Makassar, The City of Open Minds: Menyambut 418 Tahun Kota Daeng

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 9 November 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. Syamsul Bahri., M.Si
(Ketua DPW. Perisai Syarikat Islam Sulawesi Selatan)

MAKASSAR genap berusia 418 tahun — usia yang menandakan perjalanan panjang sebuah kota yang terus tumbuh, beradaptasi, dan memantapkan diri sebagai pusat kemajuan di kawasan Indonesia Timur. Dengan semangat “The City of Open Minds”, momentum peringatan hari jadi ini menjadi refleksi bersama bagi seluruh warga kota untuk meneguhkan kembali identitas Makassar sebagai kota yang terbuka, maju, dan berdaya saing.

Sebagai kota terbesar dan paling dinamis di wilayah timur Indonesia, Makassar adalah kunci episentrum aktivitas ekonomi, budaya, dan pemerintahan. Letaknya yang strategis menjadikannya simpul penting dalam jaringan perdagangan nasional maupun internasional. Maka tidak berlebihan jika Makassar disebut sebagai pintu gerbang kemajuan kawasan timur Nusantara.

Sejarah mencatat, jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Makassar telah menjadi rebutan kekuatan kolonial. Posisi strategis di jalur rempah-rempah dan akses perdagangan antarwilayah menjadikan kota ini incaran VOC dan bangsa Eropa lainnya. Dari situlah Makassar tumbuh sebagai kota pelabuhan yang kosmopolit, tempat berbagai suku dan bangsa bertemu, berdagang, dan bertukar gagasan.

Kini, di usia ke-418, Makassar menghadapi tantangan baru di era digital dan globalisasi. Sebagai kota metropolitan, Makassar dituntut untuk terus berbenah, berinovasi, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Pergantian kepemimpinan dalam dinamika demokrasi harus menjadi momentum untuk melahirkan kebijakan yang berpihak pada kemajuan kota dan kesejahteraan warganya.

Semangat “Makassar, The City of Open Minds” hendaknya menjadi ruh baru bagi masyarakat — simbol keterbukaan berpikir, bertindak, dan berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal. Keterbukaan bukan berarti kehilangan jati diri, tetapi menjadi fondasi bagi kolaborasi dan kemajuan bersama.

Sejarah juga membuktikan bahwa Makassar adalah kota yang tidak alergi terhadap perubahan. Pergantian nama dari Makassar ke Ujung Pandang, lalu kembali lagi ke Makassar, menjadi cermin kesadaran sejarah masyarakatnya yang adaptif. Kota ini tidak takut berubah, selama perubahan itu mengarah pada kebaikan dan kemajuan.

Di usia ke-418 ini, Makassar diharapkan mampu memperkuat citranya sebagai kota yang terbuka terhadap gagasan, menerima perbedaan, dan terus melangkah maju. Sebuah kota yang menjadi rumah bagi keberagaman, laboratorium ide, dan ruang tumbuh bagi generasi masa depan.

Karena sejatinya, Makassar bukan hanya tentang bangunan tinggi dan jalanan yang sibuk — tetapi tentang manusia-manusia yang berpikiran terbuka, yang menjadikan keterbukaan sebagai kekuatan untuk membangun peradaban.

Selamat Ulang Tahun ke-418, Kota Makassar.
Teruslah menjadi The City of Open Minds.

Berita Terkait

Revolusi Pengelolaan Sampah Dimulai! DLH Makassar Terapkan Aturan Ketat, TPA Tamangapa Tinggalkan Open Dumping
Munafri Arifuddin Penjaga Harmoni Keberagamaan dan Pilar Keummatan
SPMB Makassar yang Lebih Tertib dan Berkeadilan
Memilah di Dapur, Mencampur di Truk
Meluruskan Makna ‘Diskresi’ Golkar: Izin Bertarung, Bukan Jaminan Terpilih
Krisis Sampah atau Krisis Kesadaran? Ekologi Spiritual dan Mata Rantai yang Hilang di Makassar
Menjemput Hijrah Ekologis di Tanah Daeng
Konsistensi Merawat Harmoni Kota

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:20 WIB

Revolusi Pengelolaan Sampah Dimulai! DLH Makassar Terapkan Aturan Ketat, TPA Tamangapa Tinggalkan Open Dumping

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:59 WIB

Munafri Arifuddin Penjaga Harmoni Keberagamaan dan Pilar Keummatan

Senin, 29 Juni 2026 - 18:07 WIB

SPMB Makassar yang Lebih Tertib dan Berkeadilan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:23 WIB

Memilah di Dapur, Mencampur di Truk

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:47 WIB

Meluruskan Makna ‘Diskresi’ Golkar: Izin Bertarung, Bukan Jaminan Terpilih

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Kembangkan Program P4GN, Kepala BNNP Sulsel Temui Ketua DPRD Sulsel

Selasa, 14 Jul 2026 - 14:26 WIB