HALLOMAKASSAR.COM– Pelaksanaan Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan belum jelas. Masih menunggu perintah dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Padahal masa jabatan Taufan Pawe sebagai Ketua Golkar Sulsel akan segera berakhir.
Sekretaris DPD 1 Partai Golkar Sulsel, Andi Marzuki Wadeng mengaku, pihaknya sudah bersurat ke DPP terkait pelaksanaan Musda pada awal Agustus 2025. Namun belum ada balasan.
“Tapi sampai hari ini belum ada balasan,” kata Andi Marzuki Wadeng, Rabu, 27 Agustus 2025.
Marzuki menjelaskan, ketika sudah ada petunjuk teknis dari DPP mengenai pelaksanaan Musda, pihaknya langsung membentuk panitia dan steering committee.
“Iya betul kami langsung mempersiapkan semuanya. SK kami tertanggal 19 November 2020, berarti berakhir 19 November 2025,” jelasnya.
Marzuki menekankan, bahwa sejauh ini tidak ada desakan dari DPD Kabupaten/Kota menyangkut pelaksanaan Musda. Sebagaimana informasi yang beredar belakangan ini.
“Tidak ada desakan. Yang ada itu, DPD II hanya mempertanyakan kapan pelaksanaan Musda. Kalau ada desakan, seharusnya disampaikan ke DPP,” bebernya.
Di samping itu, mengenai jadwal Musda tersebut Taufan Pawe memilih bungkam. Ia enggan berkomentar soal pelaksanaan Musda.
“Soal Musda nanti itu,” singkat Taufan Pawe kepada wartawan usai melakukan rapat tertutup bersama fraksi Golkar DPRD Sulsel, pertengahan Agustus 2025 lalu.
Baca Juga:
Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko Backup Air Bersih
Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar, 68 Pendaftar Berlatar Belakang Aktivis hingga Profesor
Penertiban Humanis di Tallo, Lapak di Atas Drainase Ditata, Sebagian Dibongkar Mandiri
Diketahui, ketidakjelasan jadwal Musda ini juga menjadi sorotan. Desakan atas pelaksanaan Musda jauh hari sebelumnya telah disuarakan para pemilik suara atau DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak, mengingatkan masa jabatan Taufan Pawe akan segera berakhir, namun persiapan Musda belum terlihat.
“Iya, saya kira itu harusnya sudah dipersiapkan dari sekarang. Kita kan bicara bulan delapan, waktunya sudah dekat. Kalau saya, ya begitu mestinya. Demi tertib organisasi,” ujarnya kepada Harian Disway belum lama ini.
Menurut Kaswadi, meskipun keputusan akhir berada di tangan pusat, kesiapan di level daerah tetap penting untuk menjaga ritme organisasi.
Baca Juga:
Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
“Iya, seharusnya sudah. Terlepas ada petunjuk atau mekanisme dari atas, segala sesuatunya idealnya sudah mulai disiapkan dari sekarang,” lanjutnya.
Kaswadi juga menyampaikan harapannya agar Musda bisa berjalan baik dan membawa perubahan positif bagi masa depan Golkar.
“Tentu kita berharap semua berjalan baik. Untuk masa depan Golkar yang lebih baik lagi. Dari awal saya sudah berpikir begitu. Kita doakan saja semua berjalan lancar,” tutupnya.
Sejauh ini, sejumlah penantang Taufan Pawe di Musda Golkar Sulsel mulai bermunculan. Antaranya, Ilham Arief Sirajuddin, Adnan Purichta Ichsan hingga Munafri Arifuddin.
Adapun dukungan pemilik suara atau DPD Kabupaten/Kota, mayoritas telah dikantongi Munafri Arifuddin. Informasi terbaru, sudah 21 DPD II yang menyatakan dukungan. ***







