HALLOMAKASSAR.COM –Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji melantik 198 pengurus DPD I Golkar Sulsel yang dinahkodai mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) periode 2026 – 2031. Pelantikan ini dirangkaikan dengan pesta rakyat sebagai perayaan HUT ke-62 Golkar.
Pelantikan ini digelar di Hotel Four Point Makassar, Minggu (25/10/2026). Sarmuji menggantikan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang berhalangan hadir. Hadir juga dalam pelantikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman.
Sebelum melantik, Sarmuji menanyakan kesediaan masing-masing yang namanya dalam surat keputusan (SK) untuk dilantik. Sarmuji juga menanyakan kesediaan para kader ini untuk berjuang mencapai kejayaan Golkar disusul pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.
Usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Sarmuji lalu menyerahkan pataka partai Golkar ke IAS. Sementara IAS yang menerima pataka berjanji mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel.
“Saya Sekjen dpp partai Golkar menyerahkan pataka dan panji-panji partai Golkar untuk dikibarkan di seluruh sulsel sebagai simbol kejayaan partai,” ujar Sarmuji.
“Insyaallah panji-panji partai Golkar akan kami kibarkan di seluruh pelosok sulsel untuk mengembalikan kejayaannya,” jawab IAS saat resmi menerima panji-panji Golkar.
Dalam sambutannya, Sarmuji menyampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, berhalangan hadir karena harus mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah agenda kenegaraan.
“Pertama saya ingin menyampaikan salam hormat dari Ketua Umum. Ketua Umum sangat ingin hadir di Sulawesi Selatan, bahkan tadi direncanakan meskipun enggak bisa hadir, akan menyapa melalui Zoom meeting, tapi ternyata saat ini beliau sudah bersama Bapak Presiden, ada persoalan yang harus dibahas bersama Bapak Presiden. Tanpa mengurangi rasa hormat, Ketua Umum sungguh-sungguh menghargai sekali Sulawesi Selatan sebagai basis utama Partai Golkar,” kata Menteri Perindustrian itu.
Sarmuji mengatakan, peningkatan perolehan kursi dan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan dua agenda utama yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar. Sehingga pengurus dan kader Golkar Sulsel dapat menjalankan hal tersebut.
“Saya ingin menekankan beberapa hal dalam pelantikan ini. Pertama, kita punya dua tugas sesuai dengan hasil Munas dan ini sering kali disampaikan ketua umum kita. Pertama adalah menaikkan kursi dan tadi sudah diikrarkan bersama-sama oleh para pengurus, oleh para ketua DPD kabupaten/kota agar kita bisa menaikkan kursi,” katanya.
“Yang kedua, kita harus mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai selesai. Untuk bisa mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran,” sambungnya.
Ia juga menyinggung hasil survei elektabilitas Partai Golkar yang berada pada kisaran 10 hingga 13 persen. Menurut Sarmuji, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan hasil survei pada periode yang sama setelah pemilu sebelumnya.
“Dalam survei-survei yang ada sekarang, rata-rata survei menempatkan Partai Golkar antara 10 sampai 13% per hari ini. Angka itu bila dibandingkan apple-to-apple dengan survei pada periode yang sama tahun yang sama pada periode yang lalu, masih lebih baik dibandingkan hasil survei-survei yang lalu. Pada 2,5 tahun setelah pemilu pada periode yang lalu, survei Partai Golkar antara 6 sampai maksimal 9 sekian persen, saat ini sudah 10 sampai 13%,” katanya.
Sarmuji berharap tren tersebut dapat diikuti dengan peningkatan perolehan kursi pada Pemilu 2029. Ia secara khusus menaruh harapan terhadap kontribusi daerah pemilihan di Sulawesi Selatan.
“Artinya ada kemajuan dan mudah-mudahan puncaknya nanti bisa mendapatkan tambahan kursi yang signifikan pada pemilu tahun 2029 dan yang diharapkan juga ikut menambah kursi nasional adalah dapil di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Selain target perolehan kursi, Sarmuji menyoroti perubahan lanskap politik yang dipengaruhi dinamika kepemimpinan daerah dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, keberhasilan kepala daerah dalam memimpin wilayah dapat memengaruhi citra partai, sementara perkembangan digital mengubah cara masyarakat, khususnya generasi muda, memperoleh informasi politik.
“Dulu anak-anak muda kalau setiap pemilu bertanya kepada bapaknya, “Pak, pemilu kali ini saya nyoblos partai apa?” Tetapi hari-hari ini kadang-kadang justru bapaknya bertanya kepada anaknya, “Nak, isu apa yang saat ini sedang berkembang dan partai mana yang harus Bapak pilih berdasarkan fakta-fakta hari ini?” Generasi Z yang sering disebut-sebut adalah generasi yang native digital. Mereka sejak kecil bahkan sejak bayi akrab sekali dengan dunia digital, mereka mencari informasi melalui dunia digital,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta jajaran DPD I Golkar Sulsel beserta pengurus DPD kabupaten/kota memaksimalkan pemanfaatan platform digital untuk menjangkau masyarakat.
“Karena itu pengurus DPD Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh pengurus kabupaten/kota, saya harapkan, kami harapkan, DPP mengharapkan, harus mengandalkan dunia digital ini secara maksimal. Mungkin di antara kita ada yang menang pemilu kemarin tidak menggunakan dunia digital, tapi perkembangan ini tidak akan pernah bisa dibendung, tidak masuk dalam dunia digital sama saja kita tidak membangun jembatan terhadap masa depan. Masa depan sudah pasti akan masuk dalam ekosistem digital yang lebih canggih,” tandasnya. (*)








