Dugaan Permainan Harga Pupuk Subsidi

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM –  DPRD Sulawesi Selatan menyikapi serius dugaan permainan harga pupuk subsidi yang meresahkan petani di Kabupaten Bone. Bahkan  berpotensi manipulasi jalur distribusi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Komisi B  Bidang Perekonomian DPRD Provinsi Sulawesi Selatan  menerima laporan dari para petani di Kabupaten Bone yang merasa dirugikan. Itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Kantor sementara DPRD Sulsel, Rabu, 3 Juni 2026 lalu.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Machmud, memimpin RDP, mengungkapkan  laporan petani mengindikasikan adanya modus perpanjangan mata rantai penyaluran pupuk bersubsidi  tidak sesuai prosedur.

Menurut Yasir, ada dugaan perpanjangan mata rantai penyaluran pupuk subsidi pada 5 kecamatan di Bone.

“Seharusnya dari produsen ke PUD (distributor), lalu ke PPTS (pengecer), baru ke kelompok tani. Namun, ternyata ada pihak lain yang diduga ikut bermain melakukan jual-beli di antaranya,” ujar Yasir Machmud usai RDP.

Indikasi permainan jual beli pupuk bersubsidi di lima kecamatan di Kabupaten Bone, yaitu Amali, Sibulue, Cina, Tonra, dan Mare. Dugaan pelanggaran ini dilaporkan terjadi selama periode tahun 2025-2026.

Petani melaporkan bahwa mereka harus menebus pupuk bersubsidi dengan harga mencapai Rp110.000 per sak, padahal standar harga nasional tingkat kios resmi untuk pupuk Urea adalah Rp90.000 per sak isi 50 kg dan NPK Phonska Rp92.000 per sak isi 50 kg.

“Yang dipermasalahkan adalah beban ongkos kirimnya. Untuk jarak yang sama, Urea dibebankan biaya angkut Rp20 ribu per sak, sementara NPK Phonska Rp18 ribu per sak, padahal beratnya sama-sama 50 kg,” kata Yasir.

“Ini ada modus-modus tertentu yang harus kita cek secara detail di lapangan,” pungkas legislator asal Dapil Bone ini.

Menanggapi permasalahan ini, Senior Manager Regional 4A PT Pupuk Indonesia (Persero), Sukodim,  membantah  pihaknya tidak pernah menginstruksikan penjualan pupuk, baik subsidi maupun non-subsidi, secara langsung kepada petani.

Menurut Sukodim, tidak ada kewajiban bagi petani untuk menerima pengantaran pupuk, melainkan petani harus mengambilnya langsung di kios resmi. Ia meminta agar bukti-bukti pelanggaran disampaikan untuk segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

PT Pupuk Indonesia berkomitmen untuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai aturan dan HET, serta akan menindak tegas distributor atau pengecer yang melanggar.(*)

Berita Terkait

Gubernur Sulsel Bicara Soal Penanganan ATS di Pusat, Harap Kolaborasi Semua Pihak
Beri Kuliah Umum di Unhas, Mentan Amran Langsung Cabut Izin Distributor Pupuk Nakal
Gubernur Sulsel Apresiasi Pengungkapan Penyalahgunaan BBM-LPG
DPRD Sulsel Akan Kaji Polemik Seleksi Paskibraka, Mulai Dugaan Diskriminasi Hingga Transparansi
Abdul Malik: P2P Bawaslu Perkuat Kesadaran Kritis Masyarakat terhadap Potensi Pelanggaran Pemilu
Baru Sepekan Menjabat, Kombes Taufik Herdiansyah Bongkar Mafia BBM Ilegal di Sulsel
Jemput Jemaah Haji, Bupati Sidrap Dikira Petugas Bandara
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp1 M untuk RS Syekh Yusuf Gowa

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:10 WIB

Dugaan Permainan Harga Pupuk Subsidi

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:09 WIB

Gubernur Sulsel Bicara Soal Penanganan ATS di Pusat, Harap Kolaborasi Semua Pihak

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:59 WIB

Beri Kuliah Umum di Unhas, Mentan Amran Langsung Cabut Izin Distributor Pupuk Nakal

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:21 WIB

Gubernur Sulsel Apresiasi Pengungkapan Penyalahgunaan BBM-LPG

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:54 WIB

DPRD Sulsel Akan Kaji Polemik Seleksi Paskibraka, Mulai Dugaan Diskriminasi Hingga Transparansi

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Dugaan Permainan Harga Pupuk Subsidi

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:10 WIB

Info Makassar

Pemkot Makassar Mulai Susun Timsel Calon Direksi PDAM

Jumat, 5 Jun 2026 - 09:13 WIB

Nasional

Mendagri Siapkan Langkah Strategis Tingkatkan Kesehatan BUMD

Jumat, 5 Jun 2026 - 08:58 WIB