HALLOMAKASSAR.COM – Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif sebesar 50 persen di setiap tingkatan, mulai DPR RI, DPRD Sulsel hingga DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2029.
Target tersebut disampaikan IAS dalam sambutannya setelah dilantik oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M Sarmuji, bersama 197 pengurus DPD I Golkar Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (25/10/2026).
IAS menegaskan, target tersebut akan menjadi komitmen. Khusus untuk tingkat kabupaten/kota, target perolehan kursi akan dituangkan dalam pakta integritas bersama para ketua DPD II Golkar se-Sulsel.
“Insya Allah kami akan memutihkan dan mewujudkan target perolehan DPR RI Insya Allah 50%. Target perolehan kursi DPR provinsi 50%. Dan target perolehan di Kabupaten Kota Insya Allah akan tertuang juga dalam sebuah pakta integritas kepada Ketua-Ketua DPD 2 yang Insya Allah akan mulai melaksanakan Musda pada tanggal 2 (November 2026) nanti,” kata IAS.
Untuk merealisasikan target tersebut, IAS menyebut konsolidasi internal menjadi langkah utama. Ia menargetkan seluruh proses konsolidasi dan pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Golkar di tingkat kabupaten/kota dapat dituntaskan sesuai jadwal yang telah disusun.
IAS mengakui, kepengurusan yang baru dilantik memiliki waktu efektif sekitar tiga tahun untuk bekerja menghadapi Pemilu 2029. Karena itu, percepatan konsolidasi dinilai penting agar seluruh perangkat partai dapat segera bergerak mencapai target politik.
“Konsolidasi harus tuntas, kita lakukan di pertengahan 2027. Memang kami keteteran Pak Sekjen. Karena waktu kepengurusan kami ini tinggal 3 tahun efektifnya. Tetapi dengan waktu yang tersisa, dengan semangat yang begitu tinggi. Insyaallah proses percepatannya. Maka kami akan menuntaskan Musda di Kabupaten/Kota, akan berakhir di Desember,” jelasnya.
Selain konsolidasi, IAS menyebut survei dan kolaborasi sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan perolehan kursi. Menurut IAS, target peningkatan kursi tidak akan tercapai tanpa kolaborasi yang kuat di antara seluruh instrumen organisasi.
“Yang kedua adalah kolaborasi. Tidak akan mungkin capaian kita bisa kita dapatkan kalau kolaborasi dari seluruh instrumen partai tidak mampu kita ciptakan,” tandasnya. (*)








