RS Bhayangkara Disomasi Usai Beredarnya Foto Vulgar Selebgram NR Saat Visum

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Selebgram NR melayangkan somasi kepada Rumah Sakit Bhayangkara Makassar atas bocornya foto rangkaian visum yang dilakukan awal Agustus 2025 lalu. Visum tersebut dilakukan setelah mengalami tindak kekerasan seksual dari lelaki berinisial CD.

Di mana foto rangkaian visum tersebut menunjukkan titik vital NR, mulai buah dada hingga mister v.

Kuasa Hukum NR, Herman Nompo mengatakan, bocornya foto rangkaian visum kliennya cukup mengherankan. Apalagi foto proses visum bersifat rahasia. Namun viral di media sosial.

” Somasi langsung dilakukan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Pihak keluarga (NR) Merasa heran sesuatu hal bersifat rahasia bisa bocor. Karena foto (rangkaian) visum seharusnya tidak bisa keluar. Foto itu bagian intim dalam, buah dada dan mister v terbuka semua,” kata Herman saat konferensi pers di warkop Olala, Senin, 25 Agustus 2025.

Herman menjelaskan, somasi yang diberikan kepada RS Bhayangkara 3×24 jam, terhitung sejak Senin 25 Agustus 2025. Adapun isi somasi tersebut, mendesak RS Bhayangkara melakukan klarifikasi resmi, secara tertulis terkait kebocoran proses visum.

Kemudian melakukan investigasi internal dan memberikan sanksi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab, menyebarkan foto tersebut.
Serta menuntut pihak RS Bhayangkara menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga NR.

“Kebocoran ini sangat melukai NR dan keluarga. Foto-foto pribadi dan hasil visum yang seharusnya hanya berupa ringkasan medis malah tersebar vulgar di media sosial. Kami mengecam keras tindakan oknum rumah sakit,” tegasnya.

“Batas waktu somasi ini adalah tiga hari. Jika tidak direspons, kami akan menempuh langkah hukum lebih lanju,” sambungnya menegaskan.

Tak sampai di situ, langkah hukum juga telah diambil pihak NR dengan
melaporkan sejumlah akun medsos yang ikut memposting foto rangkaian visum tersebut.

” Laporan tersebut sudah masuk, dan saat ini kami menunggu pihak kepolisian untuk mendalami. Harapan kami, kepolisian bekerja secara maksimal dan profesional, sehingga kasus ini bisa terang-benderang,” ucapnya.

Upaya tersebut ditempuh, kata Herman, lantaran telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kliennya.

“Kami juga ingin menyampaikan kondisi terkini NR. Saat ini, klien kami masih menjalani perawatan psikologis. Keadaannya terganggu, namun terus didampingi psikolog untuk pemulihan,” tukasnya.

Sementara Ibu NR, Sri Rahayu Usmi
menyayangkan bocornya foto proses visum terhadap anaknya. Apalagi kata dia, ketika proses visum pihak keluarga dilarang membawa handphone.

“Saat itu saya mendampingi anak saya. Kondisi psikologisnya sangat terguncang, bahkan saat visum dia menundukkan kepala terus di meja. Saya melihat dokter memotret kondisi anak saya, lalu saya sempat bertanya: ‘Pak dokter, kenapa difoto?’ Beliau menjawab itu prosedur. Saya juga menegaskan, ‘Apakah bisa dijamin foto-foto ini tidak keluar?’ Dokter menjawab bahwa yang bisa menyebarkan hanyalah pihak keluarga. Saya pastikan, saya ibunya, dan tidak mungkin menyebarkan sesuatu yang justru mencederai anak saya,” jelasnya.

“Karena itu kami sangat heran ketika tiba-tiba foto-foto hasil visum beredar luas. Pihak keluarga jelas tidak pernah menyebarkan. Maka kami meminta agar RS Bhayangkara melakukan investigasi internal, memberikan sanksi tegas pada oknum, dan menyampaikan klarifikasi resmi,” sambungnya menegaskan.

Senada, Tim Kuasa hukum NR, Achmad Ilham meminta masyarakat luas untuk bijak dalam bermedia sosial.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. Jangan menjadikan kasus ini sebagai bahan konten demi menambah followers, apalagi dengan menyebarkan fitnah. Ingatlah, setiap orang punya keluarga,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah mengenai bocornya foto vulgar proses visum NR, Karumkit RS Bhayangkara, Kombes Pol Bambang Triambodo belum memberikan respon. ***

Berita Terkait

Kapolrestabes  – Kapolres Pelabuhan  Temui Kajari Makassar, Ini Tujuannya
Pengurus DPC PERADI SAI Makassar Resmi Dilantik, Ketum Tekankan Perkuat Integritas dan Profesionalisme
FMPP Sulsel Desak Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek di Makassar Diusut Tuntas
Kadis Perkimtan Gowa Ditetapkan Tersangka, Kenakan Rompi Tahanan – Tangan Terborgol
Camat Ujung Pandang Dampingi Wali Kota Makassar Aksi Plogging Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Polisi Amankan 8 Orang Pendemo di Lapas Bollangi
Goda Anak SMP, Tukang Sate di Makassar Diamuk Massa
Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Makassar, Lolos Lewat Bandara 

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:37 WIB

Kapolrestabes  – Kapolres Pelabuhan  Temui Kajari Makassar, Ini Tujuannya

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:15 WIB

Pengurus DPC PERADI SAI Makassar Resmi Dilantik, Ketum Tekankan Perkuat Integritas dan Profesionalisme

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:30 WIB

FMPP Sulsel Desak Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek di Makassar Diusut Tuntas

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:44 WIB

Kadis Perkimtan Gowa Ditetapkan Tersangka, Kenakan Rompi Tahanan – Tangan Terborgol

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

Camat Ujung Pandang Dampingi Wali Kota Makassar Aksi Plogging Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

LBH Pers Makassar pertanyakan kasus kekerasan jurnalis di Polda Sulsel

Sabtu, 25 Jul 2026 - 11:03 WIB