Warga Pasar Terong Minta Ketua DPRD Sulsel Kawal Pembangunan Pagar Kanal Pannampu

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Warga Pasar Terong meminta Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi atau yang akrab disapa Cicu, mengawal pembangunan pagar pembatas di sepanjang Kanal Pannampu.

Mereka berharap Cicu berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang agar usulan tersebut segera direalisasikan demi meningkatkan keselamatan masyarakat.

Permintaan itu disampaikan saat temu konstituen Ketua DPRD Sulsel di Pasar Terong, Jalan Kubis, Kecamatan Bontoala, Makassar, Kamis (30/7/2026) malam.

Aspirasi tersebut mencuat setelah sebuah mobil boks hilang kendali dan terjun ke Kanal Panampu pada Minggu (19/7/2026) malam. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun kembali menyoroti minimnya fasilitas pengaman di sepanjang kanal.

Tokoh masyarakat, Nawali Jafar, mengatakan pembangunan pagar pembatas sudah lama diharapkan warga karena Kanal Panampu dinilai membahayakan pengguna jalan.

“Kanal ini kerap memakan korban dan setiap saat kami adukan ke pemerintah. Namun sampai hari ini aspirasi kami belum direalisasikan,” ujarnya.

Menurut Nawali, kanal tersebut berada di kawasan padat penduduk dan setiap hari dilintasi masyarakat, termasuk anak-anak yang berangkat maupun pulang sekolah.

Ia meminta pembangunan pagar pembatas dilakukan di titik-titik rawan sepanjang kurang lebih 300 meter.

“Kami meminta kanal Pasar Terong itu dipagari demi keselamatan masyarakat,” katanya.

Nawali menjelaskan pengelolaan Kanal Panampu merupakan kewenangan BBWS Pompengan Jeneberang di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Karena itu, ia berharap Ketua DPRD Sulsel dapat meneruskan aspirasi tersebut kepada instansi yang berwenang.

Selain persoalan keselamatan di kanal, warga juga mengeluhkan penanganan sampah di kawasan Pasar Terong. Menurut Nawali, tingginya aktivitas perdagangan membuat sampah rumah tangga bercampur dengan sampah pasar sehingga menyulitkan proses penanganan.

“Kita tidak bisa membedakan mana sampah penduduk dan mana sampah pedagang pasar,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Lurah Tompo Balang, Dharmawangsyah. Ia mengatakan wilayahnya merupakan kawasan padat penduduk dengan aktivitas ekonomi yang tinggi sehingga persoalan sampah dan drainase menjadi keluhan utama masyarakat.

“Persoalan warga kami sehari-hari adalah masalah sampah dan drainase. Sedikit saja hujan, langsung tergenang,” katanya.

Menurut Dharmawangsyah, kapasitas drainase yang ada sudah tidak mampu menampung debit air saat hujan sehingga memerlukan pembenahan secepatnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Cicu mengatakan sengaja menggelar pertemuan pada malam hari agar masyarakat yang beraktivitas di pasar pada siang hari tetap dapat hadir.

“Saya sengaja datang malam, karena kalau siang warga masih beraktivitas di pasar,” ujarnya.

Politikus Partai NasDem itu menilai persoalan sampah dan drainase harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan permukiman warga.

Sementara terkait usulan pembangunan pagar pembatas Kanal Panampu, Cicu menjelaskan bahwa kewenangan penanganannya berada di BBWS Pompengan Jeneberang di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.

Meski demikian, ia memastikan akan mengawal aspirasi masyarakat dengan berkoordinasi kepada pihak yang berwenang agar usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

“Bagaimanapun ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Insyaallah akan kami koordinasikan dengan pihak terkait agar aspirasi warga dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

Menurut Cicu, pembangunan pagar pembatas di titik-titik rawan Kanal Panampu penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Sekaligus memberikan rasa aman bagi warga, pedagang, dan para pelajar yang setiap hari beraktivitas di kawasan Pasar Terong.(*)

Berita Terkait

Pemprov Sulsel Bangun RS Regional di Malino, Anggaran Rp161 Miliar
Khaerul Aco Serahkan Bukti Tambahan atas Laporan terhadap Bupati Gowa
Bawaslu Sulsel Usulkan Data Pemilih Dilakukan Uji Publik
Soal Mediasi Bupati dan DPRD Gowa, Begini Respons Pemprov
Kosgoro 1957 Sulsel Perkuat Konsolidasi Hingga Tingkat Desa
Jadi Saksi di Laporan Khaerul Aco, Adik Bupati Gowa Datangi Polda Sulsel Beri Kesaksian
LBH Pers Makassar pertanyakan kasus kekerasan jurnalis di Polda Sulsel
Polda Sulsel Belum Penuhi Petunjuk Jaksa dalam Kasus Kekerasan Jurnalis 

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:15 WIB

Warga Pasar Terong Minta Ketua DPRD Sulsel Kawal Pembangunan Pagar Kanal Pannampu

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:29 WIB

Pemprov Sulsel Bangun RS Regional di Malino, Anggaran Rp161 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:31 WIB

Khaerul Aco Serahkan Bukti Tambahan atas Laporan terhadap Bupati Gowa

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:41 WIB

Bawaslu Sulsel Usulkan Data Pemilih Dilakukan Uji Publik

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:38 WIB

Soal Mediasi Bupati dan DPRD Gowa, Begini Respons Pemprov

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Pemprov Sulsel Bangun RS Regional di Malino, Anggaran Rp161 Miliar

Jumat, 31 Jul 2026 - 08:29 WIB