HALLOMAKASSAR.COM– Potret antrean kendaraan melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) hampir ditemui di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar dan beberapa daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Antrean tersebut khususnya kendaraan yang hendak mengisi BBM bersubsidi jenis solar.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) akan melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya penyimpangan dalam distribusi BBM.
“Ya, terkait dengan langkanya BBM, tentu kita tidak akan diam. Nanti dari Krimsus akan tetap melakukan penyelidikan,” kata Didik kepada wartawan di Mapolda Sulsel.
Ia mengatakan, penyelidikan tersebut nantinya akan mengungkap apakah terdapat praktik mafia BBM atau faktor lain yang menyebabkan solar sulit didapatkan.
“Apakah itu ada mafia atau tidak ada mafia, nanti akan kita sampaikan kembali. Yang jelas, Polda akan tetap melakukan kegiatan penyelidikan. Kalau memang ada, pasti akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Didik menegaskan Polda Sulsel tidak akan menoleransi apabila penyelidikan menemukan adanya penyimpangan maupun praktik mafia dalam distribusi BBM, khususnya solar.
“Polda Sulsel berkomitmen, kalau memang itu ada penyimpangan dan juga ada mafia dari BBM, terutama solar, pasti akan kita tindak lanjuti secara hukum,” tegasnya.
Menurut Didik, penindakan akan dilakukan setelah penyidik menemukan bukti dan unsur pidana dalam kasus tersebut.
“Jadi tidak akan kita tolerir. Kalau memang dari hasil penyelidikan nanti kita temukan, kemudian akan kita lakukan pemeriksaan dan terpenuhi unsurnya, akan kita tindak lanjuti secara hukum,” katanya.
Selain melakukan penyelidikan, Polda Sulsel juga akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menelusuri penyebab kelangkaan BBM. Didik mengatakan koordinasi akan dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel dengan Pertamina, pengelola SPBU, serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan distribusi BBM.
“Nanti semua pihak akan kita koordinasikan, apakah itu Pertamina, SPBU dan lain sebagainya. Nanti akan dikoordinasikan oleh Krimsus,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi dan penyelidikan tidak hanya berkaitan dengan kelangkaan BBM. Aparat juga akan mendalami persoalan kelangkaan komoditas energi lainnya, termasuk LPG, jika ditemukan adanya masalah distribusi.
“Termasuk semua permasalahan, baik itu nanti BBM, nanti LPG, nanti ada dari Krimsus akan berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan kelangkaan tersebut,” imbuh Didik.(*)








