HALLOMAKASSAR.COM-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar
Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk
Anggota legislatif se-Sulawesi Selatan
yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Kamis (4/6/2026). Bimtek tersebut turut membahas kebijakan nasional dengan menghadirkan narasumber, Dr. Ariyadi Arsal, S.P., M.Si.
Di hadapan seluruh legislator PKS tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, ia memaparkan materi krusial bertajuk “Crisis, Pressure, and Legacy Management”.
Dalam pemaparannya yang berlangsung di Lotus Ballroom, Dr. Ariyadi Arsal menekankan pentingnya bagi setiap pejabat publik untuk memiliki ketahanan mental dan strategi yang matang saat menghadapi krisis. Menurutnya, dunia politik tidak lepas dari tekanan (pressure), baik dari konstituen maupun dinamika kebijakan nasional.
“Seorang legislator tidak hanya dituntut bekerja saat situasi normal. Ujian sesungguhnya adalah bagaimana mereka mengelola krisis dan tetap tenang di bawah tekanan untuk mengambil keputusan yang berpihak pada rakyat,” ujar Ariyadi.
Membangun Warisan (Legacy) yang Berkelanjutan Selain membahas manajemen krisis, Dr. Ariyadi juga menyoroti pentingnya Legacy Management. Ia mengajak para legislator PKS untuk mulai memetakan “warisan” kebijakan atau kemanfaatan apa yang ingin mereka tinggalkan setelah masa jabatan berakhir.
“Jabatan adalah amanah yang ada batasnya. Legacy bukan sekadar tentang nama baik, tapi tentang sistem dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat secara jangka panjang,” tambahnya di sela-sela materi.
Agenda yang dimulai sejak pagi hari ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta. Diskusi berlangsung interaktif hingga menjelang waktu salat Dzuhur. Para peserta tampak antusias menggali strategi taktis dalam menghadapi isu-isu strategis di daerah pemilihan masing-masing.
Kegiatan Bimtek ini merupakan komitmen PKS Sulawesi Selatan untuk memastikan seluruh wakil rakyatnya memiliki standar kompetensi yang tinggi dan integritas yang kokoh dalam mengawal aspirasi masyarakat.(*)







