Ketua Komisi II DPR RI Dorong Perbaikan Sistem Pemilu, Ini Sarannya

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, mengungkapkan pentingnya perbaikan sistem pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia. Hal ini disampaikan Rifqinizamy saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kamis (4/11).

Acara yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ini bertema penguatan pengawasan partisipatif. Rifqinizamy memilih kampus tersebut karena relevansi dengan topik yang dibahas.

Pemilu Sebagai “Mesin” yang Perlu Perbaikan
Dalam paparannya, Rifqinizamy menyoroti demonstrasi yang belum lama ini terjadi di sejumlah kantor DPR, yang menunjukkan adanya anggapan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat.

“Kami adalah produk dari mesin yang disebut Pemilihan Umum (Pemilu). Jika kami dianggap tidak baik, berarti ada yang bermasalah dari mesin yang mencetak kami, yaitu Pemilu itu sendiri,” tegasnya.

Ia menyebutkan tiga masalah utama dalam regulasi Pemilu saat ini:

1. Conflict of Norm (Tumpang Tindih Aturan): Regulasi Pemilu seringkali saling bertentangan.

2. Vague of Norm (Multitafsir): Banyak aturan yang maknanya tidak jelas, seperti definisi politik uang atau kampanye terselubung.

3. Ketiadaan Norma: Adanya celah hukum, contohnya kampanye yang dilakukan di luar masa yang telah ditetapkan.

Untuk mengatasi masalah ini, Komisi II DPR mengusulkan perbaikan berupa kodifikasi atau Undang-Undang Omnibus Law Pemilu. RUU ini akan mengatur secara komprehensif mulai dari partai politik, jenis-jenis Pemilu (Pilpres, Pileg, Pilkada), hingga penyelesaian sengketa Pemilu.

Peran Bawaslu, Kampus, dan KKN Tematik
Selain regulasi, onderdil penting dari mesin Pemilu adalah penyelenggara dan yang tak kalah penting, masyarakat yang peduli.

Dalam upaya penguatan partisipasi masyarakat, Rifqinizamy menyampaikan rencana terobosan antara DPR dan Bawaslu:

“Kami akan mendorong program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik bersama Bawaslu. Kami siapkan anggarannya untuk membina desa percontohan pengawasan partisipatif, kurang lebih dua tahun sebelum Pemilu,” jelas Rifqinizamy.

Program ini akan melibatkan Bawaslu, UIN, dan kampus-kampus lain melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memastikan adanya perbaikan signifikan pada Pemilu tahun 2029.

Bawaslu Ajak Anak Muda Jadi Penyelenggara Adhoc
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan (Sulsel), Mardiana Rusli, dalam sambutannya menyatakan Bawaslu terus merangkul anak muda di masa non-tahapan Pemilu.

“Anak muda tidak hanya terlibat sebagai pemilih kritis, tapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Bawaslu, misalnya sebagai calon penyelenggara adhoc,” kata Mardiana.

Saat ini, Bawaslu Sulsel gencar mengadakan kegiatan serupa dan akan menyasar kampus-kampus lain. Salah satu agenda strategis yang dibangun adalah pelatihan hukum paralegal untuk mempersiapkan anak muda agar memiliki kompetensi jika ingin menjadi penyelenggara Pemilu atau berkompetisi dalam debat yang akan diadakan Bawaslu.(*)

Berita Terkait

Patarai Amir Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Maros
PKB Sulsel Dukung Putusan MK yang Menolak Perpanjangan Masa Jabatan Anggota DPRD
IAS Tegaskan Anggota Fraksi Golkar  Jadi Prioritas Caleg di Pemilu 2029
Dua Nama Menguat Jadi Pendamping Darmawangsyah Muin di Gowa
Musda Golkar Gowa Mulai Berlangsung, Lukman B Kady Calon yang Menguat
Idrus Marham Tanggapi Kritikan Kinerja Kepada Menteri Golkar
PPP Sulsel Tegaskan Pemecatan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Ialah Hasil Rakornas
Golkar Sulsel Target Naikkan Kursi Legislatif 50 Persen di Pemilu 2029

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Patarai Amir Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Maros

Senin, 2 November 2026 - 07:46 WIB

PKB Sulsel Dukung Putusan MK yang Menolak Perpanjangan Masa Jabatan Anggota DPRD

Minggu, 1 November 2026 - 13:35 WIB

IAS Tegaskan Anggota Fraksi Golkar  Jadi Prioritas Caleg di Pemilu 2029

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Dua Nama Menguat Jadi Pendamping Darmawangsyah Muin di Gowa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Musda Golkar Gowa Mulai Berlangsung, Lukman B Kady Calon yang Menguat

Berita Terbaru