakan pihak swasta asal Bogor. HS disebut sebagai tim pendamping Penjabat Gubernur Sulsel periode 2023–2024.

Sementara RR merupakan aparatur sipil negara di Pemerintah Kabupaten Takalar yang bertugas sebagai pelaksana kegiatan. Sedangkan UN menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (KPA/PPK).(*)

Berita Terkait

Ditahan Lanal Balikpapan Tanpa Penjelasan Resmi, Pengacar Kapal Eksportir ke Malaysia Nilai Tak Sesuai Prosedur Hukum
Mantan Bupati Gowa Husniah Talenrang Kembali Tersangka atas Laporan Suaminya
Mantan Bupati Gowa Husniah Talenrang Ditahan dalam Kasus Dugaan Korupsi
Tersangka Kedua Kalinya, Mantan Pj Gubernur Sulsel Kembali Ajukan Praperadilan
Perkara Korupsi Bibit Nanas, Dugaan Manipulasi Data
Dugaan Peredaran Emas Ilegal Akan Dilaporkan ke Polda Sulsel
Kejaksaan Eksekusi Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Usai MA Kabulkan Kasasi Kejari Gowa
Mantan Pj Gubernur Sulsel Ngaku Tak Pernah Terima Aliran Dana Korupsi Kasus Nanas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Ditahan Lanal Balikpapan Tanpa Penjelasan Resmi, Pengacar Kapal Eksportir ke Malaysia Nilai Tak Sesuai Prosedur Hukum

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Mantan Bupati Gowa Husniah Talenrang Kembali Tersangka atas Laporan Suaminya

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Mantan Bupati Gowa Husniah Talenrang Ditahan dalam Kasus Dugaan Korupsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Tersangka Kedua Kalinya, Mantan Pj Gubernur Sulsel Kembali Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Perkara Korupsi Bibit Nanas, Dugaan Manipulasi Data

Berita Terbaru

Politik

Idrus Marham Tanggapi Kritikan Kinerja Kepada Menteri Golkar

Jumat, 30 Okt 2026 - 06:04 WIB