HALLOMAKASSAR.COM –Ketua OKK DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Tobo Haeruddin, angkat bicara terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk mengisi kursi DPR RI yang ditinggalkan Rusdi Masse Mappasessu (RMS) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel III.
Dapil Sulsel III sendiri meliputi Kabupaten Sidrap, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, serta Kota Palopo. Pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, NasDem berhasil mengamankan dua kursi di dapil tersebut.
Menurut Tobo, DPW NasDem Sulsel tengah mencermati nama-nama calon pengganti berdasarkan perolehan suara dan status keanggotaan di partai.
“Setelah melihat perolehan suara di bawah RMS, tentu yang masih ‘steril’ dan tidak bermasalah, itu yang akan kami kirim ke DPP atas keputusan DPW,” kata Tobo kepada wartawan, Selasa, (3/2/2026).
Tobo menjelaskan, beberapa nama yang secara perolehan suara berada di bawah RMS kini tidak lagi memenuhi syarat untuk diusulkan sebagai calon PAW.
Seperti Putri Dakka yang meraih suara di ketiga. Putri Dakka dianggap tidak bisa diusulkan karena pernah maju di Pilwali Palopo 2024 melalui PDI Perjuangan.
“Putri Dakka sudah bertarung di Palopo melawan NasDem lewat pintu PDIP. Artinya sudah tidak bersyarat diusulkan,” tegasnya.
Sementara itu, Andi Aslam Patonangi yang berada di posisi keempat telah mengundurkan diri dari Partai NasDem. Adapun Haryana Hakim, peraih suara kelima, juga dinilai tidak lagi memenuhi kriteria karena ditengarai memiliki afiliasi kuat dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“ Jadi secara politik sudah berbeda arah,” ujar Tobo.
Baca Juga:
Andi Amran Sulaiman Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Kembal IKA Unhas Periode 2026-2030
Pelantikan HDCI, Appi Tawarkan Makassar sebagai Pusat Touring Nasional di Sulawesi
Kolaborasi Lintas Sektor Aktif Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Warga Di 15 Kecamatan
Dengan kondisi tersebut, Tobo menyebut nama Judas Amir sebagai figur yang paling berpeluang diusulkan sebagai calon PAW RMS, meski dalam Pileg 2024 lalu berada di posisi keenam perolehan suara.
“Paling steril ini Judas. Kalau mau ditakar, Judas ini dua kali memenangkan NasDem di Palopo. Dari segi kontribusi dan loyalitas, itu jelas,” katanya.
Ia juga menambahkan, Judas pernah menjabat sebagai Ketua NasDem di Luwu sebelum ditarik ke Palopo dan dinilai berhasil membesarkan partai di wilayah tersebut.
“Artinya prestasi itu harus dihargai. Dari sisi loyalitas dan rekam jejak, dia paling tidak bermasalah,” lanjut Tobo.
Baca Juga:
Pemkot Makassar Permudah Akses SPMB 2026, Bisa Akses Lewat Aplikasi LONTARA+
Makna di Balik Penampilan Wali Kota Appi Berbalut Budaya Toraja di Hardiknas 2026
Mubes IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman Kantongi Dukungan 84,5 Persen
Terkait waktu pengusulan resmi, Tobo mengatakan, DPW NasDem Sulsel akan menggelar rapat internal terlebih dahulu setelah Ketua DPW, Syaharuddin Alrif kembali dari Jakarta usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).
“Kita mau rapat dulu. Sekaligus konsolidasi untuk semua tingkatan, karena dinamika (RMS tinggalkan NasDem) ini juga berpengaruh ke DPD,” ujarnya.
Rapat tersebut, lanjut Tobo, tak hanya membahas PAW RMS, tetapi juga penguatan struktur partai ke depan.
“ Kita ingin memastikan struktur tetap solid dalam rangka mempertahankan kemenangan NasDem di Sulawesi Selatan,” tutupnya.(*)







