Emak-Emak Lakkang Caddi Bubarkan Aksi PMII di Jalan Urip Sumoharjo Makassar

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Belasan kader PMII yang hendak menggelar unjuk rasa di depan pintu keluar Kampus Universitas Muslim Indonesia atau UMI Makassar di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa, 4 Agustus 2026, membubarkan diri setelah didatangi puluhan emak-emak warga Lakkang Caddi.

Massa PMII memilih mundur dan menghentikan aksinya ketika sekitar 20 emak-emak datang ke lokasi.

Kelompok emak-emak itu merupakan bagian dari warga yang saat ini tengah menggugat perdata sengketa tanah warisan seluas 24,5 hektare di Lakkang Caddi, Kelurahan Pampang, di Pengadilan Negeri Makassar.

Menurut warga, tidak seharusnya ada pihak di luar perkara ikut mencampuri proses gugatan yang kini sedang berjalan di PN Makassar dengan nomor 254/PDT.G/2026/PN Mks.

Salah seorang ahli waris penggugat, Salma Daeng Ngagi, meminta proses hukum dibiarkan berjalan tanpa campur tangan pihak luar.

“Kami menduga massa tersebut merupakan orang suruhan dari Kelompok mafia tanah yang mencoba merebut tanah leluhur Kami,” ujar Salma.

Ia kembali menegaskan harapannya agar majelis hakim bisa menyidangkan perkara itu tanpa tekanan dari pihak yang tidak terkait langsung dengan gugatan.

“Kami harapkan jangan ada pihak yang mencampuri proses gugatan kami, biarkan majelis Hakim menyidangkan tanpa Ada campur tangan pihak luar,” ujar Salma.

Massa PMII Mundur ke Dalam Kampus

Saat didatangi dan dikejar sekelompok ibu-ibu, massa PMII memilih mundur dan masuk ke area Kampus UMI Makassar.

Pergerakan massa di ruas Jalan Urip Sumoharjo itu sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas, terutama karena terjadi pada jam pulang kerja.

Hingga bahan ini diterima, belum ada keterangan dari pihak PMII yang dimuat mengenai alasan aksi maupun tanggapan mereka atas tudingan dari pihak ahli waris.

Peristiwa ini memperlihatkan ketegangan di luar ruang sidang yang mulai mengiringi sengketa tanah Lakkang Caddi yang kini sedang diperiksa di PN Makassar.

Berita Terkait

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw
Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa
Pansus DPRD Sulsel Konsultasi Aturan Profit Sharing IUPK ke Kementerian ESDM
Nahkodai PSSI Sulsel, Appi  Siapkan Pembinaan Klub Lokal dan Kompetisi Usia Muda
Pemprov Sulsel Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Ini Tujuannya
Bawaslu Sulsel Beri Jaminan Imunitas Karir – Bebas Mutasi Bagi Pelapor Kekerasan Seksual
Proyek Irigasi Air Tanah Rp 1,6 Miliar di Jeneponto Belum Selesai, Mahasiswa Desak Kejari Periksa Balai
Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo Dukung BNN Putus Jaringan Bandar Narkoba di Sulsel

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Pansus DPRD Sulsel Konsultasi Aturan Profit Sharing IUPK ke Kementerian ESDM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Nahkodai PSSI Sulsel, Appi  Siapkan Pembinaan Klub Lokal dan Kompetisi Usia Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Pemprov Sulsel Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Ini Tujuannya

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw

Jumat, 30 Okt 2026 - 18:36 WIB

Adik Komjen Pol (Purn) Fadil Imran, Muhammad Yanuar Iswandi (kiri) dan mantan suami eks Bupati Gowa Husniah Talenrang, Khaerul Aco (kanan).

Politik

Dua Nama Menguat Jadi Pendamping Darmawangsyah Muin di Gowa

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:36 WIB