HALLOMAKASSAR.COM –PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (PLN UID Sulselrabar) menyebut pemadaman bergilir yang terjadi disebabkan penurunan
debit air pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) serta pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan yang sedang berlangsung.
“Saat ini sedang dilakukan pemeliharaan pada infrastruktur ketenagalistrikan yang berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah. Untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban,” kata Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan dalam keterangannya, Selasa, (1/9/2026).
Niki menyebut estimasi durasi penanganan dan pemadaman berkisar selama dua jam, tergantung kondisi teknis di lapangan.
“Tim PLN terus melakukan upaya percepatan agar pasokan listrik dapat segera kembali normal. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berterima kasih atas pengertian serta kesabaran pelanggan,” jelasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan kendala utama berasal dari berkurangnya pasokan air pada sejumlah PLTA vital di wilayah tersebut. Baca berita tanpa iklan.
“Faktornya pembangkit listrik tenaga air mulai kekurangan air, seperti PLTA Bakaru dan Waduk Bili-Bili. Tinggi permukaan airnya sudah turun,” terang Jufri.
Ia menambahkan, opsi peralihan penuh ke pembangkit bermotor diesel juga terkendala tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Hal tersebut memicu langkah efisiensi berupa pemadaman bergilir untuk menjaga operasional.
“Tentu PLN memperhitungkan efisiensi agar tidak merugi, sehingga teknik yang paling lazim digunakan adalah pemadaman bergilir. Masyarakat diimbau menyikapi ini dengan menyiapkan alternatif penunjang,” imbuhnya. (*)







