Indonesia Siapkan 20.000 Pasukan Perdamaian untuk Gaza

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 17 November 2025 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Pernyataan -pernyataan Presiden Prabowo Subianto di forum internasional mengenai perdamaian Gaza secara global, melahirkan sebutan-sebutan seperti “The Prabowo’s Ways” dan “Sultanos”.

Menanggapi viralnya dukungan internasional ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri menggelar seminar internasional untuk mengartikulasikan dan memperkuat posisi Indonesia, dengan langkah nyata kesiapan mengirimkan 20.000 personel pasukan perdamaian sebagai poin kunci.

Hal itu terungkap dalam  Seminar Internasional bertajuk “Towards a Two-State Solution: Peran Kunci Presiden Prabowo Subianto dalam Mewujudkan Perdamaian di Gaza” yang digelar di UIN Alauddin Makassar, Senin (17/11).

Menteri Agama, Nasaruddin Umar,  mengonfirmasi gelombang dukungan internasional tersebut. “Sekarang di luar negeri sudah viral, sangat positif viralnya. Ada yang menjelaskan dengan The Prabowo’s Ways, ada yang menjelaskan dengan The Prabowo’s Solution. Bahkan ada yang melukiskan Bapak Presiden sebagai ‘Sultanos’,” ujarnya.

Menag menekankan, seminar ini adalah langkah proaktif untuk menindaklanjuti dan mengartikulasikan pernyataan Presiden sesuai kondisi objektif di lapangan.

“Jangan sampai Indonesia sendiri tidak siap mengisi statement-statement dari Bapak Presiden kita yang sedemikian dikagumi di luar negeri,” tekan Nasaruddin.

Seminar yang akan dilanjutkan di Medan, Surabaya, dan Jakarta ini bertujuan merumuskan konten keindonesiaan dan keislaman yang khas dari solusi yang ditawarkan, sebelum akhirnya diserahkan sebagai bahan masukan resmi kepada Kementerian Luar Negeri.

Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, juga  menjelaskan, fondasi dukungan Indonesia kepada Palestina yang merupakan “utang sejarah” sejak era Presiden Soekarno. Namun, ia menyoroti perbedaan signifikan di era pemerintahan Presiden Prabowo.

“Yang membedakannya dengan sebelumnya adalah keinginan beliau untuk terlibat lebih jauh, termasuk di antaranya adalah mengirimkan pasukan perdamaian. Ini langkah yang membedakan pemerintahan beliau,” jelas Anis Matta.

Lebih lanjut, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan gambaran konkret dari komitmen tersebut. “Pak Prabowo yang paling cepat memberikan satu solusi konkret dengan kesediaannya untuk memberikan bantuan pasukan perdamaian bahkan jika diperlukan sampai 20 ribu orang,” ulangnya.

Ia menambahkan bahwa yang akan dikirim nantinya lebih banyak terdiri dari tim dokter dan tim zeni (konstruksi) dari TNI.

Anis Matta menegaskan bahwa bentuk dan mandat pasukan perdamaian ini masih dalam negosiasi di PBB, namun prinsip kesediaan Indonesia sudah jelas.

Wamenlu Anis Matta juga menyoroti urgensi konflik Gaza yang telah berubah menjadi krisis kemanusiaan global. “Ini sudah menjadi genosida. Jika kita gagal, ini akan menjadi runtuhnya sistem internasional, runtuhnya hukum internasional dan runtuhnya lembaga-lembaga multilateral termasuk PBB,” paparnya.

Keprihatinan inilah yang mendorong banyak negara, termasuk sekutu tradisional Israel, untuk mulai mendukung kemerdekaan Palestina. Dalam konteks inilah, kehadiran dan tekanan dari Presiden Prabowo dengan penawaran pasukan perdamaian dinilai sebagai dorongan yang sangat kuat dan tepat waktu.

Seminar ini menghadirkan sejumlah pakar internasional dan domestik, termasuk jurnalis Palestina Revda Selver Iseric dan Prof. Robert W. Hefner dari Boston University, untuk membedah peran strategis yang harus terus dimainkan oleh Presiden Prabowo dalam mewujudkan visi dua negara. (*)

Berita Terkait

Suroso Isnandar Dirut Baru PLN, Pengamat: Sudah Tepat dan Tuan di Rumah Sendiri
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
DKPP Janji Transparan Tangani Aduan Dugaan Pelanggaran Etik Penyelenggara soal Ijazah Wapres Gibran
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Rocky Gerung Ungkap Pesan Presiden Usai Dilantik sebagai Anggota Wantimpres
Presiden Prabowo Subianto Lakukan Reshuffle, Ini Daftarnya
Korlantas Polri Luncurkan Kios SIM, Perpanjang SIM Secara Mandiri
Pemerintah Buka Peluang Petugas Damkar – Satpol PP Diangkat Jadi Pegawai

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Suroso Isnandar Dirut Baru PLN, Pengamat: Sudah Tepat dan Tuan di Rumah Sendiri

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:23 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:12 WIB

DKPP Janji Transparan Tangani Aduan Dugaan Pelanggaran Etik Penyelenggara soal Ijazah Wapres Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Rocky Gerung Ungkap Pesan Presiden Usai Dilantik sebagai Anggota Wantimpres

Berita Terbaru