DPRD Sulsel Soroti Ketimpangan Data Penerima Pelayanan Kesehatan Gratis

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 30 September 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan menyoroti ketimpangan distribusi data dalam program Penerima Pelayanan Kesehatan Gratis.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Patarai Amir, menyebut pihaknya akan segera memanggil instansi terkait untuk membahas persoalan ini lebih lanjut. Di antaranya adalah BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial Provinsi Sulsel.

“Kami menilai data yang ada cukup timpang. Rapat khusus akan segera dijadwalkan untuk membahas masalah ini,” ujarnya kepada wartawan, Senin (29/9/2025).

Politikus Partai Golkar itu mencontohkan, ada sejumlah daerah dengan tingkat kebutuhan tinggi namun hanya memperoleh kuota sedang. Sebaliknya, beberapa daerah dengan kategori kebutuhan rendah justru mendapatkan alokasi cukup besar.

“Beberapa kabupaten/kota dengan kategori rendah justru menerima sedikit kuota. Ini perlu klarifikasi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, menambahkan bahwa pembahasan terkait program tersebut akan menyesuaikan dengan jadwal Badan Musyawarah (Bamus) DPRD.

“Rapat akan segera diagendakan sesuai jadwal Bamus dalam waktu dekat,” ucapnya.

Tenri Indah juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima data resmi dari instansi terkait mengenai sebaran penerima manfaat.

“Baik BPJS Kesehatan maupun Dinas Sosial belum bersedia membuka akses terhadap database penerima manfaat,” katanya.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Sulsel sebelumnya telah menetapkan kuota peserta program pelayanan kesehatan gratis sebanyak 450.000 jiwa. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Sulsel Nomor 963/VII/2025.

Berdasarkan rincian tersebut, Kabupaten Bone menjadi penerima kuota terbesar dengan 171.500 jiwa. Disusul oleh Jeneponto (32.793), Barru (28.782), Soppeng (21.205), Pangkep (21.177), dan Kota Makassar (15.152).

Sebaliknya, sejumlah daerah seperti Kota Palopo (2.810), Wajo (2.600), dan Luwu Utara (2.862) mendapat alokasi kuota yang relatif kecil.***

Berita Terkait

Dugaan Permainan Harga Pupuk Subsidi
Gubernur Sulsel Bicara Soal Penanganan ATS di Pusat, Harap Kolaborasi Semua Pihak
Beri Kuliah Umum di Unhas, Mentan Amran Langsung Cabut Izin Distributor Pupuk Nakal
Gubernur Sulsel Apresiasi Pengungkapan Penyalahgunaan BBM-LPG
DPRD Sulsel Akan Kaji Polemik Seleksi Paskibraka, Mulai Dugaan Diskriminasi Hingga Transparansi
Abdul Malik: P2P Bawaslu Perkuat Kesadaran Kritis Masyarakat terhadap Potensi Pelanggaran Pemilu
Baru Sepekan Menjabat, Kombes Taufik Herdiansyah Bongkar Mafia BBM Ilegal di Sulsel
Jemput Jemaah Haji, Bupati Sidrap Dikira Petugas Bandara

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:10 WIB

Dugaan Permainan Harga Pupuk Subsidi

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:09 WIB

Gubernur Sulsel Bicara Soal Penanganan ATS di Pusat, Harap Kolaborasi Semua Pihak

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:59 WIB

Beri Kuliah Umum di Unhas, Mentan Amran Langsung Cabut Izin Distributor Pupuk Nakal

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:21 WIB

Gubernur Sulsel Apresiasi Pengungkapan Penyalahgunaan BBM-LPG

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:54 WIB

DPRD Sulsel Akan Kaji Polemik Seleksi Paskibraka, Mulai Dugaan Diskriminasi Hingga Transparansi

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Dugaan Permainan Harga Pupuk Subsidi

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:10 WIB

Info Makassar

Pemkot Makassar Mulai Susun Timsel Calon Direksi PDAM

Jumat, 5 Jun 2026 - 09:13 WIB

Nasional

Mendagri Siapkan Langkah Strategis Tingkatkan Kesehatan BUMD

Jumat, 5 Jun 2026 - 08:58 WIB