Polisi Telusuri Aliran Dana CSR Dugaan Korupsi di Lingkup Dinas Perkimtan Gowa

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 6 September 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polresta Gowa, terus menelusuri aliran dana Corporate Social Responsibility (CSR) kasus dugaan korupsi terkait pungutan liar (pungli), pemerasan, dan gratifikasi di lingkup Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa.

“Sementara masih didalami. Nanti kami faktakan dulu, dan ditindak lanjuti. Pasti ada gelar perkara,” kata Kasat Reskrim Polresta Gowa, AKP Muhailis saat dikonfirmasi wartawan.

Hal tersebut menyusul hasil penggeledahan Kantor PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) di Mall GTC Jalan Tanjung Bunga Makassar, pada Rabu 2 September 2026.

Dokumen yang disita, antaranya, surat perjanjian jual beli dan Perjanjian Pengikatan Jual Beli atau PPJB yang atas nama inisial MB. Dokumen ini menjadi petunjuk dalam menelusuri aliran dana CSR yang diduga untuk kepentingan pribadi.

Surat ini menunjuk objek di kawasan elit Perumahan Waterfront, Jalan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Dari penelusuran, objek tersebut berupa lahan kosong tanpa bangunan, tetapi sudah terkapling.

Dari keterangan diperoleh penyidik, pembelian lahan itu dengan nilai transaksinya kurang lebih sekitar Rp3 miliar. Pembayarannya diangsur kepada pihak developer sejak November 2025 sampai April 2026.
Namun belakangan, cicilannya menunggak, hingga diberikan surat peringatan oleh developer. Sejauh ini, penyidik masih menghitung kembali secara rinci dana yang digunakan sebagai uang muka, diduga dana dari CSR yang digunakan terduga membeli lahan tersebut.

Hal tersebut berdasarkan keterangan saksi, bahwa ada dana telah diberikan kepada seseorang berinisial MB dugaannya dijadikan uang muka membeli lokasi tersebut, sehingga perlu pendalaman.

“Karena hasil pemeriksaan dan pengembangan kasus ini memang mengungkap adanya dugaan transaksi pembelian objek tanah menggunakan dana CSR,” kata Muhailis mengungkapkan.

Sebelumnya, perkara ini berkaitan dengan penyidikan dugaan pungutan liar dan gratifikasi dalam pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada Dinas Perkimtan yang mengungkap adanya transaksi atau aliran dana sekitar Rp1,8 miliar.

Penyidik menetapkan mantan Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Gowa Abdullah Sirajuddin sebagai tersangka dan kini ditahan. Selain itu, Ketua Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gowa Ardiansyah Arsyad turut diperiksa sebagai saksi meski mangkir dua kali.

Dalam perkara ini, sebanyak 58 saksi termasuk Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ikut diperiksa guna pengembangan perkara tersebut, dan kini sedang ditelusuri jejak aliran dana yang berhubungan antara para pihak, maupun adanya kemungkinan tersangka baru.(*)

Berita Terkait

Tersangka Kedua Kalinya, Mantan Pj Gubernur Sulsel Kembali Ajukan Praperadilan
Perkara Korupsi Bibit Nanas, Dugaan Manipulasi Data
Dugaan Peredaran Emas Ilegal Akan Dilaporkan ke Polda Sulsel
Kejaksaan Eksekusi Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Usai MA Kabulkan Kasasi Kejari Gowa
Mantan Pj Gubernur Sulsel Ngaku Tak Pernah Terima Aliran Dana Korupsi Kasus Nanas
Jadi Saksi Sidang Dugaan Korupsi Bibit Nanas, Bahtiar Baharuddin Singgung Utang Pemprov Sulsel Rp1,7 Triliun
Sidang  Dugaan Korupsi Bibit Nanas, Eks Pj Gubernur Sulsel Akan Dihadirkan Jadi Saksi
Kejagung Ungkap Kerugian Negara Dugaan Korupsi MBG Capai Rp10 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Tersangka Kedua Kalinya, Mantan Pj Gubernur Sulsel Kembali Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Perkara Korupsi Bibit Nanas, Dugaan Manipulasi Data

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Dugaan Peredaran Emas Ilegal Akan Dilaporkan ke Polda Sulsel

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Kejaksaan Eksekusi Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Usai MA Kabulkan Kasasi Kejari Gowa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Mantan Pj Gubernur Sulsel Ngaku Tak Pernah Terima Aliran Dana Korupsi Kasus Nanas

Berita Terbaru

Info Makassar

Pemkot Makassar Perkuat Peran Strategis Distribusi Pangan

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:52 WIB

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB