HALLOMAKASSAR.COM – Rusdi Masse Mappasesu (RMS) sudah nyatakan akan tinggalkan Partai NasDem dan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Pasti mau ko tanya soal PSI toh? Iya, saya ke PSI. Dari pada kau bertanya, saya kasih tau memang mako,” tegas Rusdi Masse Mappasessu ketika ditemui di Carita Lounge Hotel Claro Makassar menjelang pelaksanaan Rakernas Partai NasDem, 7 Agustus lalu.
Sinyal Gabung PSI Sudah Lama
Isu kepindahan RMS ke PSI sudah sejak lama tersiar. Itu berawal momentum Pilkada Serentak 2024 lalu. Di mana, RMS sebagai Ketua Partai NasDem Sulawesi Selatan mengajak PSI bersama – sama PSI mengusung pasangan calon kepala daerah.
Bahkan, RMS mendatangkan langsung Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep untuk melakukan kampanye di wilayah Ajatappareng (Sidrap, Pinrang Enrekang) pada Pilkada lalu.
Tak sampai di situ, ketika Sekjen PSI, Raja Juli Antoni melakukan lawatan ke Sulsel pada pertengahan Mei 2025 lalu, sempat terjadi pertemuan tertutup bersama RMS dan istri RMS, Fatmawati Rusdi yang sekarang menjabat Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.
Isu kepindahan RMS semakin menguat usai Kongres PSI di Solo pertengahan Juli 2025 lalu. Di mana, putra mahkota RMS, Muammar Ferirae Gandi langsung dijadikan Ketua PSI Sulsel menggantikan Muhammad Surya.
Posisi Gandi tersebut diikuti keluarga elite Partai NasDem lainnya. Yakni, istri Bupati Enrekang dari NasDem Yusuf Ritangnga, Ratnawati Muchlis menjadi Ketua PSI Sulsel.
Nama lainnya, drg Ulfah Nurul Huda.
Ulfah merupakan putri dari Ketua Nasdem Barru sekaligus mantan Bupati Barru dua periode, Suardi Saleh.
Baca Juga:
Puluhan Tahun Semrawut, Pasar Tumpah di Jalan Veteran Makassar Akhirnya Ditertibkan
CGN Gelar “Open Day” Serentak di Lima Negara, Dorong Edukasi Energi Hijau dan Pertukaran Budaya
Ulfah sebelumnya adalah calon bupati di Pilkada Barru 2024 jagoan Partai Nasdem.
Sekarang, Ulfah memimpin PSI Barru.
Fenomena serupa diikuti putra Bupati sekaligus Ketua DPD Nasdem Pinrang Andi Irwan Hamid, Andi Ichsan Aswad yang langsung menjabat Ketua DPD PSI Pinrang.
Alasannya Pindah Hanya RMS yang Tau
Pakar Politik dari Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Tamma, menilai kepindahan RMS ke PSI merupakan hal yang lumrah dalam politik Indonesia. Namun, alasan di balik perpindahan tersebut otomatis menjadi tanda tanya besar.
Baca Juga:
Goda Anak SMP, Tukang Sate di Makassar Diamuk Massa
Pemprov Perkuat Transformasi Perpustakaan di Era AI
Memaknai ulang pertumbuhan 5,61%: Dari perdebatan angka menuju penguatan fondasi ekonomi nasional
“Fenomena kader pindah partai politik itu biasa saja di Indonesia, bukan hal aneh. Yang jadi pertanyaan adalah alasan pindahnya. Umumnya karena ingin mendapat posisi yang lebih baik, peluang yang lebih besar, atau partai yang lebih sesuai dengan visi politiknya,” katanya.
Menurut Dekan FISIP Unhas ini, secara hitung-hitungan rasional hampir tidak ada alasan kuat RMS untuk pindah ke PSI. Itu jika melihat posisinya saat ini sebagai Ketua DPW NasDem Sulsel, anggota DPR RI, dan tokoh yang sukses mengantarkan NasDem mendominasi kursi legislatif di Sulawesi Selatan. Serta berhasil memenangkan 11 usungannya dari 24 Kabupaten/Kota do Sulsel.
Terlebih lagi, kata Sukri, PSI dinilai belum mapan secara struktur dan tidak memiliki keterwakilan di DPR RI.
“Kalau Pak RMS pindah, maka secara otomatis harus mencabut jabatannya sebagai anggota DPR, karena sudah tidak lagi mewakili NasDem. Itu konsekuensi sederhana,” ujarnya.
Lebih jauh, Sukri menilai, kepindahan RMS kemungkinan besar bersifat sangat personal. Sehingga yang dapat menjawab hal itu hanya RMS sendiri.
“Kalau dari sisi posisi, peluang, dan prestasi, semuanya sudah di tangan Pak RMS. Jadi kalau pindah, mungkin ada sesuatu yang hanya beliau sendiri yang tahu,” tukasnya.
Segini Pendapatan yang Ditinggalkan RMS
Diketahui, kepindahan RMS ke PSI secara tidak langsung harus merelakan kursinya di DPR RI. Sehingga pendapatan fantastis akan hilang.
RMS masih berstatus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari NasDem untuk periode 2024 – 2029.
Rusdi Masse menerima gaji pokok Rp16 juta dan uang tunjangan Rp59 juta setiap bulan sebagai anggota DPR RI.
Gaji setahun mencapai Rp900 juta.
Selain itu Rusdi Masse juga menerima dana aspirasi sebesar Rp450 juta.
Dana aspirasi diterima anggota DPR RI lima kali dalam setahun. Totalnya mencapai Rp2,25 miliar.
Ada pula dana kunjungan daerah pemilihan sebesar Rp140 juta. Jika ditotal nilaninya sekitar Rp3 miliar lebih. (*)







