Respon Istana Soal Usulan Makan Gratis Diganti Uang Tunai

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 20 September 2025 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM Usulan mengubah skema pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi uang tunai mengemuka. Pemerintah dinilai lebih baik memberikan uang tunai kepada orang tua murid di sekolah untuk menyiapkan makan siang kepada anaknya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ide tersebut sah-sah saja disampaikan oleh siapapun. Namun, dia menegaskan konsep pemberian makan siang secara langsung kepada siswa di sekolah sudah merupakan skema terbaik yang bisa dijalankan.

“Ide kan banyak, bukan berarti ide tidak baik, tapi konsep yang sekarang dijalankan dianggap oleh pemerintah dan BGN yang terbaik untuk dikerjakan,” ujar Prasetyo dalam siaran persnya, Sabtu, 20 September 2025.

Usulan pemberian uang tunai kepada orang tua siswa diungkapkan di tengah maraknya keracunan yang terjadi pada siswa penerima MBG di sekolah. Soal hal ini, Prasetyo bilang apabila ada catatan masalah pada program Makan Gratis semuanya tidak masalah dan akan ditampung pemerintah untuk diperbaiki.

“Kalau nanti ada catatan ya kita akui dan kita perbaiki,” lanjut Prasetyo.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Charles Honoris yang mengusulkan agar MBG diberikan tunai kepada orang tua siswa. Dia menyoroti standard operating procedure (SOP) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kurang baik dan membuat banyaknya kasus keracunan terjadi.

Dia curiga kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah akibat tidak dijalankannya SOP dari BGN dengan baik oleh SPPG.

Charles mengatakan rata-rata persiapan bahan baku menu MBG dilakukan di pukul 23.00 atau malam sebelum distribusi. Makanan, katanya, dimasak pukul 04.00 dan dibungkus pukul 07.00, sementara baru dihidangkan sekitar pukul 11.00-12.00 WIB. Risiko makanan terkontaminasi bakteri jadi sangat tinggi.

Selain itu, Charles juga mendorong BGN mencoba pola lain dalam penyediaan makan bergizi gratis. Salah satunya, dia mengusulkan memberikan uang kepada orang tua siswa agar bisa menyiapkan makan bergizi untuk anak masing-masing.

“Bahkan opsi memberikan uang kepada orang tua murid misalnya. Sehingga orang tua murid bisa menyediakan makanan sendiri untuk anak-anaknya,” ujar Charles kepada wartawan, Jumat (19/9/2025) yang lalu.***

Berita Terkait

Dicekal Keluar Negeri, Bahtiar Baharuddin Diangkat Jadi Staf Ahli Menteri Dalam Negeri
Menkeu Purbaya Beri Pendampingan Hukum untuk Pegawai Pajak yang Ditangkap KPK
Beras Satu Harga Seluruh Indonesia Bakal Diberlakukan Tahun 2026
Konflik Internal PBNU Berakhir Islah, Idrus Marham: NU Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Haji Isam Kirim Alat Berat ke Aceh, Bantu Korban Bencana
Jaksa Agung Tegaskan Tindak Tegas Jaksa Nakal
Gubernur Sulsel – DKI Jakarta Bahas Kerja Sama Jangka Panjang
Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFA 29 – 31 Desember 2025

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:43 WIB

Dicekal Keluar Negeri, Bahtiar Baharuddin Diangkat Jadi Staf Ahli Menteri Dalam Negeri

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:25 WIB

Menkeu Purbaya Beri Pendampingan Hukum untuk Pegawai Pajak yang Ditangkap KPK

Rabu, 31 Desember 2025 - 07:41 WIB

Beras Satu Harga Seluruh Indonesia Bakal Diberlakukan Tahun 2026

Sabtu, 27 Desember 2025 - 10:08 WIB

Konflik Internal PBNU Berakhir Islah, Idrus Marham: NU Bukan Arena Perebutan Kekuasaan

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:31 WIB

Haji Isam Kirim Alat Berat ke Aceh, Bantu Korban Bencana

Berita Terbaru

Olahraga

TVRI Bebaskan UMKM Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026

Senin, 19 Jan 2026 - 09:27 WIB

Sulawesi Selatan

Pemerintah Evaluasi Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Maros

Senin, 19 Jan 2026 - 08:29 WIB