HALLOMAKASSAR.COM – Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gowa mulai memasuki fase krusial.
Penjaringan bakal calon resmi dibuka, sementara nama-nama figur yang berpotensi memimpin partai berlambang pohon beringin itu mulai menjadi perhatian menjelang Musyawarah Daerah (Musda) pada 16 November 2026.
Salah satu figur yang dijadwalkan mengembalikan formulir pendaftaran adalah Lukman B Kady pada Jumat (30/10/2026).
Sekretaris Partai Golkar Kabupaten Gowa, Kaswandi, mengatakan proses pendaftaran dan pengembalian formulir bakal calon ketua berlangsung sejak Kamis, 29 Oktober, hingga Sabtu, 31 Oktober 2026.
“Sejak kemarin hingga besok kami mulai memasuki tahapan pengembalian formulir pendaftaran bakal calon ketua,” ujar Kaswandi, Jumat (30/10/2026).
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Sulsel Lukman B Kady (LBK) menyatakan siap maju menahkodai beringin di Gowa.
“Kalau itu amanah partai, insyaallah saya siap untuk maju menjadi Ketua DPD Golkar Kabupaten Gowa,” kata Lukman B Kady beberapa waktu lalu.
Jika dipercaya memimpin Golkar Gowa, LBK mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat struktur partai. Salah satu fokus utamanya yakni membenahi sumber daya manusia, khususnya jajaran pimpinan di tingkat kecamatan.
Menurutnya, Gowa memiliki wilayah yang luas dengan 18 kecamatan sehingga membutuhkan kader dan pengurus yang mampu membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menggerakkan mesin partai.
“Karena Kabupaten Gowa ini memiliki wilayah yang luas, 18 kecamatan, otomatis pasti butuh orang-orang yang menjadi pimpinan kecamatan itu yang mampu untuk meningkatkan atau menggalang masyarakat bagaimana bisa senang dan suka terhadap Golkar,” jelasnya.
Golkar Sulsel sendiri memasang target peningkatan perolehan kursi hingga 50 persen pada Pemilu mendatang. Untuk Kabupaten Gowa, target tersebut berarti Golkar harus menambah dua kursi dari empat kursi yang saat ini dimiliki menjadi enam kursi DPRD.
Ia menilai target tersebut sangat realistis, bahkan terbuka peluang untuk meraih lebih dari enam kursi.
“Menurut saya sangat potensial dapat 50 persen, insyaallah bisa lebih dari itu juga. Saya sudah punya beberapa ancang-ancang sumber daya manusia yang mau saya rekrut nanti, jika saya diberi amanah memimpin DPD II Golkar Gowa,” tuturnya.
Dengan tambahan dua kursi, Lukman menyebut Golkar memiliki peluang kembali merebut posisi pimpinan DPRD Gowa.
“Menambah dua, menjadi enam. Nah, itu. Paling tidak kita harus merebut pimpinan,” tegasnya.
Ia menyebut Gowa memiliki sejarah panjang sebagai salah satu basis besar Golkar di Sulawesi Selatan. Bahkan, Golkar pernah menjadi kekuatan dominan dengan raihan hingga 19 kursi di DPRD Gowa.
Namun, perolehan kursi tersebut kini mengalami penurunan. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan bagi Golkar untuk kembali memperkuat basis politiknya di Gowa.
“Karena Gowa ini adalah sejarah terbesar, Gowa ini adalah partai besar, Golkar di Gowa. Pernah menjadi pemenang utama, pernah kalau saya tidak salah 19 kursi di Kabupaten Gowa. Nah, sekarang ini agak turun,” katanya.
Lukman menilai penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan menjadi salah satu kunci untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Gowa.
Ia juga menegaskan bahwa Gowa maupun Takalar sama-sama memiliki basis politik bagi dirinya. Namun, tantangan untuk meningkatkan perolehan kursi di Gowa menjadi salah satu alasan dirinya siap jika mendapat amanah memimpin daerah tersebut.
“Kalau persoalan berbicara basis, Gowa juga basis saya, Takalar juga basis saya. Tapi karena ada tantangan, ada tantangan besar,” tuturnya.
LBK menyebut arahan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia agar partai meningkatkan perolehan kursi di seluruh tingkatan menjadi salah satu motivasi untuk menjawab tantangan tersebut.
“Tantangan inilah, sesuai arahan Pak Ketua DPD Sulsel Pak Ilham Arief Sirajuddin, membuat saya tertantang,” pungkasnya. (*)








