Bawaslu Sulsel Kaji Putusan, Siapkan Jajaran Hadapi Potensi Perkara Berulang

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan mulai membaca kembali jejak penanganan pelanggaran melalui berbagai putusan Pemilu dan Pemilihan. Langkah ini dilakukan untuk membekali jajaran menghadapi kemungkinan munculnya kembali perkara dengan pola atau persoalan hukum serupa pada Pemilu dan Pemilihan mendatang.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Penguatan Analisis Hukum Melalui Kajian Putusan Penanganan Pelanggaran pada Pemilu dan Pemilihan yang dilaksanakan Bawaslu Sulsel secara hybrid dan diikuti jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, Senin (3/8/2026).

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sulsel, Abdul Malik, mengatakan, hal ini sebagai ruang untuk menyegarkan kembali pemahaman jajaran mengenai penanganan pelanggaran, sekaligus menelaah berbagai putusan, termasuk putusan Bawaslu terkait pelanggaran administrasi dan pidana. Pembacaan terutama diarahkan pada pertimbangan hukum yang mendasari putusan tersebut.

“Kita mencoba untuk menganalisa, kita membaca terutama bagian pertimbangan hukumnya,” kata Abdul Malik.

Menurut Abdul Malik, memahami pertimbangan hukum dalam putusan penting agar pengalaman penanganan perkara sebelumnya tidak berhenti sebagai catatan. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi bekal jajaran untuk mengenali karakter persoalan, mempertimbangkan penerapan hukum, serta menganalisis perkara yang memiliki kemungkinan kembali muncul pada Pemilu maupun Pemilihan mendatang.

“Hasil kajian nantinya akan kita gunakan sekurang-kurangnya untuk menganalisis peristiwa-peristiwa atau perkara-perkara yang kemungkinan akan berulang di Pemilu maupun Pilkada yang akan datang,” ujarnya.

Penguatan analisis tersebut kemudian diperdalam Koordinator Divisi Hukum, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Sulsel, Andarias Duma. Menurutnya, kajian putusan juga penting untuk membangun keseragaman dalam penerapan hukum di seluruh jajaran Bawaslu.

Andarias mengatakan, putusan tidak semestinya berhenti sebagai produk akhir sebuah perkara. Putusan perlu dibaca sebagai sumber pembelajaran untuk memperkuat kualitas penanganan perkara berikutnya.

“Putusan itu bukan sekadar produk akhir, tetapi sumber pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penanganan perkara kita,” ujar Andarias.

Ia mengatakan, analisis hukum yang kuat dibutuhkan dalam penyusunan kajian dugaan pelanggaran, terutama setelah proses klarifikasi. Jajaran perlu mampu menghubungkan fakta yang diperoleh dengan penerapan pasal dan penafsiran hukum secara tepat. Keseragaman pemahaman tersebut penting agar penanganan pelanggaran di seluruh jajaran memiliki pijakan hukum yang selaras.

“Putusan yang berkualitas lahir bukan hanya dari pemahaman terkait aturan, tetapi dari analisis hukum yang tajam, kemudian argumentasi yang kokoh, kemudian komitmen untuk menegakkan keadilan serta menjaga integritas demokrasi itu sendiri,” jelasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini mereview pengalaman penanganan pelanggaran pada Pemilu dan Pemilihan 2024. Berdasarkan data penanganan pelanggaran di Sulawesi Selatan, tercatat 701 perkara pelanggaran, terdiri atas 486 perkara pada Pemilihan dan 215 perkara pada Pemilu. Data tersebut mencakup laporan dan temuan yang ditangani jajaran Bawaslu di Sulawesi Selatan.

Dalam penanganan tindak pidana Pemilihan 2024, sebanyak 38 perkara berlanjut hingga tahap penyidikan dan penetapan tersangka. Dari jumlah tersebut, 22 perkara diteruskan ke tahap penuntutan dan menghasilkan 23 putusan Pengadilan Negeri. Selain itu, Sentra Gakkumdu se-Sulawesi Selatan juga menghasilkan tiga putusan Pengadilan Tinggi.

Berita Terkait

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw
Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa
Pansus DPRD Sulsel Konsultasi Aturan Profit Sharing IUPK ke Kementerian ESDM
Nahkodai PSSI Sulsel, Appi  Siapkan Pembinaan Klub Lokal dan Kompetisi Usia Muda
Pemprov Sulsel Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Ini Tujuannya
Bawaslu Sulsel Beri Jaminan Imunitas Karir – Bebas Mutasi Bagi Pelapor Kekerasan Seksual
Proyek Irigasi Air Tanah Rp 1,6 Miliar di Jeneponto Belum Selesai, Mahasiswa Desak Kejari Periksa Balai
Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo Dukung BNN Putus Jaringan Bandar Narkoba di Sulsel

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Pansus DPRD Sulsel Konsultasi Aturan Profit Sharing IUPK ke Kementerian ESDM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Nahkodai PSSI Sulsel, Appi  Siapkan Pembinaan Klub Lokal dan Kompetisi Usia Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Pemprov Sulsel Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Ini Tujuannya

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw

Jumat, 30 Okt 2026 - 18:36 WIB

Adik Komjen Pol (Purn) Fadil Imran, Muhammad Yanuar Iswandi (kiri) dan mantan suami eks Bupati Gowa Husniah Talenrang, Khaerul Aco (kanan).

Politik

Dua Nama Menguat Jadi Pendamping Darmawangsyah Muin di Gowa

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:36 WIB