Pemprov Sulsel Imbau Kabupaten/Kota Siap Siaga Hadapi Musim Hujan

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 28 September 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berlangsung mulai Oktober 2025 hingga April 2026.

Tercatat, 18 zona musim (ZOM) atau sekitar 75 persen wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada periode tersebut.

Jika dibandingkan dengan kondisi normal, awal musim hujan tahun ini diprediksi akan lebih maju di 17 ZOM, atau sekitar 71 persen wilayah. Sementara itu, sifat hujan diperkirakan umumnya berada pada kategori normal, yakni di 20 ZOM atau 83 persen wilayah.

Adapun puncak musim hujan diproyeksikan akan terjadi dua kali, yakni pada Desember 2025 dan April 2026. Masing-masing periode puncak tersebut diprediksi melanda 10 ZOM atau sekitar 42 persen wilayah Sulawesi Selatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel, Amson Padolo, mengatakan, Sebagian besar daerah akan mengalami curah hujan pada kategori normal, namun terdapat sejumlah kabupaten dan kota yang berpotensi menerima curah hujan di atas normal.

“Walaupun Sebagian besar diprediksi normal, kita tetap berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah kabupaten dan kota maupun masyarakat, untuk melakukan langkah antisipatif. Sebab, setiap musim hujan kerap disertai bencana hidrometeorologi,” ujar Amson dalam keterangannya, Minggu, (28/9/2025).

Ia menekankan, penanganan kebencanaan merupakan urusan Bersama dengan melibatkan pentahelix: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media.

Oleh karena itu, setiap daerah diharapkan segera membentuk posko-posko kedaruratan dan menyiapkan lokasi evakuasi bila terjadi peningkatan eskalasi curah hujan.

Selain itu, sector pertanian juga diminta melakukan penyesuaian. Waktu tanam perlu dimajukan agar hasil panen tidak terganggu oleh intensitas hujan tinggi. Sementara di sector Kesehatan, tenaga medis diingatkan untuk mewaspadai peningkatan penyakit yang dipicu curah hujan dan kelembapan.

Di bidang infrastruktur diharapkan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk pembenahan/pembersihan drainase dan daerah aliran sungai untuk mencegah terjadinya genangan dan banjir.

Sehingga perlu mitigasi terukur dalam mengurangi terjadinya banjir dan longsor yang biasanya menyertai apabila musim hujan.

Ia menambahkan atas arahan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bahwa Pemerintah Provinsi telah mendistribusikan Logistik di semua daerah sebagai bufferstock serta beberapa perahu polyethylene di daerah yg rawan banjir. Selain itu, pihak OPD terkait juga manyiagakan peralatan untuk mengantisipasi terjadinya longsor di beberapa daerah yang rawan.

“Jadi kita berharap ada kesiap-siagaan dan keterpaduan. Teman-teman juga sudah mengantisipasi beberapa lokasi yang dapat dijadikan tempat untuk evakuasi, apabila ada daerah yang terdampak,” sebutnya

Menurut Amson, daerah yang selama ini termasuk dalam peta bencana perlu segera menyiapkan Langkah pengamanan, baik untuk mobilisasi warga maupun penyelamatan dokumen penting.

Tujuannya agar bila bencana terjadi, dampak terhadap masyarakat dan harta benda dapat diminimalisasi.

“Sebagaimana setiap tahun, segenap Tim BPBD kabupaten dan kota, juga telah melakukan Langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan,” kata Amson.

“Selain itu, kita selalu mengharapkan doa segenap masyarakat agar daerah yang kita cintai ini dijauhkan dari marabahaya,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

7 Fraksi DPRD Gowa Gulirkan Hak Angket Kepada Bupati Husniah Talenrang, Ini Poinnya
Pemprov Perkuat Transformasi Perpustakaan di Era AI
Bawaslu Sulsel – Universitas Bosowa Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pemilu
Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Lewat Program Agrosolution di Bone Bolango
Pastikan Pelayanan Jemaah Berjalan Baik, Ombudsman Sulsel Pantau Embarkasi Makassar
Fraksi PKB – Demokrat DPRD Sulsel Soroti Pengawasan Aset hingga Keadilan Pajak
Buka P2P di Maros, Ketua Bawaslu Sulsel Tekankan Pentingnya Pengawasan Masyarakat di Pemilu
DKPP, Unhas, dan UMI Bedah Integritas Penyelenggara Pemilu di Makassar

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 19:42 WIB

7 Fraksi DPRD Gowa Gulirkan Hak Angket Kepada Bupati Husniah Talenrang, Ini Poinnya

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:36 WIB

Pemprov Perkuat Transformasi Perpustakaan di Era AI

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:12 WIB

Bawaslu Sulsel – Universitas Bosowa Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pemilu

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:11 WIB

Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Lewat Program Agrosolution di Bone Bolango

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:39 WIB

Pastikan Pelayanan Jemaah Berjalan Baik, Ombudsman Sulsel Pantau Embarkasi Makassar

Berita Terbaru