HALLOMAKASSAR.COM– Jadwal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulawesi Selatan belum jelas.
Meski Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M. Said sudah menyampaikan, Musda diupayakan digelar akhir Maret 2026. Seiring struktur pimpinan kepanitiaan sudah terbentuk.
“Untuk jadwal Musda, kami akan mengupayakan bisa dilaksanakan pada akhir bulan ini (Maret). Sekarang kami tinggal menunggu jadwal dan waktu Pak Ketum saja, karena dia yang akan membuka,” ujar Muhidin belum lama ini.
Sehingga, pihaknya hanya kan bersurat ke DPP mengenai komposisi kepanitiaan, baik Organizing Committee (OC) mau pun Steering Committee (SC). Termasuk juga usulan jadwal Musda yang mereka targetkan.
“Panitia sudah terbentuk, koordinatornya Pak Lukman (Baco Kady). Beliau ini ketua fraksi, jadi harus diberi tugas. Kemudian koordinator steering committee Pak Armin (Toputiri),” jelasnya.
Namun begitu, Koordinator SC Musda DPD I Golkar Sulsel, Armin Toputiri menyampaikan, struktur SC sudah tuntas. Bahkan surat pemberitahuan ke DPP
sudah disampaikan. Hanya saja, dia mengaku, Surat Keputusan (SK) untuk Steering Committee belum kunjung diterbitkan DPP.
“Kalau komposisi (SC) sudah selesai. Itu sudah disampaikan ke DPP juga, tetapi sampai saat ini SK-nya belum terbit,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, saat ini SC dan OC hanya menunggu SK terbit. Setelah itu, langsung lakukan rapat persiapan. “Iya, jadi begitu SK sudah terbit, maka kami akan langsung rapat,” jelasnya.
Namun jika SK tidak kunjung terbit, maka pekerjaan SC dan OC sudah pasti maraton. Sebab mereka harus kejar tayang, sesuai dengan jadwal yang telah diusulkan sebelumnya.
“Nah itu dia masalahnya (Musda digelar akhir Maret). Kalau SK-nya telat terbit, maka kami SC dan OC ini mesti tancap gas. Jelas kami kejar tayang juga,” ungkapnya.
Ketua OC Musda DPD I Golkar Sulsel, Lukman B. Kady menyampaikan, pihaknya hanya menunggu arahan dari DPP. Sebab menurutnya, keputusan mengenai Musda ada di tangan DPP.
“Kami menunggu arahan DPP saja. Jadi kalau sudah ada tanggal, kami pasti akan bekerja sebaik mungkin untuk mensukseskan pelaksanaan Musda,” kata dia.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel itu juga menyampaikan, pada dasarnya tidak ada yang berat dalam pelaksanaan Musda, jika semuanya dilakukan secara bersama-sama. Sehingga, kerja kolektif akan melahirkan hasil yang maksimal juga.
“Jadi kalau bicara berat atau tidak, sebenarnya semua bisa berjalan dengan baik, selama kita bisa bersatu dan kompak. Tentu kita harus berfikir untuk Golkar yang lebih bagus ke depan,” ungkapnya. (*)








