HALLOMAKASSAR.COM – Ketua Umum Partai Perindo, Angela Tanosoedibjo melantik mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani sebagai Ketua DPW Perindo Sulsel periode 2026 – 2031 yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Kamis, (5/2/2026).
Dalam acara pelantikan itu, Ketum Angela didampingi Sekretaris Jenderal DPP Pelindo, Ferry Kurnia Rizkiansyah.
Angela mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali hadir di Kota Makassar yang dinilainya sebagai kota yang dinamis dan penuh energi. Ia menyinggung fenomena banyaknya partai politik yang berlomba-lomba merekrut kader terbaik dari Makassar.
“Senang sekali saya bisa mampir di Makassar, kota yang akhir-akhir ini ramai sekali. Banyak partai yang rebutan kader terbaik dari Makassar. Tapi kalau Perindo, kita tidak rebutan, kita lahirkan kader-kader terbaik di sini. Setuju?” ujar Angela disambut antusias kader.
Angela menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan peneguhan arah perjuangan Partai Perindo di Sulawesi Selatan sebagai wilayah strategis nasional. Angela menyatakan tidak salah pilih Ketua DPW Sulawesi Selatan.
“Pak Hayat ini bukan hanya birokrat ulung, tapi beliau juga seorang petarung. Gimana gak bertarung, sampai ke Mahkamah Agung saja beliau bisa menangkan,” Angela mengaitkan kasus gugatan mantan Sekda Sulawesi Selatan yang berhasil menang di Mahkamah Agung atas tuntutan gaji yang tidak dibayarkan yang adalah beliau sendiri, Abdul Hayat Gani.
Angela mengarahkan agar semangat petarung ini disebarkan sampai ke akar rumput,
“Semangat petarung Pak Hayat ini harus turun sampai ke DPC-DPC, karena bagaimanapun lawan kita ini gajah-gajah (metafora saja). Tapi jelas tidak ada yang mustahil, setuju!,” serunya disambut teriakan kader Perindo.
Itulah mengapa logo Partai Perindo sebagai burung Rajawali punya makna yang tegas dan kuat melihat badai sebagai tantangan.
Bagi Partai Perindo, Sulawesi Selatan memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi gerbang Timur Indonesia, sekaligus simpul ekonomi, politik, dan budaya kawasan timur Indonesia.
“Sulawesi Selatan adalah gerbang Indonesia Timur. Ini wilayah strategis dan harus menjadi pusat perjuangan Partai Perindo. Bukan karena sumber daya alam saja tapi karena sumber daya manusianya. Tanpa kapasitas yang mumpuni, pengelolaan sumber daya alam justru bisa jadi petaka,” ujarnya.
Bagi Angela politik harus dimaknai sebagai sarana memperjuangkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Oleh karena itu, Partai Perindo terus memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan tidak meninggalkan rasa empati terhadap masalah rakyat.
Dengan mengusung semangat Energi Baru Indonesia, Angela menegaskan bahwa Partai Perindo hadir sebagai partai petarung yang mengandalkan kerja nyata dan konsistensi, bukan sekadar janji.
Dalam konteks Sulawesi Selatan, Angela menyoroti nilai lokal Siri’ na Pacce sebagai ruh gerakan partai.
“Bagi Perindo, Siri’ dimaknai sebagai komitmen menjaga kehormatan partai melalui kerja nyata, sementara Pacce menjadi dasar empati untuk hadir dan peduli terhadap kesulitan rakyat, khususnya petani, nelayan, dan pedagang kecil,” ucapnya
Ia menegaskan bahwa bagi Partai Perindo, Sulawesi Selatan bukanlah “kandang” siapa pun.
“Politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi alat untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Maka dari itu menurut saya Sulawesi Selatan ini bukan kandang tapi cakrawala. Tidak perlu ada yang disekati, semua kader harus bekerja dengan empati untuk masyarakat,” ujarnya.
Terpisah, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang turut hadir pelantikan tersebut, mengenang kebersamaan dan peran penting Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dalam hajatan Pemilihan Wali Kota Makassar tahun 2024 lalu.
Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan, kehadirannya dalam agenda tersebut merupakan bentuk penghargaan dan komitmen terhadap Perindo yang menjadi salah satu partai pengusung dalam Pilkada Makassar 2024.
“Saya harus hadir di acara pelantikan ini, karena pada Pilkada kemarin, salah satu partai pengusung kami adalah Partai Perindo. Mereka benar-benar totalitas dan memberikan support yang sangat luar biasa,” ujar Munafri.
Menurutnya, meskipun Perindo hanya memiliki satu kursi di DPRD Kota Makassar, kontribusi dan pergerakan partai tersebut dinilai sangat signifikan dalam mendukung perjuangan pasangan calon yang diusung.
“Khususnya di daerah pemilihan yang ada kursinya di Kota Makassar. Walaupun cuma satu kursi, tapi support-nya sangat baik dalam rangka pergerakan kami kemarin,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyampaikan bahwa dirinya menyempatkan diri untuk menyaksikan langsung proses pelantikan sekaligus berdiskusi dengan Ketua Umum Partai Perindo
Lebih lanjut, Munafri menekankan bahwa peran partai politik sangat kuat dan strategis karena menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan daerah.
Dikatakan, partai politik ini bukan hanya memberikan support, tapi juga bisa memberikan gambaran dan masukan. Apalagi dirinya sebagai pembina partai di Kota Makassar.
“Partai adalah bagian penyeimbang dari apa yang dilakukan oleh pemerintah ke depan,” jelas Ketua Golkar Makassar ini.
Ia juga menyinggung pentingnya peran partai politik melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam mengawal kebijakan dan regulasi agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Munafri berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah dan partai politik melalui lembaga legislatif dapat terus diperkuat agar setiap produk kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Makassar.
“Kita berharap kolaborasi pemerintah dan partai politik melalui legislatif ini bisa terjalin lebih baik, supaya produk yang dihasilkan benar-benar memberi manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)







