Wali Kota Makassar Minta FKUB Perkuat Kolaborasi dan Bangun Stigma Kota Toleran

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 1 Desember 2025 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM— Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat toleransi antarumat beragama di Kota Makassar.

Hal itu Munafri sampai saat menerima audiensi yang dilakukan oleh jajaran FKUB Kota Makassar dipimpin Ketua FKUB Prof. Arifuddin Ahmad, bersama perwakilan Konghucu, Buddha, Hindu, Protestan, MUI, Wahdah Islamiyah, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar di Balaikota Makassar, Senin (1/12/2025).

Ia meminta FKUB bersama pemerintah serta para tokoh agama membangun kolaborasi untuk menghilangkan stigma nasional yang kerap melekat bahwa Makassar termasuk dalam daftar kota intoleran.

“Kita selalu dianalogikan sebagai kota yang intoleran, hampir mendekati posisi paling bawah. Padahal di tengah masyarakat, sebenarnya tidak seperti itu,” tegasnya.

Munafri mengungkapkan bahwa persepsi tersebut muncul bukan karena realitas sosial, melainkan pola penyampaian informasi dan cara penilaian tertentu yang menjadikan Makassar terlihat rentan konflik.

“Demo biar sedikit diberitakan seolah banyak. Perdebatan tetangga dianggap konflik antaragama. Inilah tantangan yang harus kita benahi bersama,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa fondasi keberagaman di Makassar sejatinya sangat kuat dan telah lama terbangun secara kultural. Karena itu, upaya untuk memperbaiki persepsi publik harus dilakukan secara kolektif.

“Tugas berat ini tidak mungkin selesai hanya dengan FKUB, dan tidak mungkin selesai hanya dengan pemerintah. Semua harus bekerja bersama, terutama para pemimpin agama untuk turun ke masyarakatnya memberikan pemahaman,” jelas Munafri.

Munafri juga menegaskan bahwa pondasi hidup berdampingan di Makassar hanya dibedakan oleh akidah, bukan oleh kemanusiaan atau ruang sosial.

“Tidak ada yang bisa menghalangi saya bersahabat dengan siapa pun hanya karena perbedaan keyakinan. Yang salah adalah ketika ada yang melarang orang lain beribadah sesuai agamanya,” tutur Munafri.

Pada kesempatan yang sama, Munafri mengapresiasi pencapaian FKUB yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan sebagai FKUB dengan kinerja terbaik tingkat nasional. Ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pengurus FKUB berpuas diri.

“Ini adalah pencapaian yang patut kita apresiasi. Tapi juga harus menjadi momentum untuk meningkatkan kerja-kerja kerukunan agar Makassar keluar dari stigma intoleransi,” tutupnya.

Pada kesempatan itu, Ketua FKUB Kota Makassar Prof. Arifuddin menyampaikan bahwa Penghargaan bergengsi yang diterima FKUB Makassar dari Kementerian Agama RI.

Hal itu menjadi momentum pengakuan nasional atas kerja kolaboratif antara Pemerintah Kota Makassar dan FKUB dalam membangun iklim keberagaman yang rukun.

FKUB Kota Makassar meraih Harmony Award 2025 untuk kategori Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kinerja Terbaik.

“Penghargaan yang diterima FKUB tahun ini tidak lepas dari dukungan pemerintah kota dan kolaborasi lintas lembaga,” ujar Prof. Arifuddin secara langsung ke Munafri.

Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan rapat kerja FKUB pada 15 Desember mendatang, dan berharap kehadiran Munafri sebagai Wali Kota Makassar pada pembukaan kegiatan tersebut.(*)

Berita Terkait

Tak Terprovokasi Pihak Luar, PKL Bercat Kuning di Bontoala Pilih Bongkar Sendiri Lapaknya
Calon Ketua DPC Kabupaten/Kota PPP di Sulsel Akan Diikat Pakta Integritas
Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko Backup Air Bersih
Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar, 68 Pendaftar  Berlatar Belakang Aktivis hingga Profesor
Penertiban Humanis di Tallo, Lapak di Atas Drainase Ditata, Sebagian Dibongkar Mandiri
Pemkot Makassar Siaga Hadapi “Godzilla El Nino”, BPBD Jadi Komando Darurat Air dan Kesehatan
Wali Kota Munafri Bersama Wamenbud RI Bahas Event Nasional KMI 2026 Dipusatkan di Makassar
Masuki Triwulan II, Wali Kota Munafri Ultimatum  SKPD Agar Akselerasi dan Efektivitas Program Prioritas

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:28 WIB

Tak Terprovokasi Pihak Luar, PKL Bercat Kuning di Bontoala Pilih Bongkar Sendiri Lapaknya

Sabtu, 18 April 2026 - 05:42 WIB

Calon Ketua DPC Kabupaten/Kota PPP di Sulsel Akan Diikat Pakta Integritas

Jumat, 17 April 2026 - 14:19 WIB

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko Backup Air Bersih

Jumat, 17 April 2026 - 10:53 WIB

Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar, 68 Pendaftar  Berlatar Belakang Aktivis hingga Profesor

Jumat, 17 April 2026 - 07:40 WIB

Penertiban Humanis di Tallo, Lapak di Atas Drainase Ditata, Sebagian Dibongkar Mandiri

Berita Terbaru