Tersangka Penganiayaan Maut Bripda Dirja Jalani Sidang Etik

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 2 Maret 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

HALLOMAKASSAR.COM –Tersangka penganiayaan maut Bripda Dirja Pratama (19 tahun) menjalani Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di lantai IV MaPolda Sulsel, Senin, (2/3/2026).

Sidang etik tersangka Bripda Pirman, turut menghadirkan 14 polisi lainnya sebagai saksi.

“Sekarang agendanya adalah pemeriksaan dari terduga pelanggar Bripda P, kemudian juga pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 14 orang,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto kepada wartawan.

Didik mengatakan sidang kode etik ini bertujuan mendalami peran terduga pelanggar. Pihaknya juga akan mendalami keterangan para saksi.

“Tentu kalau sidang terkait penganiayaan masing-masing apa perannya di situ, kemudian para saksi apa yang dilihat pada saat kejadian dan dia ada di mana, itu biasanya yang digali,” jelas Didik.

Diketahui, Bripda Dirja yang baru setahun menjadi polisi tewas dianiaya di Asrama Polda Sulsel, Kota Makassar, Minggu (22/2) sekitar pukul 06.30 Wita. Bripda Dirja kehilangan nyawa usai dituduh tidak loyal kepada seniornya.

Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan bahwa Bripda Pirman alias Bripda P awalnya memanggil korban di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel pada Sabtu (21/2) malam. Namun, korban tidak memenuhi panggilan itu.

Bripda Pirman kemudian naik pitam usai Bripda Dirja tak kunjung datang menghadap. Akibatnya, terduga pelanggar langsung menjemput korban pada keesokan paginya.

“Motif yang menjadi permasalahan, korban atas nama Bripda Dirja Pratama, tidak respek atau loyal terhadap senior yaitu Bripda P. Karena dipanggil berkali-kali namun tidak tidak diindahkan,” kata Irjen Djuhandhani kepada wartawan di Mapolda Sulsel, Rabu (26/2).

Bripda Dirja yang dijemput oleh seniornya lantas dianiaya pelaku. Korban pun kehilangan nyawa akibat dipukul bertubi-tubi.

“Perbuatan yang dilakukan pelaku, yaitu secara sendiri memukul berkali-kali sambil mencekik korban dan ini sudah bisa dibuktikan dengan hasil visum yang dikeluarkan oleh Biddokkes,” tambah Djuhandhani.

Korban sendiri diduga tidak memenuhi panggilan pelaku sebab sedang tidak berada di lokasi. Korban disebut tidak tidur dalam barak di tempat biasa.

“Dia memang malam itu tidak tidur di tempat yang biasanya di barak. Ternyata dia tidur di luar, sendiri, beserta rekan-rekan lainnya,” imbuh Djuhandhani.(*)

Berita Terkait

Kisruh BBM dan Energi di Sulsel, Warakaf Desak Presiden Copot Bahlil Lahadalia dari Menteri ESDM
Ari Lasso Puji Pilot Garuda GA 604 yang Berhasil Mendarat dengan Kondisi Roda Bermasalah
Kebakaran Kandea Makassar, 37 Rumah Rusak dan 245 Warga Terdampak
Kebakaran Terjadi di Lantai 4 NIPAH Mall Makassa, Dua Orang Alami Sesak Napas
Warga Tamalanrea Tolak PSEL Dekat Permukiman, Desak Pemerintah Evaluasi Lokasi
“Kami Muak Prabowo” Membentang di Flyover, Jurnalis-OMS Sulsel Bersikap
PN Makassar Batal Lakukan Konstatering Lahan Sengketa di Maricaya Baru
Kapolrestabes  – Kapolres Pelabuhan  Temui Kajari Makassar, Ini Tujuannya

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:51 WIB

Kisruh BBM dan Energi di Sulsel, Warakaf Desak Presiden Copot Bahlil Lahadalia dari Menteri ESDM

Kamis, 3 September 2026 - 12:22 WIB

Ari Lasso Puji Pilot Garuda GA 604 yang Berhasil Mendarat dengan Kondisi Roda Bermasalah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Kebakaran Kandea Makassar, 37 Rumah Rusak dan 245 Warga Terdampak

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Kebakaran Terjadi di Lantai 4 NIPAH Mall Makassa, Dua Orang Alami Sesak Napas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Warga Tamalanrea Tolak PSEL Dekat Permukiman, Desak Pemerintah Evaluasi Lokasi

Berita Terbaru