HALLOMAKASSAR.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus melakukan berbagai upaya pembenahan dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan.
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan salah satu fokus utama yang diperkuat adalah pengolahan air lindi, yakni limbah cair yang dihasilkan dari timbunan sampah.
“Kami terus membenahi sistem pengelolaan sampah di TPA Antang, termasuk memperkuat pengolahan air lindi agar dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan. Saat ini terdapat 10 kolam lindi yang digunakan untuk menampung dan mengolah limbah cair dari timbunan sampah sebelum dilepas sesuai baku mutu yang telah ditetapkan,” ujar Helmy.
Menurutnya, selain memanfaatkan 10 kolam lindi, pihaknya juga menggunakan teknologi Ecotru untuk membantu menurunkan kadar zat pencemar sehingga kualitas air hasil pengolahan tetap memenuhi standar lingkungan.
Helmy menjelaskan, pembenahan tidak hanya dilakukan pada pengolahan limbah cair, tetapi juga pada sistem penimbunan sampah. DLH menerapkan metode penutupan timbunan sampah menggunakan tanah urug secara berkala.
“Langkah ini penting untuk mengurangi bau, menekan perkembangbiakan lalat, serta mencegah potensi kebakaran. Dengan metode tersebut, pengelolaan TPA Antang menjadi lebih aman dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah melalui berbagai inovasi dan perbaikan sistem agar keberadaan TPA Antang tetap selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.
“Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya soal penanganan timbunan sampah, tetapi juga memastikan dampaknya terhadap lingkungan dapat dikendalikan secara optimal,” tutup Helmy.(*)







