Pemprov Sulsel Evaluasi Sejumlah Pejabat Teras

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 24 Oktober 2025 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM— Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengevaluasi kinerja 32 pejabat eselon II melalui job fit selama dua hari, 22–23 Oktober 2025. Langkah tersebut untuk menilai posisi para pejabat sesuai dengan jabatan yang diemban atau tidak.

Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman mengatakan, hasil job fit akan menjadi dasar rekomendasi bagi gubernur dalam penataan jabatan. Jabatan yang masih lowong selanjutnya akan diisi melalui seleksi terbuka atau open bidding.

“Kalau job fit itu, kita hanya ingin mengetahui apakah seorang pejabat itu masih cocok atau pas di jabatan yang sedang dipangkunya, dan yang tahu apakah dia cocok atau tidak, tentu yang bersangkutan. Makanya kita harus tanya, apakah anda masih merasa cocok dengan jabatan ini? Kalau dia merasa cocok di jabatan ini, lalu kita menggali apa yang selama ini sudah kau lakukan dalam jabatanmu itu sebagai suatu kelebihan dan apakah hal yang menurut kamu adalah kendala yang mesti kau berikan solusi untuk jabatan itu,” jelas Jufri Rahman kepada wartawan, Kamis (23/10/2025).

Dia menambahkan, apabila pejabat tidak cocok lagi dengan jabatan yang diembannya, tim penguji akan menggali lebih lanjut minat dan kemampuan pejabat tersebut pada posisi lain.

“Kalau dia bilang, kayaknya saya tidak cocok lagi di jabatan ini, maka penguji akan bertanya, kira-kira kalau menurut passion, kalau ditawari mau pindah ke mana? Misalnya, saya pindah ke jabatan A. Di situ kita sebagai pewawancara menggali lagi, apa hebatmu di bidang A itu? Apa yang kau ketahui tentang bidang A? Kalau kau mau ke situ, apa yang akan kau lakukan?” ujarnya.

Hasil dari job fit ini, kata Jufri, akan menjadi bahan rekomendasi bagi Panitia Seleksi (Pansel) kepada Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman selaku Pejabat Pembina Kepegawaian, dalam melakukan penataan dan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemprov Sulsel.

“Sehingga nanti Pansel ini merekomendasikan kepada Pak Gubernur selaku penjabat pembinaan kepegawaian atau selaku end user. Berarti beliau yang membuat pilihan-pilihan, dan itu pilihan kemana dan kepada siapa jabatan yang diserahkan. Itu adalah hak prerogatif Bapak Gubernur selaku penjabat pembinaan kepegawaian,” tutur Jufri.

Ia menegaskan bahwa setelah pelaksanaan job fit ini, jabatan-jabatan yang masih lowong akan diisi melalui seleksi terbuka. Setidaknya,ada 17 jabatan eselon II yang saat ini lowong di Pemprov Sulsel.

“Kalau yang lowong, setelah kita tempatkan hasil job fit, ini selesai mengisi jabatan secara definitif, tentu ada jabatan yang lowong. Itu nanti akan kita lakukan selter namanya, open bidding, seleksi terbuka. Selter itu seleksi terbuka, open bidding,” ujarnya.

Sebanyak 32 pejabat eselon II mengikuti job fit ini. Pelaksanaan hari pertama, Rabu (22/10), diikuti antara lain oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H. Ahmadi, Sekretaris DPRD Sulsel Drs. M. Jabir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan dr. Muhammad Ichsan Mustari, serta sejumlah kepala dinas dan biro lainnya.

Sementara pada Kamis (23/10), job fit diikuti oleh pejabat seperti Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dr. H. Muh. Iqbal, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Andi Eka Prasetia, Kepala Dinas Kesehatan Dr. dr. M. Ishaq Iskandar, hingga Kepala Badan Pendapatan Daerah Dr. Reza Faisal Saleh.(*)

Berita Terkait

Kosgoro 1957 Sulsel Perkuat Konsolidasi Hingga Tingkat Desa
Jadi Saksi di Laporan Khaerul Aco, Adik Bupati Gowa Datangi Polda Sulsel Beri Kesaksian
LBH Pers Makassar pertanyakan kasus kekerasan jurnalis di Polda Sulsel
Polda Sulsel Belum Penuhi Petunjuk Jaksa dalam Kasus Kekerasan Jurnalis 
Bawaslu Sulsel Evaluasi Komunikasi Publik, Perkuat Kualitas Informasi Pengawasan
Pemprov Sulsel Ajukan Peningkatan Kapasitas Basarnas di Selayar
Keluarga Korban Pelecehan Desak Polisi Tahan Bus Bintang Zahira, Sopir dan Ownernya
DPRD dan Pemkab Gowa Kembali Didesak Cabut Perda LAD,  Demo Besar-besaran Agustus Nanti

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:55 WIB

Jadi Saksi di Laporan Khaerul Aco, Adik Bupati Gowa Datangi Polda Sulsel Beri Kesaksian

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:03 WIB

LBH Pers Makassar pertanyakan kasus kekerasan jurnalis di Polda Sulsel

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:53 WIB

Polda Sulsel Belum Penuhi Petunjuk Jaksa dalam Kasus Kekerasan Jurnalis 

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:35 WIB

Bawaslu Sulsel Evaluasi Komunikasi Publik, Perkuat Kualitas Informasi Pengawasan

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:01 WIB

Pemprov Sulsel Ajukan Peningkatan Kapasitas Basarnas di Selayar

Berita Terbaru