HALLOMAKASSAR.COM — Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memuji capaian dan konsistensi NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai partai pemenang di daerah tersebut.
Ia meminta kader NasDem Sulsel terus memperkuat konsolidasi untuk mempertahankan kemenangan yang telah diraih.
Pujian itu disampaikan Surya Paloh saat membuka Laboratorium Gerakan (LAGA) Perubahan 2.0 bertajuk “NasDem Naik Kelas”, Pelatihan Kader Penggerak untuk Pengembangan Partai Angkatan VIII, di Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta Selatan, Jumat (18/9).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan kader Partai NasDem dari Sulawesi Selatan, Bali, dan Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Surya Paloh secara khusus menyoroti semangat dan kemampuan NasDem Sulsel dalam menjaga konsolidasi di tengah dinamika politik.
“Saya juga melihat tadi betapa semangatnya partai pemenang kita di Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan dinamika yang ada, masih mampu menjaga tempo dan gaya permainan yang baik. Itu bagus,” kata Surya Paloh.
Ia meminta kader NasDem Sulsel tidak berhenti melakukan konsolidasi dan terus menjaga kekuatan barisan partai secara berkelanjutan.
“Tetaplah mengonsolidasikan barisan secara berkelanjutan. Yakin dan percayalah, di mana ada kemampuan, pasti ada jalan,” ujarnya.
Surya Paloh juga berharap NasDem Sulsel mampu mempertahankan capaian politik yang telah diraih.
“Saya berharap, paling tidak, Sulawesi Selatan akan mampu mempertahankan kemenangan yang telah diraih,” katanya.
Selain menyoroti NasDem Sulsel, Surya Paloh dalam pidatonya mempertanyakan alasan Indonesia belum mampu menjadi bangsa yang lebih hebat, meski memiliki berbagai potensi serta cita-cita besar yang diwariskan para pendiri bangsa.
Menurut dia, salah satu persoalan terletak pada sikap bangsa dalam melihat fakta secara objektif.
“Jawaban yang paling sederhana adalah karena kita selalu mempermainkan akal sehat kita. Kita tidak jujur kepada objektivitas sebagai fakta yang ada di tengah-tengah kehidupan bangsa yang kita miliki,” ujar Surya Paloh.
Ia menekankan, kemajuan bangsa membutuhkan kemauan untuk bergerak dan bertindak, bukan sekadar mengandalkan retorika.
Surya Paloh juga menilai pendidikan politik menjadi salah satu unsur penting dalam gerakan perubahan.
Dalam konteks tersebut, partai politik memiliki peran strategis untuk membangun kesadaran dan pendidikan politik masyarakat.
“Itulah hakikinya gerakan perubahan. Maka ini adalah suatu hal yang bersifat abadi dalam kehidupan kita. Tidak terbatas pada pemilu satu kepada pemilu berikutnya,” tuturnya.
Melalui LAGA Perubahan 2.0, Surya Paloh mendorong kader NasDem untuk memahami bahwa gerakan perubahan tidak berhenti pada momentum elektoral.
Konsolidasi dan pendidikan politik, menurutnya, harus terus berjalan sebagai bagian dari proses membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.(*)








