Sidrap Rawat Warisan Leluhur Lewat Festival Simponi Kecaping 2026

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM –Sidrap menegaskan komitmennya merawat warisan budaya leluhur di tengah arus modernisasi melalui Festival Simponi Kecaping 2026 yang digelar di Lapangan Andi Sulolipu, Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Rabu (11/2/2026).

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah hadir langsung dalam perhelatan seni tradisi yang mempertemukan generasi tua dan muda dalam satu panggung budaya.

Turut hadir Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse bersama sejumlah anggota DPRD, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, pejabat dan kepala OPD lingkup Pemkab Sidrap, serta tamu undangan lainnya.

Festival Simponi Kecaping 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan yang Inklusif, Harmonis, dan Berkelanjutan”.

Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan simponi kecaping merupakan salah satu musik khas Sidrap yang harus terus dilestarikan dan didukung bersama.

“Simponi kecaping adalah identitas budaya kita. Ini warisan yang harus kita jaga agar anak cucu kita tetap mengenal dan mencintai budaya daerahnya,” ujarnya.

Syaharuddin juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali mewajibkan pembelajaran simponi kecaping di sekolah-sekolah sebagai bagian dari pelestarian budaya sejak dini.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya Festival Simponi Kecaping 2026 yang berlangsung meriah dan tertib.

Sementara itu, Wabup Nurkanaah menyebut festival ini sebagai ruang ekspresi dan kreativitas bagi para seniman kecaping sekaligus wadah pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga dan memajukan kebudayaan daerah.

Selain peserta dari Sidrap, festival ini juga diikuti perwakilan dari sejumlah daerah tetangga, di antaranya Kabupaten Pinrang, Wajo, dan Maros, sehingga menambah semarak kegiatan dan memperkuat jejaring budaya antarwilayah.

Berita Terkait

Kosgoro 1957 Sulsel Perkuat Konsolidasi Hingga Tingkat Desa
Jadi Saksi di Laporan Khaerul Aco, Adik Bupati Gowa Datangi Polda Sulsel Beri Kesaksian
LBH Pers Makassar pertanyakan kasus kekerasan jurnalis di Polda Sulsel
Polda Sulsel Belum Penuhi Petunjuk Jaksa dalam Kasus Kekerasan Jurnalis 
Bawaslu Sulsel Evaluasi Komunikasi Publik, Perkuat Kualitas Informasi Pengawasan
Pemprov Sulsel Ajukan Peningkatan Kapasitas Basarnas di Selayar
Keluarga Korban Pelecehan Desak Polisi Tahan Bus Bintang Zahira, Sopir dan Ownernya
DPRD dan Pemkab Gowa Kembali Didesak Cabut Perda LAD,  Demo Besar-besaran Agustus Nanti

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:43 WIB

Kosgoro 1957 Sulsel Perkuat Konsolidasi Hingga Tingkat Desa

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:55 WIB

Jadi Saksi di Laporan Khaerul Aco, Adik Bupati Gowa Datangi Polda Sulsel Beri Kesaksian

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:03 WIB

LBH Pers Makassar pertanyakan kasus kekerasan jurnalis di Polda Sulsel

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:53 WIB

Polda Sulsel Belum Penuhi Petunjuk Jaksa dalam Kasus Kekerasan Jurnalis 

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:35 WIB

Bawaslu Sulsel Evaluasi Komunikasi Publik, Perkuat Kualitas Informasi Pengawasan

Berita Terbaru