Kapolda Sulsel Ungkap Sedang Dalami Analisis Intelijen Soal Pergerakan Politik Dibalik Isu Geng Motor

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkap pihaknya sedang mendalami hasil analisis intelijen soal pergerakan masyarakat yang terkait politik. Salah satunya maraknya isu geng motor  yang disinyalir ditunggangi kepentingan politik.

“Kami juga mendapatkan informasi-informasi intelijen terkait berbagai pergerakan di masyarakat yang berkaitan dengan politik. Kami akan mendalami itu,” kata Djuhandhani dalam konferensi pers, Selasa (26/5).

Djuhandhani tak merinci lebih lanjut soal sosok atau kelompok yang berada di belakang pergerakan tersebut. Ia hanya memastikan personelnya akan menindak hal-hal yang mengganggu kondusifitas warga Sulsel.

“Saya sampaikan kepada Kapolres jajaran manakala itu didapatkan untuk membuat situasi yang tidak kondusif di wilayah hukum Polda Sulsel, perintahnya cuma satu: gebuk, tangkap, penegakan hukum. Itu pilihan alternatif terakhir,” ujar Djuhandhani.

Ia juga menyoroti kejahatan jalanan dan fenomena geng motor yang belakangan marak.

Kata Djuhandhani aksi geng motor bersifat spontan. Dia menjelaskan geng motor ini berawal dari anak-anak muda yang berkumpul, kemudian melakukan tindak pidana. Aksi ini tidak dikendalikan oleh pihak tertentu.
“Hasil evaluasi kita tidak ada pengendalian. Ini spontanitas, sekumpulan anak-anak yang mungkin terhadap kehidupan sosial masyarakat mereka berkumpul bersama. Kebersamaan ini membawa mereka kebut-kebutan dan lain sebagainya, menjadi sebuah kejahatan,” imbuh Djuhandani.

Jenderal bintang dua ini mengingatkan keras khusus kepada kelompok maupun organisasi masyarakat diduga memiliki agenda politik terselubung di balik maraknya aksi geng motor yang meresahkan masyarakat.

Seluruh personel kepolisian, kata Djuhandhani telah mengawasi ketat setiap aktivitas kelompok-kelompok yang dianggap berpotensi menunggangi situasi agar tujuannya tercapai.

“Ini adalah sebuah warning, kami akan kejar dan melakukan upaya-upaya penegakan hukum. Gebuk artinya penegakan hukum,” katanya

Berita Terkait

Komisi E DPRD Sulsel Minta Disdik Hentikan Kebijakan Soal Surat Pengunduran Kepsek
Ombudsman RI Dorong Budaya Antimaladministrasi Dalam Layanan Kepelabuhanan
Polda Sulsel Ungkap Penyelundupan 40 Kg Sabu – 157 Cartridge Vape Berisi Narkotika
Ketua Komisi E DPRD Sulsel Soroti Dugaan Kepala Sekolah SMA Dipaksa Mundur
Bawaslu Sulsel Jajaki Kerja Sama dengan PGK untuk Perkuat Pendidikan Demokrasi
Perkokoh Posisi Lumbung Pangan, Bupati Sidrap Bawa Program Prioritas Perikanan ke KKP RI
Firmina Tallulembang Dorong Ranperda Pemajuan Kebudayaan Jadi Payung Pelestarian Budaya Sulsel
Pemprov Sulsel Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:46 WIB

Komisi E DPRD Sulsel Minta Disdik Hentikan Kebijakan Soal Surat Pengunduran Kepsek

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:30 WIB

Ombudsman RI Dorong Budaya Antimaladministrasi Dalam Layanan Kepelabuhanan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:48 WIB

Polda Sulsel Ungkap Penyelundupan 40 Kg Sabu – 157 Cartridge Vape Berisi Narkotika

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:51 WIB

Ketua Komisi E DPRD Sulsel Soroti Dugaan Kepala Sekolah SMA Dipaksa Mundur

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:19 WIB

Bawaslu Sulsel Jajaki Kerja Sama dengan PGK untuk Perkuat Pendidikan Demokrasi

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED

Jumat, 12 Jun 2026 - 14:47 WIB