Wali Kota Appi Tepati Janji Politik,   15.177 KK di Tamalate Nikmati Iuran Sampah Gratis

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 7 September 2026 - 05:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM— Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya merealisasikan janji politik kepada masyarakat melalui perluasan program pembebasan iuran atau retribusi sampah gratis.

Komitmen itu kembali ditegaskan Munafri saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Tamalate yang digelar di Vinue CPI, Minggu (6/9/2026) malam

“Program iuran sampah gratis merupakan salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam membantu mengurangi beban biaya hidup rumah tangga,” ujarnya.

Implementasi iuran sampah gratis, tidak hanya diarahkan untuk memberikan keringanan beban ekonomi masyarakat.

Tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengubah pola pengelolaan sampah dengan mendorong pemilahan sejak dari rumah.

Di Kecamatan Tamalate, program tersebut kini telah menjangkau 15.177 kepala keluarga (KK) atau rumah warga.

Rinciannya, sebanyak 1.926 KK dengan daya listrik 450 VA dan 7.381 KK dengan daya 900 VA telah mendapatkan pembebasan iuran sampah.

Sementara pada 2026, cakupan penerima diperluas hingga pelanggan listrik dengan daya 1.300 VA. Sebanyak 5.870 KK masuk dalam penambahan penerima program tersebut.

“Jadi tahun 2025 lalu 450 sampai 900 VA, tahun ini insyaallah kita akan naikkan menjadi 900 sampai 1.300 VA,” jelas Munafri.

Ia menjelaskan, untuk penambahan bagi M900 agar perluasan program tersebut akan dilakukan melalui proses pendataan dan survei di lapangan untuk memastikan data penerima benar-benar valid.

Appi meminta camat, lurah, serta jajaran RT/RW ikut memastikan rumah tangga yang telah terdata mendapatkan tanda berupa stiker sebagai penanda penerima pembebasan iuran sampah.

Menurutnya, pemberian tanda tersebut penting untuk memastikan program berjalan transparan sekaligus mencegah munculnya perdebatan di tingkat masyarakat mengenai rumah yang mendapatkan fasilitas pembebasan iuran.

“Rumah-rumah yang sudah didata harus diberikan tanda, diberikan stiker supaya tidak ada lagi perdebatan di bawah bahwa rumah yang sudah ada stikernya adalah rumah yang bebas membayar iuran sampah,” imbuh Appi.

Namun, Munafri menekankan bahwa pembebasan iuran sampah tidak berarti masyarakat lepas dari tanggung jawab menjaga kebersihan.

Sebaliknya, penerima program diwajibkan ikut mendukung pengelolaan sampah dari sumbernya dengan melakukan pemilahan sampah di rumah.

“Tapi syaratnya satu, sampahnya harus dipilah,” tegasnya.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat membangun kesadaran bersama bahwa persoalan kebersihan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Ini kita lakukan karena kita mau Makassar ini bersih, Makassar ini indah, Makassar ini sehat,” tuturnya.

“Kita tidak mau mewariskan kota ini kepada generasi berikutnya kota yang jorok, kota yang kotor, kota yang tidak sehat,” sambung Appi.

Dia mengatakan, pemerintah ingin meninggalkan warisan kota yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Maka dari itu, kebersihan hari ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi adalah tanggung jawab kita bersama.

“Kita ingin mewariskan kepada generasi kita berikutnya kota yang indah, kota yang cantik, kota yang bersih, kota yang sehat” seruan Munafri.

Selain program iuran sampah gratis, Munafri juga menyinggung penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Tamalate.

Ia menegaskan, Pemkot Makassar tidak melarang masyarakat berdagang atau mencari nafkah.

Namun, aktivitas perdagangan harus dilakukan dengan tetap mematuhi aturan dan tidak menggunakan lokasi yang dilarang.

“Pemerintah tidak pernah melarang untuk berdagang, tidak pernah melarang untuk berjualan, mencari nafkah silakan. Tetapi jangan melakukan kegiatan perdagangannya di tempat yang dilarang. Karena ada hak-hak orang lain yang harus kita hormati juga di sana,” harap Appi. (*)

Berita Terkait

Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku, Dilengkapi U-Ditch
Pemkot Makassar Perkuat Edukasi Warga, Pembenahan Sampah Dilakukan dari Hulu ke Hilir
Resmikan Tawa Mahjong di CPI, Wali Kota Appi Minta Utamakan Tenaga Kerja Lokal 
Tindak Lanjuti Demo GMNI Soal Geng Motor – Kriminalitas Anak, Plt Sekban Kesbangpol Makassar Akan Teruskan ke Wali Kota
Kado HUT ke-419 Makassar, 419 Rumah Warga Jadi Sasaran Bedah Rumah
Tax Gathering DJP Sulselbartra, Appi Tekankan Kolaborasi Pajak untuk Percepat Pembangunan di Makassar
Sumpah Pemuda ke-98: Munafri-Aliyah Ajak Anak Muda  Berkarya dan Berkontribusi
Munafri Arifuddin Bawa Program Makassar Berjasa Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Pemkot Makassar Perkuat Edukasi Warga, Pembenahan Sampah Dilakukan dari Hulu ke Hilir

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Resmikan Tawa Mahjong di CPI, Wali Kota Appi Minta Utamakan Tenaga Kerja Lokal 

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Tindak Lanjuti Demo GMNI Soal Geng Motor – Kriminalitas Anak, Plt Sekban Kesbangpol Makassar Akan Teruskan ke Wali Kota

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Kado HUT ke-419 Makassar, 419 Rumah Warga Jadi Sasaran Bedah Rumah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Tax Gathering DJP Sulselbartra, Appi Tekankan Kolaborasi Pajak untuk Percepat Pembangunan di Makassar

Berita Terbaru

Adik Komjen Pol (Purn) Fadil Imran, Muhammad Yanuar Iswandi (kiri) dan mantan suami eks Bupati Gowa Husniah Talenrang, Khaerul Aco (kanan).

Politik

Dua Nama Menguat Jadi Pendamping Darmawangsyah Muin di Gowa

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:36 WIB

Politik

Idrus Marham Tanggapi Kritikan Kinerja Kepada Menteri Golkar

Jumat, 30 Okt 2026 - 06:04 WIB