Golkar Yakin Raih Kemenangan di 2029, Armin Toputori: Bisa Jika Partai Pragmatis

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 30 Oktober 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Partai Golkar sesumbar kembali menjadi pemenang Pemilu di Sulawesi Selatan (Sulsel) meski dalam pemilu legislatif terakhir kalah jumlah dari Nasdem dengan 17 kursi.

Hal ini disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Takalar, Zulkarnain Arief dalam diskusi bertema Sulsel, Masihkah Lumbung Golkar? di Graha Pena, Kota Makassar, Kamis (30/10/2025).

“Golkar itu sudah terbiasa dilambung. Tapi Insya Allah kami yakin dan percaya, nanti di 2029 jadi pemenang. Golkar sudah terbiasa berkompetisi, apalagi sudah 61 tahun, artinya lebih duluan makan garam,” ujar Zulkarnain Arief.

Diskusi refleksi 61 tahun Golkar ini diinisiasi oleh Lebo-Lebo Forum serta menghadirkan sejumlah pembicara. Termasuk Wakil Ketua 1 Golkar Sulsel Armin Mustamin Toputiri.

Forum ini juga mendapuk akademisi Madjid Sallatu dan Rahmat Muhammad serta Redaktur Politik Berita Kota Makassar, Arif Situju.

Soal Sulsel apakah masih lumbung Golkar, Armin Mustamin Toputiri menyebut beringin di Sulsel dapat kembali jadi pemenang. Salah satu caranya dengan menjadi “partai pragmatis”.

Pragmatis yang dimaksud Armin adalah merekrut calon legislatif (Caleg) yang punya banyak duit pada Pemilu 2029, tanpa melihat kaderisasi pada.

Menurutnya, cara-cara seperti ini digunakan partai lain untuk mendulang kursi.

“Gak perlu pusing pengkaderan, gak perlu pusing PDLT lagi. Kalau begitu, Golkar bisa jadi pemenang lagi, kalau kita juga mau pragmatis seperti itu, kalau hanya mau menang,” ujar Armin yang mengaku sudah nonaktif dari Golkar Sulsel.

Jika memakai pendekatan seperti itu, maka Golkar Sulsel mengabaikan poin 1 sampai 4 dari Panca Sukses.

Armin sendiri, tak setuju jika Golkar cenderung mengandalkan kemampuan finansial dan mengabaikan kaderisasi. Cara ini, katanya, membawa efek buruk yang besar bagi proses demokrasi.

Di sisi lain, Rahmat Muhammad mendorong Golkar Sulsel melupakan euforia kejayaan masa lalu. Ia menyebut, Golkar di Sulsel perlu menimbang pendekatan baru dalam berpolitik.

“Jangan sampai bapak-bapak di Partai Golkar masih menikmati euforia masa lalu, ‘kita partai hebat, kita partai besar’, sementara partai lain berusaha menjadi partai besar,” kata Rahmat Muhammad.

Ia menyebut kondisi politik elektoral hari ini memaksa semua partai untuk beradaptasi. Termasuk dengan cara-cara yang pragmatis.

“Kaderisasi sudah lewat pak, karena masyarakat sekarang tidak melihat proses,” katanya.(*)

Berita Terkait

Perkuat Struktur, Perindo Sulsel Siap Hadapi Verifikasi di Tengah Perubahan Regulasi
Musda Golkar Sulsel Digelar 18 Juli 2026
Soal Ambang Batas Parlemen Tresehold: PPP Minta Turun, Gelora Harap Dihapus
Bersih Makam, Tabur Bunga, dan Berbagi: Cara PDI Perjuangan Sulsel Memaknai Bulan Bung Karno
Plt Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi Buka Muscab PAN Kecamatan di Maros
Pengamat: Diskresi untuk IAS Tak Otomatis Ubah Peta Dukungan Musda Golkar Sulsel
Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Sulsel, Wali Kota Appi: Akad Kebersamaan Sudah Kita Bangun Hari Ini
DPP NasDem Tetapkan Hayarna Hakim Gantikan Rusdi Masse di DPR RI

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:47 WIB

Perkuat Struktur, Perindo Sulsel Siap Hadapi Verifikasi di Tengah Perubahan Regulasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:14 WIB

Musda Golkar Sulsel Digelar 18 Juli 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:38 WIB

Soal Ambang Batas Parlemen Tresehold: PPP Minta Turun, Gelora Harap Dihapus

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:54 WIB

Bersih Makam, Tabur Bunga, dan Berbagi: Cara PDI Perjuangan Sulsel Memaknai Bulan Bung Karno

Senin, 29 Juni 2026 - 08:49 WIB

Plt Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi Buka Muscab PAN Kecamatan di Maros

Berita Terbaru

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna.

Nasional

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejagung

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:09 WIB