Wakpolri Akui Damkar Lebih Cepat Respon dari Polisi

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 19 November 2025 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, mengakui kepolisian masih lambat memberikan respon aduan masyarakat dibandingkan Pemadam Kebakaran (Damkar).

Sehingga membuat masyarakat lebih memilih mengadukan masalah ke Damkar daripada ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Di bidang SPKT dalam laporan masyarakat lambatnya quick response time. Quick response time standar PBB itu di bawah 10 menit, kami masih di atas 10 menit, ini juga harus kami perbaiki,” kata Dedi di dalam Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Dedi mengatakan dirinya memaklumi apabila masyarakat lebih suka melaporkan masalahnya kepada Damkar. Hal ini lantaran pelayanan call center 110 dinilai lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Kemudian optimalisasi pelayanan publik berbasis digital adalah 110, saat ini masyarakat lebih mudah melaporkan segala sesuatu ke Damkar, karena damkar quick response-nya cepat,” terangnya.

Dedi juga membeberkan penegakkan hukum (Gakkum) dan pelayanan publik masih menjadi catatan merah untuk Polri.

Dedi pun mengungkap pihaknya menggandeng Litbang Kompas guna menilai pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), penegakan hukum (gakkum), dan pelayanan publik. Dalam hal ini, diakui Dedi memang masih perlunya perbaikan lantaran penilaian kinerjanya masih buruk.

“Gakkum dan pelayanan publik menjadi catatan merah bagi kami, harus kami perbaiki. Ini di bulan Februari, Maret, April kami sudah menemukan hal tersebut. Inilah langkah-langkah ini harus segera kami perbaiki,” kata Dedi.

Dedi menyebut temuan tersebut sebagaimana sesuai dengan akumulasi dari hasil riset, pengaduan masyarakat, dan evaluasi internal. Polri melihat persoalan itu dari dua perspektif, seperti invert looking atau sisi masyarakat, dan out of looking atau sisi internal.

“Dari invert looking, masyarakat melihat ada 11 permasalahan yang harus diselesaikan oleh polisi, balk itu kekerasan, pungli, kemudian penggunaan kekuatan secara berlebihan dan lain sebagainya,” katanya.(*)

Berita Terkait

Suroso Isnandar Dirut Baru PLN, Pengamat: Sudah Tepat dan Tuan di Rumah Sendiri
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
DKPP Janji Transparan Tangani Aduan Dugaan Pelanggaran Etik Penyelenggara soal Ijazah Wapres Gibran
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Rocky Gerung Ungkap Pesan Presiden Usai Dilantik sebagai Anggota Wantimpres
Presiden Prabowo Subianto Lakukan Reshuffle, Ini Daftarnya
Korlantas Polri Luncurkan Kios SIM, Perpanjang SIM Secara Mandiri
Pemerintah Buka Peluang Petugas Damkar – Satpol PP Diangkat Jadi Pegawai

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Suroso Isnandar Dirut Baru PLN, Pengamat: Sudah Tepat dan Tuan di Rumah Sendiri

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:23 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:12 WIB

DKPP Janji Transparan Tangani Aduan Dugaan Pelanggaran Etik Penyelenggara soal Ijazah Wapres Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Rocky Gerung Ungkap Pesan Presiden Usai Dilantik sebagai Anggota Wantimpres

Berita Terbaru