Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Lewat Program Agrosolution di Bone Bolango

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM — PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional, melalui Program Tanam Jagung Project Agrosolution yang dilaksanakan di Desa Bunuo, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (19/5/2026).
Program ini menyasar lahan seluas 250 hektare, sebagai bagian dari upaya perusahaan meningkatkan produktivitas sektor pertanian, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani melalui pendampingan budidaya yang terintegrasi. Mulai dari pengelolaan lahan hingga pemasaran hasil panen.
Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, mengatakan program ini dirancang untuk dijalankan dalam dua musim tanam setiap tahun, dengan fokus pada peningkatan produktivitas lahan pertanian masyarakat. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pupuk, tapi juga pola pendampingan yang berkelanjutan, agar proses budidaya dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
“Dalam implementasi program ini, Pupuk Kaltim memberikan pendampingan untuk bimbingan teknis terkait pemupukan yang benar sehingga produktivitas tanaman bisa meningkat. Peningkatan produktivitas ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Qomaruzzaman.
Ia menambahkan, Pupuk Kaltim tidak hanya menyediakan pupuk, tapi juga berperan mengintegrasikan dukungan dari berbagai pihak terkait. Meliputi akses permodalan, asuransi pertanian, hingga offtaker hasil panen. Dalam program ini, UD Tani Baru ditetapkan sebagai offtaker yang menjamin kepastian harga jagung tetap kompetitif saat panen.
Skema penguncian harga di awal masa tanam memungkinkan petani memprediksi perolehan hasil panen sejak dini, sehingga memberikan kepastian pendapatan dan rasa aman dalam menjalankan usaha tani.
“Kami harap program Agrosolution dapat diimplementasikan di wilayah lain. Untuk itu, kami memohon dukungan pemerintah daerah agar program ini bisa berkembang lebih luas. Semoga program ini dapat berjalan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Komisaris Independen Pupuk Kaltim Mustofa, menjelaskan pendekatan Project Agrosolution dilakukan secara menyeluruh dengan mendampingi petani sejak tahap awal budidaya hingga pascapanen. Pendampingan mencakup analisis kondisi lahan, rekomendasi pemupukan, pengawalan proses tanam, hingga dukungan pemasaran hasil panen agar petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik.

“Program ini akan mendampingi petani mulai dari analisis lahan, pemupukan, hingga pemasaran hasil panen,” kata Musthofa.

Dia menambahkan, pola pendampingan terintegrasi tersebut diharap dapat meningkatkan efisiensi usaha tani, sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam mengelola budidaya jagung secara berkelanjutan.

“Kami harap program ini dimanfaatkan optimal oleh para petani, sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas dan pengetahuan budidaya,” tandasnya.

Dalam implementasinya, Agrosolution juga memberi kepastian pasar bagi petani, melalui skema penguncian harga hasil panen sejak awal masa tanam. Langkah tersebut dinilai krusial, untuk menjaga stabilitas pendapatan petani saat panen tiba.

“Harga hasil jagung telah dikunci di depan untuk memastikan petani mendapatkan harga yang adil saat panen,” lanjut Mustofa.

Dirinya optimistis, model kemitraan yang diterapkan melalui Agrosolution dapat direplikasi daerah lain di Indonesia, sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian nasional.

“Kami percaya dengan dukungan tepat, program ini dapat diadopsi di daerah lain, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” ungkap Musthofa.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan SDA Setda Bone Bolango, Yusbar Ismail, mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di daerah. Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan menjaga keberlanjutan sektor pangan nasional.

“Kami akan terus mendukung inovasi dan langkah strategis Pupuk Kaltim dalam meningkatkan sektor pertanian nasional,” tutur Yusbar.(*)

Berita Terkait

Pastikan Pelayanan Jemaah Berjalan Baik, Ombudsman Sulsel Pantau Embarkasi Makassar
Fraksi PKB – Demokrat DPRD Sulsel Soroti Pengawasan Aset hingga Keadilan Pajak
Buka P2P di Maros, Ketua Bawaslu Sulsel Tekankan Pentingnya Pengawasan Masyarakat di Pemilu
DKPP, Unhas, dan UMI Bedah Integritas Penyelenggara Pemilu di Makassar
Komcad ASN di Sulsel Jadi Pilot Project Nasional
Legislator Sulsel Patarai Amir Sorot Perubahan Sistem PPDB
Pemprov Sulsel Dorong Percepatan Perolehan SLHS dan Peningkatan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada SPPG
Bawaslu Ajak Mahasiswa  Tingkatkan Literasi Demokrasi

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:11 WIB

Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Lewat Program Agrosolution di Bone Bolango

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:39 WIB

Pastikan Pelayanan Jemaah Berjalan Baik, Ombudsman Sulsel Pantau Embarkasi Makassar

Senin, 18 Mei 2026 - 18:28 WIB

Fraksi PKB – Demokrat DPRD Sulsel Soroti Pengawasan Aset hingga Keadilan Pajak

Senin, 18 Mei 2026 - 12:39 WIB

Buka P2P di Maros, Ketua Bawaslu Sulsel Tekankan Pentingnya Pengawasan Masyarakat di Pemilu

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:17 WIB

DKPP, Unhas, dan UMI Bedah Integritas Penyelenggara Pemilu di Makassar

Berita Terbaru

Politik

Petinggi PPP Digugat Kadernya

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:10 WIB