El Nino Datang, Air Tetap Mengalir. Ini Makassar atau Keajaiban?

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. Nurmal Idrus

Ada satu kabar yang mungkin membuat El Nino sedikit kecewa.

Ia datang membawa musim kemarau, berharap warga Makassar mulai akrab dengan ember, jeriken, dan doa setelah salat agar air segera mengalir. Tapi rupanya, di beberapa sudut Kota Makassar, rencananya tidak berjalan mulus.

Di kawasan utara kota, yang selama bertahun-tahun sering merasa menjadi “anak tiri” urusan air bersih, kini keran tetap bernyanyi. Air PDAM mengalir, padahal kemarau sedang serius-seriusnya bekerja.

Dulu, kalau cuaca seperti sekarang, keran di rumah saya di Utara kota lebih sering berlatih puasa daripada mengeluarkan air. Membuka keran hanya menghasilkan suara angin yang lebih fasih daripada air. Warga sudah hafal jadwal air yang datangnya lebih misterius daripada jadwal mantan memberi kabar.

Sekarang suasananya berbeda. Entah mantra apa yang dipakai, entah rumus fisika apa yang ditemukan, atau memang ada tangan dingin yang bekerja, yang jelas di masa kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, persoalan yang bertahun-tahun dianggap biasa itu perlahan berubah menjadi cerita lama.

Konon, PDAM melakukan rekayasa distribusi air ke wilayah utara kota. Istilahnya memang “rekayasa”. Yang penting jangan direkayasa hanya datanya, tetapi benar-benar airnya yang sampai ke rumah warga. Dan sejauh ini, warga lebih percaya pada bunyi air di keran daripada janji-janji di musim politik.

Kalau begini terus, mungkin El Niño harus mengajukan protes. Sudah datang jauh-jauh membawa kemarau, ternyata dikalahkan oleh pipa distribusi yang akhirnya bekerja lebih adil.

Semoga air bersih yang kini mengalir bukan sekadar kabar musiman, tetapi menjadi kebiasaan baru.

Sebab bagi warga, air yang mengalir setiap hari jauh lebih menenangkan daripada seribu konferensi pers tentang pelayanan publik.

 

Berita Terkait

IHSG dan Harga Sebuah Kepercayaan
Dua Tahun Prabowo–Gibran: Menjaga Stabilitas, Memperkuat Fondasi
Appi dan Logika Personal Kapital
Tetap Tenang Ketika Ada yang Ingin Menjatuhkanmu
Euforia pendidikan gratis: Menimbang janji, menghitung ongkos
Jika Penjara Bisa Terasa Mewah, Masihkah Hukuman Memiliki Efek Jera?
Teba Modern di Sekolah Rakyat Makassar: Ketika Sampah Menjadi Guru
SATU BUMI, SATU PERJUANGAN

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IHSG dan Harga Sebuah Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Dua Tahun Prabowo–Gibran: Menjaga Stabilitas, Memperkuat Fondasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Appi dan Logika Personal Kapital

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Tetap Tenang Ketika Ada yang Ingin Menjatuhkanmu

Rabu, 30 September 2026 - 06:56 WIB

Euforia pendidikan gratis: Menimbang janji, menghitung ongkos

Berita Terbaru

Adik Komjen Pol (Purn) Fadil Imran, Muhammad Yanuar Iswandi (kiri) dan mantan suami eks Bupati Gowa Husniah Talenrang, Khaerul Aco (kanan).

Politik

Dua Nama Menguat Jadi Pendamping Darmawangsyah Muin di Gowa

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:36 WIB

Politik

Idrus Marham Tanggapi Kritikan Kinerja Kepada Menteri Golkar

Jumat, 30 Okt 2026 - 06:04 WIB