Pembebasan Lahan Hambat Bendungan Jenelata, Progres Pekerjaan Masih Dibawah 20 Persen

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 22 Oktober 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM-Proses pembangunan Bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa berjalan lamban. Pembebasan lahan yang belum tuntas menjadi kendala. Saat ini, progres Pekerjaan masih dibawah 20 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat meninjau pekerjaan Bendungan Jenelata, Selasa 21 Oktober 2025. Dalam peninjauan itu, Andi Sudi didampingi Kajati Sulsel, Agus Salim dan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.

‘Kami berkunjung hari ini untuk melihat progres sejauh mana Bendungan Jenelata bersama Bapak Kajati yang sangat aktif dan proaktif mendukung pembebasan lahan dan pendampingan. Luar biasa progressnya sudah hampir 20 persen,” ucap ASS akronim Andi Sudirman Sulaiman.

Adik Mentan RI, Amran Sulaiman ini beraheap akselerasi konstruksi Bendungan Jenelata berjalan lebih cepat lagi. Sebagai bentuk dukungannya, dirinya berharap ada pertemuan rutin setiap dua bulannya untuk memastikan progres berjalan sesuai perencanaan yang ada.

“Nanti saya bersama Bupati Gowa akan selalu kesini, minimal dua bulan untuk mengecek pogresnya, kalau bisa ada jadwal rutin rapat disini bersama seluruh pihak yang terlibat,” jelasnya

“Proyek ini sangat penting sebagai investasi untuk petani dan masyarakat kita, sekaligus sebagai pengendali banjir dan penggerak ekonomi di bidang pertanian dan pariwisata,” sebutnya.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mendukung, agar bendungan yang merupakan proyek stategis pemerintah pusat ini berjalan dan dapat segera difungsikan sesuai target.

“Alhamdulillah hari ini kita berdiskusi bersama Bapak Gubernur, Kajati Sulsel dan BBWS untuk menyelesaikan seluruh permasalahan-permasalahan yang ada agar tidak menghalangi proses pembangunan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembebasan lahan tahap keempat yang dikelola Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang ini ditargetkan rampung pada Februari 2026.

“Insya Allah berkat arahan pak Gubernur tadi, kami akan rutin memantau dan turun lapangan per dua bulannya untuk melihat sejauh mana progres pembangunan ini berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kajati Sulsel, Agus Salim, menyampaikan progres pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa ini menunjukkan kemajuan pesat.

Menurutnya, proyek strategis nasional senilai Rp4,1 triliun ini akan membawa dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan.

“Saya sudah mendampingi pembangunan Jenelata ini hampir satu tahun enam bulan. Sekarang, Alhamdulillah, progresnya luar biasa. Bahkan sudah hampir 20 persen,” ungkapnya.

Ia menyebut, dari total anggaran Rp4,1 triliun, sekitar Rp1 triliun sudah mengalir di kawasan tersebut. Menurutnya, pembangunan Bendungan Jenelata bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi juga investasi sosial yang akan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, dirinya mengaku pendampingan kejaksaandalam proyek ini sangat membantu khususnya dalam penyelesaian masalah ganti rugi tanah, sehingga proyek bisa berjalan lancar tanpa hambatan hukum.

“Cara berpikir saya sederhana, kalau masyarakat sejahtera, angka kriminal akan turun, terlebih nantinya bendungan ini bisa mengairi sawah hingga 25.000 hektar di empat kabupaten, menjadi cadangan air 226 juta liter, serta membuka lapangan kerja dan potensi wisata. Banyak manfaatnya bagi masyarakat Gowa dan sekitarnya,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

DKPP, Unhas, dan UMI Bedah Integritas Penyelenggara Pemilu di Makassar
Komcad ASN di Sulsel Jadi Pilot Project Nasional
Legislator Sulsel Patarai Amir Sorot Perubahan Sistem PPDB
Pemprov Sulsel Dorong Percepatan Perolehan SLHS dan Peningkatan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada SPPG
Bawaslu Ajak Mahasiswa  Tingkatkan Literasi Demokrasi
Tak Beri Ampun  Bandar Sabu, Satresnarkoba Polres Torut Sisir Jalur Gelap Rantepao–Palopo
Andi Nirawati Minta Sistem Pengaduan Digital untuk Awasi Program MBG
Program MBG Masih Timbulkan Polemik, DPRD Sulsel Gelar RDP dengab KPPG

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:17 WIB

DKPP, Unhas, dan UMI Bedah Integritas Penyelenggara Pemilu di Makassar

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:31 WIB

Komcad ASN di Sulsel Jadi Pilot Project Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:15 WIB

Legislator Sulsel Patarai Amir Sorot Perubahan Sistem PPDB

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:13 WIB

Pemprov Sulsel Dorong Percepatan Perolehan SLHS dan Peningkatan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada SPPG

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:07 WIB

Bawaslu Ajak Mahasiswa  Tingkatkan Literasi Demokrasi

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

DKPP, Unhas, dan UMI Bedah Integritas Penyelenggara Pemilu di Makassar

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:17 WIB

Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana (tengah) didampingi Andi Widya Syadzwina (ujung kiri) dan Taqwa  Bahar (ujung kanan).

Info Makassar

Permudah Warga, LONTARA+ Makassar Kini Bisa Diakses Lewat  Website

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:55 WIB