Ekonomi Sulsel Disebut Masih Sehat, Dikisaran 5 Persen

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 27 Agustus 2025 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan
disebut masih sehat. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2025 berada diangka 4,98 persen.

Angka ini mengalami penurunan jika dibanding kuartal l 2025 diangka 5,78 persen. Selain itu, berbanding terbalik dengan perekonomian nasional diangka 5,12 persen di kuartal II.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda dalam acara Bincang Bareng Media bertajuk “Perkembangan Ekonomi Sulsel Terkini dan Respon Kebijakan Bank Indonesia” menjelaskan perlambatan ekonomi menggiring PDRB Sulsel di posisi ke-22.

“Maluku Utara berada di posisi pertama, disusul Sulawesi Tengah dan Kepulauan Riau di posisi ke tiga. Sulawesi Selatan Diposisi ke 22 mengungguli Aceh, Sumatera Utara dan Kalimantan Timur,” jelasnya di Makassar, Selasa (26/8/2025).

Rizki mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi yang melambat disumbang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor yang melambat di kuartal II 2025.

“Dari sisi Pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga pada Triwulan II 2025 melambat dibandingkan triwulan sebelumnya seiring dengan penurunan konsumsi rumah tangga pasca Idulfitri dan Ramadan. Komponen ekspor juga mengalami perlambatan sebesar 7,46 persen dibanding tahun sebelumnya diperiode yang sama . Meski demikian perlambatan tertahan oleh kinerja ekspor luar negeri yang mengalami perbaikan,” ungkapnya.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Sulsel masih ditopang lapangan usaha, sektor perdagangan, dan industri pengolahan.

Dari sisi Lapangan Usaha, yang pertama adalah sektor pertanian tumbuh 3,36 persen (yoy) pada Triwulan II 2025, melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di angka 15,73 persen.

“Ini sejalan dengan normalisasi periode panen yang kembali ke Maret – April, menyebabkan kontraksi produksi padi sebesar 6,27 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelas Rizki.

Pendukung lainnya, sektor perdagangan tumbuh lebih tinggi terindikasi dari kenaikan pertumbuhan penjualan kendaraan baru yang mencapai 11 persen atau 58 ribu unit.

Industri pengolahan juga mengalami peningkatan terutama pada industri mikro kecil, seperti industri makan minum, galian bukan logam, tekstil, kulit, kayu, dan furniture.

“Konstruksi juga menguat seiring peningkatan realisasi investasi di Sulsel sebesar 58 persen, terkonfirmasi dari peningkatan konsumsi semen di Sulsel naik 5,76 persen. Pertambangan juga meningkat sejalan dengan peningkatan produksi nikel matte sebesar 12 persen dibanding tahun lalu, dan gas alam yang meningkat 8,4 persen,” terang Rizki.

Kendati terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi, Rizki mengimbau masyarakat tak perlu khawatir berlebih sebab angka tersebut masih terbilang aman.

Meski terjadi penurunan, masyarakat tak perlu khawatir berlebihan sebab angka tersebut masih dikisarkan 4,9-5,1 persen.

“Jangan terlalu khawatir terkait perkembangan ekonomi, sebab jika flat juga ekonomi bisa mati. Selama pertumbuhan ekonomi dikisarkan 4,9-5,1 persen, maka perekonomian masih terbilang sehat,” tukasnya.

Lebih jauh Rizki mengajak masyarakat Sulsel terus optimis menghadapi kondisi perkembangan yang fluktuatif seperti saat ini.

“Tetap optimis, sebab kekhawatiran berlebih terhadap perekonomian bisa memengaruhi tindakan. Pertumbuhan ekonomi bisa turun, tetapi jangan turun-turun banget,” tandasnya. ***

Berita Terkait

Usai Pemkot Makassar, Kini Giliran Pemprov Sulsel Terbitkan Edaran Siswa SMA/SMK Belajar Daring Imbas BBM
Gubernur Sulsel  – PLN Bahas Solusi Pemadaman Bergilir
Legislator Senayan Asal Sulsel Eva Stevany Rataba Dimutakhirkan Jadi Desil 10
Kejati Sulsel Beri Penerangan Hukum di Dinkes, Paparkan Modus Korupsi Sektor Kesehatan
BBM – LPG Langka, DPRD Sulsel Datangi Kantor Pertamina
Polda Sulsel Bakal Telusuri Kelangkaan BBM, Berimbas Antrean Panjang di SPBU
Dari 4S ke 5S, Sidrap Bertransformasi Jadi Daerah Percontohan Perekonomian di Indonesia
Pasokan BBM dan LPG 3 Kg Bermasalah, Ketua DPRD Sulsel Minta Pertamina Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:34 WIB

Usai Pemkot Makassar, Kini Giliran Pemprov Sulsel Terbitkan Edaran Siswa SMA/SMK Belajar Daring Imbas BBM

Kamis, 10 September 2026 - 17:18 WIB

Gubernur Sulsel  – PLN Bahas Solusi Pemadaman Bergilir

Kamis, 10 September 2026 - 10:25 WIB

Legislator Senayan Asal Sulsel Eva Stevany Rataba Dimutakhirkan Jadi Desil 10

Kamis, 10 September 2026 - 06:51 WIB

Kejati Sulsel Beri Penerangan Hukum di Dinkes, Paparkan Modus Korupsi Sektor Kesehatan

Rabu, 9 September 2026 - 13:05 WIB

BBM – LPG Langka, DPRD Sulsel Datangi Kantor Pertamina

Berita Terbaru