Makna di Balik Penampilan Wali Kota Appi Berbalut Budaya Toraja di Hardiknas 2026

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar,  Munafri 'Appi' Arifuddin mengenakan baju adat Toraja berwarna kuning, menyampaikan pidato pada upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Karebosi, Sabtu, (2/5/2026).

Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin mengenakan baju adat Toraja berwarna kuning, menyampaikan pidato pada upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Karebosi, Sabtu, (2/5/2026).

HALLOMAKASSAR.COM –Penampilan Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin kembali mencuri perhatian dalam upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Karebosi, Sabtu (2/5/2026).

Wali Kota dari Partai Golkar itu tampil mengenakan pakaian adat suku Toraja, pilihan yang bukan sekadar estetika, tetapi sarat makna.

Bagi Appi, busana tersebut merupakan simbol penghormatan terhadap keberagaman budaya di Sulawesi Selatan. Ia menegaskan bahwa identitas Toraja sebagai bagian dari kekayaan daerah patut diangkat ke ruang publik, termasuk dalam momentum resmi pemerintahan.

“Suku Toraja bagian dari Sulawesi Selatan, yang punya ciri khas luar biasa, berbeda dari lainnya, dan kita wajib mengangkat budaya-budaya kita di Sulsel,” tegasnya.

Pilihan mengenakan pakaian adat Toraja bukan kali pertama. Pada upacara 17 Agustus 2025 lalu, Appi juga tampil dengan busana serupa, baju adat Toraja berwana kuning dan ciri khas Passapu di kepala. Konsistensi ini memperlihatkan komitmennya dalam merawat simbol-simbol budaya sebagai bagian dari identitas kolektif masyarakat Makassar.

Di luar seremoni, pendekatan Appi terhadap keberagaman juga tampak dari intensitas kehadirannya dalam berbagai kegiatan komunitas Toraja.

Salah satunya saat menghadiri perayaan Paskah dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-XXIII Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) oleh Gereja Toraja Jemaat Tamalanrea pada akhir April lalu. Kehadirannya, waktu itu, disambut hangat dan antusias oleh jemaat.

Ia menegaskan partisipasi pemerintah dalam kegiatan lintas agama merupakan bentuk nyata komitmen membangun kota yang inklusif.

“Kehadiran saya bukan secara pribadi, tapi memberikan gambaran bahwa Pemerintah Kota Makassar, benar-benar akan membangun kota ini dengan inklusif, melibatkan seluruh stakeholder dan seluruh elemen,” ujarnya.

Upaya tersebut bukan tanpa hasil. Pada 2025, Kota Makassar meraih Harmony Award dari Kementerian Agama RI—sebuah pengakuan atas keberhasilan menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Penghargaan itu menjadi representasi bahwa ruang sosial di kota ini tetap terjaga inklusif di tengah keberagaman.

“Alhamdulillah 2025 lalu, Kota Makassar mendapat penghargaan karena nilai toleransi kita sangat baik di kota ini,” katanya.

Meski demikian, Appi mengingatkan inklusivitas bukan tujuan akhir, melainkan proses yang harus terus dirawat. Ia menekankan pentingnya nilai kebersamaan sebagai fondasi harmoni sosial dan pembangunan daerah.

“Yang membedakan kita cuma akidah. Tetapi untuk hidup bersama-sama, tidak ada yang bisa membatasi kita untuk hidup saling berdampingan, saling bergandengan tangan demi tujuan untuk membangun Kota Makassar yang kita cintai ini,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Munafri Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat
Camat Ujung Pandang Pantau Penertiban Parkir Liar di Jalan Jenderal Sudirman
Kadispora Makassar Pimpin Apel, Tekankan Disiplin dan Komitmen Pelayanan Publik
Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Fraksi  PKS DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Wali Kota Munafri, Ekonomi Tumbuh 7,04 Persen
BPBD Makassar Salurkan 5,1 Juta Liter Air Bersih, Jangkau 97 Ribu Jiwa di 62 Kelurahan
Pemkot Makassar Libatkan Arborist untuk Selamatkan Ekosistem Pohon di Kawasan Kajaolalido-Thamrin
Pemkot Makassar Ubah Wajah Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Beton Berpori Hingga Tata Vegetasi RTH

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:03 WIB

Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Munafri Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 14:25 WIB

Camat Ujung Pandang Pantau Penertiban Parkir Liar di Jalan Jenderal Sudirman

Minggu, 27 September 2026 - 17:21 WIB

Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA

Sabtu, 26 September 2026 - 17:26 WIB

Fraksi  PKS DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Wali Kota Munafri, Ekonomi Tumbuh 7,04 Persen

Jumat, 25 September 2026 - 20:16 WIB

BPBD Makassar Salurkan 5,1 Juta Liter Air Bersih, Jangkau 97 Ribu Jiwa di 62 Kelurahan

Berita Terbaru