HALLOMAKASSAR.COM— Kecamatan Panakkukang menjadi yang terdepan dalam mendukung program unggulan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika Ilham (Appi – Aliyah). Khususnya terkait pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Makassar meluncurkan Gerakan Satu Kelurahan Satu Maggot, Satu Bank Sampah, dan Satu Urban Farming di Kantor Kecamatan Panakkukang.
Camat Panakkukang, M Ari Fadli, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk implementasi langsung dari arahan Wali Kota Makassar. Guna mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan kemandirian pangan.
“ Program ini jadi kewajiban bagi seluruh lurah untuk mengintegrasikan tiga program prioritas Pak Wali di setiap kelurahan,” kata Ari.
Menurutnya, meski Wali Kota meminta setiap RT-RW menjalankan urban farming, dimulai dari satu unit per kelurahan adalah strategi awal untuk menunjukkan contoh yang konkret kepada masyarakat.
“Kalau kelurahan sudah memberi contoh, saya yakin partisipasi warga akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salah satu tujuan gerakan ini adalah mendukung pengurangan sampah organik yang selama ini menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Keberadaan maggot menjadi solusi karena mampu mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat.
“Apalagi kan keinginan Pak Wali, pengurangan sampah organik yang ada di TPA harus kita dukung. Maggot ini bisa menjadi tempat suplai pengolahan sampah-sampah organik itu,” tambahnya.
Dari 11 kelurahan di Kecamatan Panakkukang, seluruhnya sudah mulai bergerak. Kelurahan Paropo menjadi salah satu yang paling menonjol karena lebih dulu menjalankan program ini secara aktif.
Baca Juga:
Serah Terima LHP BPK, Munafri Tegaskan Komitmen Jalankan Tata Kelola Pemerintah Akuntabel
Operasi SAR Gabungan Dipimpin BPBD Makassar, Berhasil Temukan Anak Tenggelam di Pantai Barombong
Ahli Tegaskan Perkara Bank Sulselbar Agus Fitrawan Ranah Perdata
“Ada yang masih dalam proses, terutama karena dua lurah sempat ikut diklat. Tapi insyaallah dalam satu dua bulan ini, semua kelurahan sudah lengkap dengan urban farming, bank sampah, dan maggot-nya,” kata Ari optimistis.***






