Perempuan Umur 25 Tahun di Enrekang Ditemukan Tergantung di Perkebunan

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 19 Oktober 2025 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM — Seorang perempuan, SY (25) ditemukan meninggal di kebun, Desa Sumillan, Kecamatan Alla, Enrekang pada Sabtu (18/10/2025). Nahas, korban didapat dalam kondisi tergantung di pohon.

Sepupu korban, Henny mengatakan informasi awal, korban disebutkan bunuh diri. Tapi pihak keluarga curiga dengan kematian SY.

Henny menuturkan, kematian SY menimbulkan banyak tanda tanya. Makanya mereka menduga ibu dari tiga anak itu dibunuh.

“Korban ditemukan tergantung di perkebunan. Jarak dari rumahnya, agak jauh. Makanya keluarga mempertanyakan kenapa orang bunuh diri ke tengah hutan,” ucap Henny saat dihubungi wartawan, Minggu, (19/10/2025).

Menurut Henny, keluarga menduga suami korban, YD terlibat dalam kasus ini. Makanya ayah korban, Saharuddin langsung melaporkan YD ke Polres Enrekang dengan nomor polisi STTLP/110/X/2025/SPKT, perkara pidana KDRT.

“Jadi keluarga sudah mengintrogasi ini suaminya, ada juga polisi di situ. Dan dia (YD) mengakui bahwa dia yang membunuh istrinya,” ujar Henny.

Informasi yang diterima Henny, SY disebutkan sering mendapat kekerasan dari suaminya. SY bahkan baru saja melahirkan anak ketiganya pada dua bulan lalu.

Saat ini, keluarga melakukan autopsi terhadap jenazah SY di RS Bhayangkara Makassar.

“Ini sekarang, pihak keluarga melakukan autopsi untuk memperdalam dan mempertajam penyebab kematian korban. Kami mau pelaku dihukum seberat-beratnya,” jelasnya.

Kapolsek Alla, Iptu Maga mengungkapkan pihaknya telah meminta keterangan terhadap YD. YD mengaku, ia berada di lokasi saat korban meninggal.

“Jadi suaminya mengaku bahwa saat bunuh diri, dia berada di sampingnya. Makanya yang bersangkutan sudah dibawa ke Polres untuk diamankan sejak tadi malam,” tuturnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam posisi tergantung dengan tali melilit di bagian leher di area perkebunan sekitar Dusun Lintik.

Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto memastikan olah TKP dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan setiap detail yang dapat membantu proses penyelidikan.

“Semua bukti di lapangan diamankan untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini,” tutur AKBP Hari Budiyanto dari keterangan resminya.

AKBP Hari Budiyanto menegaskan pentingnya sinergi antara pihak kepolisian, tenaga medis, dan perangkat desa dalam mengumpulkan keterangan awal dari saksi dan keluarga korban. Ia menambahkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan motif di balik peristiwa tersebut, karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Tim kami masih bekerja. Kami dalami setiap kemungkinan agar peristiwa ini benar-benar terang dan jelas penyebabnya. Polres Enrekang akan mengedepankan profesionalisme dalam menangani kasus ini,” tegasnya.(*)

Berita Terkait

Kuasa Hukum Rusman Lapor Etik ke BK DPRD Soppeng, Tuntut Ketua DPRD Dicopot
Wujudkan Aksi Kemanusiaan, Bawaslu Sulsel Gelar Donor Darah
Entry Meeting LKPD 2025, Sidrap Kukuhkan Komitmen Tata Kelola Keuangan Bersih
Pertumbuhan 5,43 Persen, Wagub Dorong Penajaman Prioritas Pembangunan Sulsel 2027
Sidrap Rawat Warisan Leluhur Lewat Festival Simponi Kecaping 2026
Waka DPRD Sulsel Sufriadi Arif Hadiri Groundbreaking Preservasi Jalan di Galesong Utara
Wakil Bupati Selle KS Dalle Dianggap Tokoh Ideal Redam Konflik Bupati Vs Ketua DPRD Soppeng
DPC Gerindra Gowa Turun Langsung Bantu Warga, Aksi Sosial HUT ke-18 

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:16 WIB

Kuasa Hukum Rusman Lapor Etik ke BK DPRD Soppeng, Tuntut Ketua DPRD Dicopot

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:51 WIB

Wujudkan Aksi Kemanusiaan, Bawaslu Sulsel Gelar Donor Darah

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:59 WIB

Entry Meeting LKPD 2025, Sidrap Kukuhkan Komitmen Tata Kelola Keuangan Bersih

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:28 WIB

Pertumbuhan 5,43 Persen, Wagub Dorong Penajaman Prioritas Pembangunan Sulsel 2027

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:25 WIB

Sidrap Rawat Warisan Leluhur Lewat Festival Simponi Kecaping 2026

Berita Terbaru