HALLOMAKASSAR.COM– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) berjanji akan melakukan pembangunan jalan ke Kecamatan Seko, Luwu Utara (Lutra) tahun ini. Pemprov
akan kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU). Anggaran disiapkan sebesar Rp68 miliar.
Pemprov Sulsel telah mengintervensi pembukaan akses menuju Kecamatan Seko, Luwu Utara, sepanjang 15,45 kilometer. Rencana pembangunan akses jalan ke Seko melalui skema Instruksi Jalan Daerah (IJD).
Skema pembiayaan bersama, yakni KemenPU mengalokasikan anggaran sebesar Rp 48 miliar, sementara Pemprov Sulsel menyiapkan Rp 20 miliar.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pembangunan jalan menuju Seko akan dilakukan secara bertahap. Anggaran dialokasikan melalui skema pembiayaan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Insyaallah 2026 kita bersama pusat patungan untuk jalan Seko. Total 68 miliar untuk tembuskan jalan ke Seko, doakan 2027 (rampung) karena bertahap. Semoga semua lancar,” kata Andi Sudirman dalam keterangannya.
Andi Sudirman berharap, pembangunan akses jalan ke Seko membuka keterisolasian wilayah. Jika akses Seko terbuka, distribusi logistik akan lancar serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Lutra.
“Kami butuh proses tapi kita semua warga Luwu Utara harus jaga bersama bahwa ini bukan jalan untuk akses penebangan pohon ilegal tapi untuk akses membantu warga terkoneksi,” ungkap Andi Sudirman.
Sementara, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan menjelaskan, proses lelang dari anggaran KemenPU dilakukan secara terpisah dengan APBD Sulsel. Saat ini paket pekerjaan dari KemenPU telah memiliki pemenang proyek.
“Kita sedang proses juga ini, secepatnya kita lelang (pembangunan jalan Seko di Luwu Utara),” kata Andi Ihsan dalam keterangannya.
Ihsan menjelaskan, proses lelang dari anggaran KemenPU dilakukan secara terpisah dengan APBD Sulsel. Saat ini paket pekerjaan dari KemenPU telah memiliki pemenang dan akan segera melakukan pembangunan begitu penandatanganan kontrak kerja dilakukan.
Baca Juga:
City to City Makassar–Maniwa Diluncurkan, Implementasi Model Biomassa Sirkular
Kuasa Hukum Rusman Lapor Etik ke BK DPRD Soppeng, Tuntut Ketua DPRD Dicopot
HIPMI Run 8K di CPI Makassar, Simbol Dukungan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Pemprov Sulsel memastikan kawasan Luwu Raya menjadi prioritas pembangunan. Pemprov tidak hanya fokus membangun Seko di Luwu Utara, tetapi juga menyasar pembangunan infrastruktur di Palopo, Luwu, hingga Luwu Timur.
Total Rp 1,041 triliun anggaran pembangunan telah dikucurkan di kawasan Luwu Raya. Anggaran itu diakomodir melalui APBD Pemprov Sulsel dan APBN 2025.
Anggaran tersebut melampaui kontribusi pendapatan daerah Luwu Raya ke kas Pemprov Sulsel yang tercatat sebesar Rp 806 miliar berdasarkan data realisasi APBD Sulsel tahun anggaran 2025. Kontribusi pendapatan tersebut berasal dari seluruh jenis pajak daerah.
Sementara belanja pembangunan yang dialokasikan Pemprov Sulsel untuk Luwu Raya melalui APBD Provinsi Sulsel mencapai Rp 935 miliar. Angka ini belum termasuk tambahan dukungan APBN melalui berbagai skema pembiayaan yang difasilitasi Pemprov Sulsel ke pemerintah pusat.
Baca Juga:
Salah satu porsi anggaran terbesar dialokasikan melalui skema Multi Years Contract (MYC) dengan nilai hampir Rp 400 miliar. Anggaran tersebut menjadi alokasi MYC terbesar dibandingkan wilayah lain di Sulsel.
Program MYC ini mencakup pembangunan satu unit rumah sakit regional modern dan terlengkap di Kabupaten Luwu. Selain itu ada penanganan jaringan irigasi sepanjang 58.540 meter untuk mendukung daerah irigasi seluas sekitar 11.000 hektare.
Adapula peningkatan jalan strategis kewenangan provinsi sepanjang lebih dari 35 kilometer. Selain melalui APBD, dukungan APBN untuk sektor pertanian di Luwu Raya mencapai Rp 107 miliar.(*)







