Kualitas Udara Makassar Sangat Tidak Sehat, Imbas Karhutla

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), naik status menjadi sangat tidak sehat, Rabu, (14/10/2026). Itu dipengaruhi imbas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalimantan.

BMKG mencatat konsentrasi PM2,5 berada di angka 13,3 µg/m³.

“Pada jam 9 Wita naik menjadi kategori Sangat Tidak Sehat,” kata Ketua Kelompok Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar Rizky Yudha Pahlawan kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Terkait kondisi udara buruk yang diprediksi terjadi hingga beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

“Tetap jaga kesehatan dan hati-hati saat beraktivitas di luar rumah,” imbaunya.

Diketahui, PM2.5 adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer). Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Adapun kualitas udara dapat diketahui berdasarkan tingkat konsentrasi partikel halus atau Particulate Matter 2.5 (PM2.5) yang terkandung di udara. PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan berpotensi mengganggu kesehatan.

Berdasarkan tabel klasifikasi BMKG yang diterima Hallomakassar.com, kualitas udara dibagi menjadi lima kategori yang ditandai dengan warna berbeda. Warna hijau menunjukkan kualitas udara baik, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 0–15,5 µg/m³.

Selanjutnya, warna biru menandakan kualitas udara sedang, dengan konsentrasi 15,6–55,4 µg/m³.

Warna kuning menunjukkan kualitas udara tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 55,5–150,4 µg/m³. Sementara itu, warna merah menandakan kualitas udara sangat tidak sehat, dengan konsentrasi 150,5–250,4 µg/m³. Adapun warna hitam menunjukkan kondisi berbahaya, ketika konsentrasi PM2.5 berada di atas 250,5 µg/m³.

Semakin tinggi konsentrasi PM2.5 di udara, semakin besar pula potensi risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan. (*)

Berita Terkait

Pemuda ICMI Sulsel Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045
Intip Kemeriahan Malam Pembubaran Panitia PATSI UMI: Dari LPJ Transparan Hingga Bernyanyi Bersama
Ketua ISLA Unhas Usung Gagasan Strategis Pembangunan Kelautan  di Munas Iskindo
Kantongi Dukungan 30 Persen, Suwardi Annas Daftar Pilrek UNM Didampingi 50 Guru Besar
Talenta Menyala dari Unhas
Meriahkan Milad ke-33, Pemuda ICMI Sulsel Gelar Senam Sehat hingga Cek Kesehatan Gratis di CFD Boulevard
Ibunda Ferdy Sambo Dimakamkan di Patane Keluarga di Luwu, Tradisi Pengusungan Jenazah Viral
MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa Husniah Talenrang

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Kualitas Udara Makassar Sangat Tidak Sehat, Imbas Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Pemuda ICMI Sulsel Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Intip Kemeriahan Malam Pembubaran Panitia PATSI UMI: Dari LPJ Transparan Hingga Bernyanyi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Ketua ISLA Unhas Usung Gagasan Strategis Pembangunan Kelautan  di Munas Iskindo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Kantongi Dukungan 30 Persen, Suwardi Annas Daftar Pilrek UNM Didampingi 50 Guru Besar

Berita Terbaru