HALLOMAKASSAR.COM – Polda Sulsel tersebut menggenjot pengusutan dua kasus yang menyeret nama Bupati Gowa, Husniah Talenrang. Bahkan statusnya telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Diketahui, dua laporan tersebut ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).
Untuk Ditreskrimsus berkaitan dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah gratis SD dan SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa senilai Rp16 miliar Tahun Anggaran 2025.
Kemudian di Ditreskrimum dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu di bawah sumpah dan dugaan penggelapan yang dilaporkan oleh mantan suami Husniah Talenrang sendiri, Muhammad Khaerul Aco.
“Jadi ada dua kasus, yang ditangani Krimum kasus yang dilaporkan oleh MKA (Muhammad Khaerul Aco) mantan suaminya itu sudah masuk ke tahap penyidikan,” tegas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, Rabu (12/8/2026).
Didik mengatakan, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak atas laporan tersebut, termasuk pelapor dan terlapor.
“Yang terlapor sudah diperiksa. Ya, sudah semuanya sudah,” ujarnya.
Adapun kasus dugaan korupsi seragam gratis,
akan mengumumkan tersangka dalam perkara tersebut setelah menerima hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Setelah audit dari BPK, nanti akan kita sampaikan kembali. Kemungkinan siapa yang ditetapkan tersangka nanti setelah ada audit dari BPK,” ujar Kombes Pol Didik Supranoto.
Ia mengungkapkan, penyidik telah memeriksa sekitar 30 orang saksi dalam perkara tersebut. Mereka berasal dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah itu.
Penyidik juga telah memeriksa sejumlah kepala dinas dan staf di Dinas Pendidikan sebagai saksi. Termasuk Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan salah satu saksi yang selama ini banyak ditunggu publik untuk ikut diperiksa yakni Muhammad Basri alias Basri Kajang.
Didik bilang, hasil audit nantinya akan menjadi bahan bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
“Kepala dinas dan stafnya juga sudah diperiksa. Dari hasil audit itu nantinya akan diketahui siapa yang bertanggung jawab atas permasalahannya,” imbuhnya.(*)







