HALLOMAKASSAR.COM– Sebanyak 44 kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di MaxOne Hotel Makassar, Kamis (23/4).
Dari total 110 kandidat yang mendaftar, panitia hanya meloloskan sebagian peserta ke tahap krusial ini. Alhasil, persaingan menuju kursi Ketua DPC PKB di berbagai daerah kian ketat.
Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad menjelaskan bahwa pihaknya menjadikan UKK sebagai pintu utama untuk menyaring kandidat terbaik secara objektif.
“UKK ini menjadi pintu utama dalam menyaring kandidat terbaik secara objektif. Dengan demikian, hanya kader yang benar-benar siap yang bisa melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Pada tahap awal, tim penilai memfokuskan asesmen pada karakter dan watak peserta, termasuk kemampuan kepemimpinan, ketahanan menghadapi tekanan, serta kesiapan memikul tanggung jawab.
“Pada tahap awal, kami fokus pada asesmen karakter dan watak, mulai dari kepemimpinan hingga kesiapan menghadapi tekanan,” jelasnya.
Selanjutnya, tim menggunakan hasil asesmen tersebut sebagai dasar pendalaman pada tahap fit and proper test.
Azhar menegaskan bahwa pihaknya menjalankan proses seleksi secara objektif dan terukur. Namun, ia menekankan kehadiran sebagai syarat mutlak bagi seluruh peserta.
“Ketidakhadiran kami anggap sebagai bentuk tidak bersedia mengikuti proses, sehingga langsung kami gugurkan, kecuali yang memiliki alasan kuat,” tegasnya.
Baca Juga:
Munafri dan Kepala Daerah Se-Sulsel Rakor Bersama Kementerian LH, Teken Komitmen Atasi Sampah
Tidak Terbukti, Hakim Tipikor PN Makassar Bebaskan Tiga Terdakwa Korupsi JKN RSUD Syekh Yusuf Gowa
Bongkar Mandiri Lapak di Kawasan SMKN 4 Bontoala, Pemkot Makassar Siapkan KUR untuk PKL Terdampak
Dengan demikian, hanya kader yang mengikuti seluruh tahapan yang dapat terus bersaing dalam seleksi ini.
Sementara itu, Sekretaris PKB Sulsel, Haekal, menjelaskan bahwa tim pelaksana membagi psikotes dalam dua tahap, yakni tes tulis pada pagi hari dan in-depth interview pada siang hari oleh tim psikolog dari Universitas Negeri Makassar (UNM).
“Psikotes ini kami bagi dua tahap, pagi tes tulis dan siang in-depth interview oleh tim psikolog UNM,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa metode ini bertujuan menggali kemampuan dan karakter kader secara lebih mendalam.
Baca Juga:
Schaeffler dan VinDynamics Jalin Kemitraan Strategis untuk Mengembangkan Robot Humanoid
Peran JK Membuka Jalan ‘Tangga Politik’ Jokowi dan Menyiapkan Logistik
“Melalui metode ini, kami bisa memetakan potensi kader sejak dini untuk pendalaman di tahap berikutnya,” tambahnya.
Meski demikian, beberapa peserta tidak hadir karena benturan jadwal kedewanan. Namun, tim masih membuka peluang tes susulan.
“Kami tetap mempertimbangkan tes susulan bagi peserta yang memiliki alasan kuat, termasuk yang sedang menjalankan tugas kedinasan,” ujarnya.
Selanjutnya, panitia menjadwalkan para kader yang telah mengikuti UKK untuk menjalani wawancara bersama tim DPP pada 29 April di Kantor DPW PKB Sulsel.
“Pada tahap ini, kami akan mendalami hasil psikotes sekaligus membahas kontrak kinerja,” kata Haekal.
Kontrak tersebut mencakup rencana program kerja selama lima tahun ke depan jika kandidat terpilih. Dengan demikian, tim tidak hanya menilai kapasitas, tetapi juga komitmen dan kesiapan kerja.
Baca Juga:
Bawaslu Sulsel Matangkan Persiapan P2P 2026, Tekankan Kerja Kolektif
CATL Perkenalkan Enam Inovasi Utama, Dorong Mobilitas Energi Baru dengan Sistem Multi-Kimia
Pada akhirnya, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB akan menggunakan seluruh rangkaian proses ini sebagai dasar pengambilan keputusan akhir.
Seiring jumlah kandidat yang terus berkurang, persaingan antar kader dipastikan semakin ketat dalam memperebutkan kursi Ketua DPC PKB di 19 kabupaten/kota. (*)







