HALLOMAKASSAR.COM – Sebanyak 28 murid terpilih SDIT Darul Fikri Makassar mengikuti program Goes to Pare Angkatan ke-2 di Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur, pada 17–31 Oktober 2026.
Program yang diperuntukkan bagi murid kelas 5 tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris melalui pembelajaran intensif dan praktik komunikasi secara langsung. Kegiatan ini bekerja sama dengan Paman Sam English Course, lembaga kursus bahasa Inggris yang menjadi mitra sekolah.
Selama mengikuti program, para murid akan mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris, termasuk public speaking dan praktik berbicara dengan penutur asli (native speaker). Mereka juga dijadwalkan mengikuti kegiatan belajar di luar kelas, antara lain di Taman Pare, Candi Tegowangi, dan Candi Borobudur.
Ketua Panitia Goes to Pare Angkatan ke-2, Haerullah, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian murid.
“Goes To Pare bukan sekadar program belajar bahasa Inggris, tetapi kesempatan bagi murid untuk mempraktikkan bahasa Inggris secara langsung, membangun kepercayaan diri, dan belajar mandiri di lingkungan yang berbeda. Kami berharap pengalaman selama dua pekan ini dapat menumbuhkan keberanian Ananda untuk berkomunikasi, mencoba hal baru, dan tidak takut melakukan kesalahan dalam belajar. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang memberikan dampak positif bagi perkembangan kemampuan bahasa dan karakter murid,” ujarnya.
Kepala SDIT Darul Fikri Makassar, A. Sriwahyuni, mengatakan program tersebut telah menjadi agenda tahunan bagi murid kelas 5 yang ingin memperdalam kemampuan bahasa Inggris melalui pengalaman belajar di luar sekolah.
“Alhamdulillah, kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan untuk murid kelas 5 SDIT Darul Fikri Makassar yang ingin belajar English lebih intensif bersama Paman Sam English Course yang akan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan seperti public speaking, belajar di luar asrama diantaranya di Taman Pare, Candi Tegowangi, Candi Borobudur yang bisa langsung speaking dengan native speaker. Mohon doanya Ayah Bunda dan Guru SIT Darul Fikri Makassar untuk kelancaran Kegiatan Goes To Pare Angkatan Ke 2,” ungkapnya.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan perwakilan orang tua murid, Nurfitri Indriani Masoud. Ia mengaku telah dua kali mengikutsertakan anaknya dalam program Goes to Pare, masing-masing pada tahun pertama dan angkatan kedua.
Menurut Nurfitri, awalnya ia sempat merasa khawatir melepas anaknya yang berusia 10–11 tahun untuk mengikuti program di Pare. Namun, pengalaman pada tahun sebelumnya membuatnya menilai kegiatan tersebut memberikan pelajaran dan pengalaman berharga bagi anak.
“Pengalaman yang belum tentu mereka dapatkan kalau tidak mengikuti program Goes to Pare. Asrama Paman Sam yang dipilih di sana juga sudah mendapat Certified yang excellent. InsyaAllah, anak-anak pergi dengan perasaan happy, excited dan pastinya didampingi oleh ustadz dan ustadzah yang sudah berpengalaman,” tuturnya.
Melalui program ini, SDIT Darul Fikri Makassar berharap murid dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, mengembangkan kemampuan public speaking, serta melatih kemandirian dan tanggung jawab. Pengalaman belajar di luar kelas juga diharapkan dapat memperluas wawasan dan membentuk karakter murid dalam kehidupan sehari-hari.(*)








