HALLOMAKASSAR.COM – Ketua Kaukus Parlemen Perempuan (KPP) Provinsi Sulawesi Selatan Andi Nirawati menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga, masyarakat, hingga negara.
Menurut Andi Nirawati, perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi dan menentukan kekuatan sebuah negara.
“Perempuan adalah penopang negara. Perempuan yang kuat, negara itu pasti kuat. Kalau perempuannya lemah, negara itu pasti lemah,” kata Andi Nirawati dalam sosialisasi TanyaIbu.com dan Konfirm Gizi, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Akses Informasi, Literasi Digital dan Kemandirian Perempuan di Era Transformasi dan Kecerdasan Buatan (AI)”.
Andi Nirawati mengatakan, pendidikan dan gelar akademik memang penting. Namun, pengetahuan dan kemampuan memahami persoalan jauh lebih penting dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Pendidikan itu banyak yang lulusannya sudah seperti profesor. Titel itu penting, pengetahuan juga penting. Tapi, isi kepala jauh lebih penting,” ujarnya.
Anggota DPRD Fraksi Gerindra ini juga menyambut baik kemitraan antara Monash University Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk memperluas akses informasi masyarakat.
Menurutnya, teknologi seperti ChatGPT dapat menjadi salah satu inovasi untuk membantu masyarakat memperoleh informasi, termasuk terkait kesehatan perempuan dan anak.
Ia mencontohkan informasi mengenai kanker serviks. Masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi awal mengenai kapan seseorang perlu mendapatkan pemeriksaan atau pelayanan kesehatan.
Namun, ia menekankan bahwa informasi tersebut harus merujuk pada pedoman dan regulasi kesehatan yang berlaku di Indonesia.
“Ini bukan hanya kesimpulan dari apa yang dicari di Google atau ChatGPT. Ini merupakan ringkasan awal mengenai kapan seseorang harus mendapatkan pemeriksaan dari dokter atau tenaga kesehatan berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia,” jelasnya.
Karena itu, Andi Nira mendorong Dinas Kesehatan, rumah sakit, organisasi perangkat daerah (OPD), DP3A, serta pihak terkait lainnya memberikan masukan untuk memperkuat pemanfaatan teknologi tersebut.
Ia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota memberikan pemetaan mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat di masing-masing wilayah.
Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda, baik di wilayah perkotaan, pedesaan, kepulauan maupun pegunungan.
“Dari daerah juga kami membutuhkan masukan dari kabupaten dan kota untuk memberikan pemetaan mengenai persoalan-persoalan yang ada di daerah. Karena setiap kabupaten dan kota memiliki persoalan yang berbeda,” katanya.
Perempuan Punya Tanggung Jawab Besar
Andi Nirawati kembali menekankan pentingnya perempuan mengambil peran positif dalam keluarga dan masyarakat.
Ia mengutip pandangan yang pernah disampaikan Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto mengenai besarnya peran perempuan dalam menentukan kekuatan sebuah negara.
“Karena itu Ibu Tin mengatakan bahwa negara akan kuat ketika perempuannya kuat. Karena ketika perempuan lemah, maka yakinlah kita tidak akan mencapai sebuah negara yang kuat,” tuturnya.
Ia mengingatkan perempuan agar tidak mengambil bagian dalam hal-hal yang dapat memberikan dampak negatif bagi keluarga maupun lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan maupun kegagalan anak dan keluarga tidak terlepas dari tanggung jawab orang tua, termasuk perempuan sebagai bagian penting dalam keluarga.
“Anak kita gagal, suka atau tidak suka, kita juga yang akan ikut bertanggung jawab. Gagal atau tidak, maju atau tidak maju, sebuah rumah tangga, sebuah keluarga kecil, memiliki tanggung jawab,” ujarnya.
Andi Nira juga mengajak perempuan menggunakan ruang komunikasi secara positif. Ia meminta masyarakat tidak menjadikan informasi negatif sebagai bahan untuk memperkeruh keadaan.
“Tidak usah kita bergosip. Kalau bergosip untuk kemajuan, silakan. Tetapi jangan bergosip untuk hal-hal yang negatif,” katanya.
Menurutnya, informasi negatif sebaiknya menjadi pelajaran agar masyarakat tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Dorong Akses Informasi Kesehatan hingga Daerah Terpencil
Dalam kesempatan tersebut, Andi Nirawati juga menyoroti berbagai persoalan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat Sulawesi Selatan, seperti stunting, kehamilan yang kurang sehat, hingga kekurangan tablet tambah darah.
Ia berharap TanyaIbu.com dan Konfirm Gizi dapat membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang lebih tepat dan mudah diakses.
Andi Nira mengatakan, teknologi tersebut dirancang agar dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.
Akses informasi tidak hanya melalui internet, tetapi juga dapat memanfaatkan WhatsApp maupun SMS sehingga masyarakat tetap bisa memperoleh informasi meski memiliki keterbatasan akses internet.
“Jadi, kita berharap sosialisasi TanyaIbu.com bersama Konfirm Gizi ini dapat meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.
Ia menilai akses informasi kesehatan digital perlu mendapat perhatian karena informasi yang muncul melalui mesin pencarian belum tentu sesuai dengan regulasi kesehatan yang berlaku di Indonesia.
Karena itu, masyarakat membutuhkan sumber informasi yang merujuk pada literatur, pedoman, dan ketentuan yang relevan.
KPP Sulsel Libatkan Media
Andi Nirawati juga mengajak media ikut menyebarluaskan informasi mengenai keberadaan TanyaIbu.com dan Konfirm Gizi agar pemanfaatannya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Yang paling penting kami garis bawahi, kami dari Kaukus berharap teman-teman media dapat membantu menyosialisasikan aplikasi ini agar informasinya bisa lebih luas tersebar,” ujarnya.
Ia menyebut teknologi tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan Monash University Indonesia yang melibatkan para ahli di bidangnya, termasuk Profesor Dery Wijaya.
Menurut Andi Nira, pengembangan teknologi tersebut mengacu pada literatur dan lisensi yang sah serta menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.
KPP Sulsel selanjutnya akan mengevaluasi pemanfaatan chatbot tersebut dalam enam bulan ke depan.
Evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan sosialisasi tahap kedua atau memperluas sosialisasi secara langsung ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
“Kita akan melihat apakah chatbot ini akan terus diperbarui perkembangannya, apakah akan dilakukan sosialisasi tahap kedua dan seterusnya, atau kita akan menyosialisasikannya langsung ke daerah,” kata Andi Nirawati.
Ia menegaskan, pengembangan pemanfaatan teknologi tersebut akan mengikuti hasil evaluasi dan kesepakatan KPP Sulsel agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.(***)








