HALLOMAKASSAR.COM –Pemerintah berencana memangkas kembali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG)
yang awalnya Rp330 triliun lalu menjadi sekitar Rp260 triliun dan kembali dirampingkan sekitar Rp240 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut anggaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu masih berpeluang ditekan hingga di bawah Rp200 triliun.
Menurutnya, efisiensi masih dapat dilakukan, setelah diskusi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono.
“MBG kan anggaran tahun ini awalnya Rp 330 triliun, terus dilakukan efisiensi menjadi Rp 260-an (triliun), terus menjadi Rp 240-an (triliun). Tapi saya bicara dengan ketua MBG yang baru, sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp 200-an (triliun),” ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Jakarta Pusat, dikutip, Jumat, (4/9/2026).
Purbaya mengatakan, pemerintah juga telah mengalokasikan sekitar Rp240 triliun untuk program MBG pada tahun depan. Namun, ia meyakini angka tersebut masih dapat ditekan melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi.
“Tahun depan juga dianggarkan Rp 240 triliun, tapi saya yakin bisa ditekan ke bawah dengan efisiensi dan pemakaian teknologi,” sebut Purbaya.
Selain melakukan efisiensi anggaran, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turut memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.
Purbaya mengatakan, pegawai Kemenkeu di daerah akan dilibatkan untuk mengawasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG secara bergilir.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lebih efisien sekaligus memperbaiki kinerja MBG di lapangan.
“Jadi pegawai-pegawai kami di daerah mengawasi masing-masing SPPG secara bergilir. Jadi saya harapkan nanti kita bisa perbaiki terus kinerjanya ke depan untuk MBG,” tutup Purbaya.(*)







